Asap Pekat, Ajak Masyarakat Hidup Bersih dan Sehat

dinkes
MEMAKAIKAN: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat dr Harisson MKes memakaikan masker kepada pengendara motor yang melintas di depan Puskesmas Telaga Biru

Kadinkes Kalbar Pantau Kasus ISPA di Puskesmas

KEPALA Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat dr Harisson MKes dan jajaran memantau peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat dampak kabut asap di Puskesmas Telaga Biru, Puskesmas Khatulistiwa, dan Puskesmas Pal III, Senin (16/9). Disela peninjauan kadis dan jajaran turut membagikan masker bagi para pengguna jalan yang melintas.

Harisson menyampaikan, kondisi udara Pontianak karena kabut asap ada di level tidak sehat dan sangat tidak sehat. Melalui kunjungan tersebut, ia ingin melihat kesiapan petugas kesehatan di lapangan, terutama di puskesmas dan rumah sakit. “Bagaimana mereka menangani dampak dari bencana asap. Apa yang menjadi kendala di lapangan,” ujarnya.

Kabut asap berkepanjangan membuat kasus pasien ISPA meningkat. Sita Ayu Prabawati, kepala Puskesmas Telaga Biru menyampaikan, pasien ISPA di sana membeludak. “Agustus kemarin mencapai 322 pasien ISPA di kami. Biasanya 100-an pasien ISPA. Memang kasus ISPA termasuk 10 besar di sini. Ini pengaruh kabut asap, tak hanya ISPA, pasien juga mengeluh mata perih. Bukan hanya warga, kami petugas pun kena ISPA,” jelasnya.

Data senada disampaikan Hakimah, kepala Puskesmas Khatulistiwa. Kabut asap membuat pasien ISPA di sana meningkat hingga 30 persen dari hari biasanya. Terkait pengobatan, mereka mengakui memiliki stok obat yang cukup bagi pasien ISPA. Tetapi, mereka kekurangan masker untuk dapat dibagikan lebih luas ke sekolah-sekolah. Persediaan masker yang ada hanya cukup untuk dibagikan di sekitar puskesmas.

Sementara itu, terkait upaya pembagian masker oleh Dinkes Kalbar, Harisson menyampaikan, hal itu bagian dari kepedulian dinas kepada masyarakat yang terpapar asap. “Mudah-mudahan dengan pembagian masker ini, efek samping asap dapat berkurang di masyarakat. Ini juga bentuk pencegahan agar tidak mudah terserang penyakit ISPA,” katanya.

Di samping itu, Harisson juga mengajak masyarakat untuk sama-sama menjaga kesehatan di saat kualitas udara tidak sehat. “Mari kita jaga kondisi tubuh agar tetap sehat dengan mengonsumsi buah dan sayur yang kaya antioksidan. Perbanyak minum air putih. Lalu saat aktivitas di luar rumah selalu gunakan masker,” ujarnya.

Dinkes selalu mengampanyekan pola hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat. “Kami harap, masyarakat selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat, apalagi dengan kondisi kabut asap. Para orang tua juga diharapkan tidak membiarkan anak-anaknya bermain di luar, apalagi sekolah sudah diliburkan. Minta mereka belajar dan beraktivitas di dalam rumah saja. Jika masih main di luar rumah, percuma mereka diliburkan,” pungkasnya. (*)