Atap Terbang Seperti Layangan

PUTING BELIUNG: Warga sedang menunjukkan puing-puing bangunan yang roboh akibat diterjang puting beliung di Jalan Ampera Raya, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (13/8) malam. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Puluhan Rumah dan Ruko Diterjang Puting Beliung

SUNGAI RAYA – Puluhan bangunan dan ruko di Kompleks Perumahan Arafah Residence, Jalan Ampera Raya, Desa Ampera Raya, Kecamatan Sui Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, rusak berat diterjang angin puting beliung disertai hujan, Selasa (13/8) sekitar pukul 15.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, warga sempat berteriak-teriak ketakutan karena melihat atap beterbangan dan bangunan yang roboh. Pemilik bangunan pun mengalami syok.

Kepala Polsek Sungai Ambawang, AKP Joko Sutriyatno menerangkan kejadian ini merusak kurang lebih 60 unit bangunan di Kompleks Perumahan Arafah. Sebanyak 11 unit sudah ditempati sementara 49 unit lainnya masih kosong.

“Tadi kami lihat juga ada sekitar 11 kios toko yang belum ditempati kena terjangan puting beliung. Untuk sementara kerugian materil belum dapat diperkirakan namun dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa,” kata Joko. Menurutnya, salah satu pemilik bangunan di Perumahan Arafah, Lukman (50) belum dapat dimintai keterangan dikarenakan masih syok.

Berdasarkan keterangan saksi mata, Rasuli, saat itu hujan begitu lebat dan angin kencang berputar-putar. Angin datang dari arah Selatan menuju ke Perumahan Arafah. “Saking kencangnya sampah-sampah berterbangan dan semakin dekat ke perumahan Arafah,” ungkapnya.

Melihat angin puting beliung semakin dekat, dia pun lekas berlari dan berteriak mengabarkan pada para penghuni perumahan agar segera menyelamatkan diri. “Pak Rasuli ini langsung lari dari belakang perumahan dan berteriak kepada penghuni yang tinggal di Perumahan Arafah agar keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri dikarenakan ada angin puting beliung,” jelas Joko.

Peristiwa ini memang mengejutkan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi. Pasalnya, setelah lama didera kekeringan, asap dan kualitas udara memburuk, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya disertai puting beliung. Angin itu menerjang tanpa ampun dan merusak banyak bangunan. Tak pelak pemandangan atap terbang sempat berlangsung beberapa menit.

Ada warga bersembunyi di rumah dan mencari tempat aman. Sebagian lainnya ikut menonton sambil berupaya menolong warga tertimpa musibah. ”Ngeri kali. Mau kiamat kali ya. Banyak atap rumah beterbangan di langit dan jadi tontonan masyarakat,” kata Abdul (45) salah satu warga di Desa Ampera, Kecamatan Sungai Ambawang.

Menurutnya, angin kencang itu datang secara tiba-tiba. “Di satu sisi, kami bersyukur atas anugerah hujan. Di sisi lain, juga ada masyarakat takut dan menderita karena atapnya berterbangan. Jelas butuh biaya perbaikannya tidak kecil,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Yoyon, salah satu saksi mata. Saat kejadian Yoyon sedang mengecat rumah. Menurut laki-laki 28 tahun itu, angin datang begitu kencang sehingga membuat atap-atap rumah berterbangan. “Atapnya terbang seperti layangan,” ujarnya.

Salah satu tokoh masyarakat ini menyebutkan, usai kejadian, masyarakat bahu-membahu membantu warga yang tertimpa musibah. ”Setelah hujan reda dan suasana tenang, masyarakat royongan mengumpulkan atap rumah warga yang terkena musibah puting beliung,” katanya.

Hingga malam hari, petugas BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan relawan juga masih berada di lokasi kejadian guna membantu masyarakat yang rumahnya menjadi korban angin puting beliung.

“Kami ikut turun meninjau lokasi kejadian. Tujuan ke sana untuk mengevakuasi jika ada korban. Namun setelah dilakukan pengecekan tak ada korban (jiwa) dalam musibah itu,” kata relawan dari Damkar Swadesi Borneo, Deri.

Menurutnya, puluhan rumah yang terkena puting beliung itu sebagian memang belum ditempati. Namun ada pula yang sudah berpenghuni. Akibat kerusakan atap, sebagian pemilik rumah memilih untuk mengungsi sementara ke rumah keluarganya masing-masing.

Terpisah, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengatakan dari laporan yang didapatnya, ada 65 rumah warga, satu musala dan satu posyandu yang diterjang angin puting beliung. “Informasi yang saya dapat nampaknya memang lebih banyak perumahan yang baru dibangun yang diterjang puting beliung dan masih kosong atau belum ditempati. Itu masih tanggung jawab pengembang,” kata Muda.

Pemkab Kubu Raya sendiri, menurutnya akan fokus mendata ke rumah warga yang sudah bermukim lama di kawasan tersebut. “Nanti usai didata, tentunya akan kami berikan bantuan bagi warga yang terkena bencana,” pungkasnya.

Sutikno, Forecaster BMKG Supadio Pontianak menyebutkan bahwa sekitar pukul 16.00 Wib kemarin, beberapa daerah di Kalbar memang diguyur hujan dengan intensitas sedang dan lebat disertai petir atau guntur sekaligus angin kencang berdurasi singkat. Sebaran wilayahnya yakni Kota Pontianak,

Kabupaten Bengkayang (Kecamatan Bengkayang, Siding, Tujuh Belas), Kabupaten Landak (Kecamatan Air Besar, Meranti, Kuala Behe), Kabupaten Kapuas Hulu (Kecamatan Silat Hulu, Bunut Hulu) dan meluas ke Kabupaten Kubu Raya (Sungai Kakap, Sei Raya) termasuk Kabupaten Sanggau (Entikong). “Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 18.30 Wib,” tukas dia. (ash/den/iza)

Read Previous

USHUL dan HIKMAH JAMARAT

Read Next

Munzalan Sebut Sudah Transparan

Tinggalkan Balasan

Most Popular