ASN Keluar Kota Bakal Disanksi Keras

Pemkot Pontianak Perpanjang WFH

PONTIANAK – Masa bekerja di rumah atau (Work From Home) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) kembali diperpanjang hingga tanggal 13 Mei 2020 mendatang. Kebijakan tersebut dilakukan lantaran belum ada penurunan kasus Covid-19 di Kota Pontianak.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, selama masa WFH, ASN melaksanakan tugas kedinasan di rumah atau tempat tinggalnya masing-masing. Terkecuali dalam keadaan mendesak dan tetap melakukan komunikasi dengan atasan atau pimpinan. “Jika sewaktu-waktu diperlukan wajib hadir untuk melaksanakan tugas,” ujarnya, Rabu (22/4).

Namun demikian, untuk Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pontianak, yang sebelumnya melaksanakan WFH, sekarang berubah menjadi tetap bekerja di kantor. “Para ASN dihimbau tetap membantu  pemerintah dalam mencegah penularan Covid-19 sesuai dengan protokol kesehatan,” tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pontianak Multi Juto Bhatarendro minta setiap Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat memberikan laporan absensi para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di rumah. Sanksi berat akan dikenakan apabila ditemukan ASN yang tidak menjalankan aturan tersebut.

“Work From Home ini para ASN tetap bekerja di rumah. Mekanismenya, absensi dilakukan dengan cara manual. Kemudian, untuk penilaian kerja berdasar TPP. Mereka diwajibkan melapor apa saja kegiatan mereka tiap harinya,” kata Multi.

Diakui dia, dengan adanya virus covid-19 kerja para  ASN disemua OPD menjadi tidak maksimal. Namun situasinya memang seperti ini. Keutamaannya saat ini bagaimana masyarakat termasuk ASN agar menjaga kesehatannya dengan berdiam diri di rumah.

Ia tak ingin, program WFH yang diterapkan kepada ASN justru tidak dijalankan maksimal oleh para ASN. Multi mengatakan hal tersebut sebagai bahan dasar buat mengevaluasi pemberlakuan aturan yang telah diterapkan hampir sebulan ini.

Pengawasan ASN yang bekerja di rumah pun, diminta diperketat laporannya. Karena wabah virus covid-19 masih dalam penanangan serius di Kota Pontianak. Bahkan Wali Kota Pontianak sudah berpesan agar ASN wajib mengenakan masker. Itu artinya ASN harus sadar bahwa virus tersebut berbahaya bagi semua orang. Karena mampu menularkan dari satu ke orang lainnya dengan waktu singkat.

Ia juga bakal mengenakan sanksi tegas bagi ASN yang tidak mematuhi setiap aturan yang dijalankan Pemerintah Pontianak. “Jika ada yang ke luar kota dalam situasi seperti ini akan kami berikan sanksi keras. Teguran tentu mulai dari OPD terkait dan harus disampaikan ke kami untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.

Kekhawatiran Multi menanggapi perginya ASN ke luar kota bukan tanpa dasar. Sebab di beberapa kota di wilayah Indonesia angka covid-19 lumayan tinggi. Ia tak mau ASN justru pergi ke daerah yang temuan covid-19 nya meningkat.

Apalagi virus ini tak kasat mata. Jelas membahayakan dirinya dan rekan ASN di lingkup tempat ia bekerja. Iapun berharap semua kepala OPD dimasing-masing jajaran sigap melihat situasi ini. “Saya harap ASN tidak keluar kota. Jika ditemukan bisa laporkan ke saya dan akan ditindak,” tegasnya. (iza)