ATM Nasabah tak Lagi Aman, Komisi III Panggil Pimpinan Bank 

Komisi III DPRD Kalimantan Barat membidangi Keuangan dan Perbankan ikut geram dengan Tindak Kejahatan Siber (Fraud Cyber Crime) di sektor jasa perbankan berupa raibnya uang dari ATM milik beberapa nasabah Bank BRI di Kalbar, kemarin. Dalam waktu dekat pimpinan BRI Kalbar bersama manajemen bakalan dipanggil.

”Mereka (korban) juga menggadu kepada kami. Mudah saja dana dalam tabungan ditarik dari ATM BRI milik nasabah. Ini apakah kesalahan teknis, pelaku cenderung orang luar atau pengamanan ATM milik Bank plat merah ini kurang aman. Harus ada penjelasan terperinci ke kami (DPRD) Kalbar,” ucap Irsan S, Ag, ketua Komisi III DPRD, Kamis (5/12).

Menurut Irsan jadwal pemanggilan segera diagendakan setelah DPRD Kalbar kembali dari kegiatan dari uar Kalbar.

”Tidak lama lagi kami panggil. Masalah raibnya dana nasabah ini di Bank Plat merah bukan perkara baru. Sudah sering terjadi. Kami (DPRD) juga takut menabung seandainya sering begini. Bisa-bisa dana kami juga raib,” ucapnya.

Irsan menambahkan kejadian diduga Skimming; tindakan pencurian informasi dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu debit atau kartu kredit secara illegal sebenarnya sudah bukan masalah baru. Di Kalimantan Barat dan beberapa daerah di luar sudah beberapa kali terjadi, meski berakhir dengan penggantian dana nasabah dari bank.

”Kejadiannya berulang-ulang. Pengamanan Bank Plat merah semacam BRI ini bagaimana, kok mudah ditembus. Harusnya ada model ATM terbaru dan tercanggih yang tidak bakalan mampu menjebol dana nasabah. Tentu yang tahu adalah Bank BRI sendiri. Wong bank milik pemerintah,” ucap dia.

Politisi PKB Kalbar ini menambahkan kejadian begini akan membuat nama Bank BRI tercoreng di mata nasabah. Sepertinya bank bukan tempat aman menyimpan uang kalau kasus dana nasabah hilang terus terulang.

”Ya lebih baik simpan uang di rumah, mau ambil sewaktu-waktu aman. Tidak aka nada masalah,” tuturnya.

Sementara Ustazd Miftah, anggota Komisi III DPRD Kalbar berharap seandainya dugaan Skimming meruipakan ranah fraud cyber crime, Polda dan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat diminta ikut memeriksa perbankan.

”Setidaknya mampu menenangkan para nasabah. Jujur, kami (DPRD Kalbar) bersama nasabah lain takut menitipkan uang di Bank BRI,” ucapnya.

Politisi PPP Kalbar ini pun setuju pimpinan BRI Kalbar bersama manajemen diundang ke DPRD Kalimantan Barat untuk menjelaskan dugaan Skimming yang bukan pertama kali terjadi ini. “Harus dijelaskan dong terperinci. Kami berharap Bank BRI datang ketika kami undang,” pintanya.

Miftah menyebutkan kejadian begini jelas berpengaruh terhadap kinerja Bank Plat Merah BRI Kalimantan Barat. Tak menutup kemungkinan banyak nasabah akan menaruh uangnya ke Bank lain yang keamanannya lebih terjamin. ”Bisa terjadi itu. Atau kembali lagi model zaman dulu, menyimpan uang di bawah bantal atau dalam bambu lebih aman juga terjamin,” tuturnya.(den)

loading...