Awas Hoaks Bergentayangan

Sebaran berantai postingan informasi tentang Covid-19 yang ada di media sosial sangat membuat resah. Masyarakat pun diimbau untuk tidak lekas percaya dengan kabar tersebut.

MIRZA A. MUIN, Pontianak

“SAYA minta masyarakat untuk tidak lekas percaya dengan postingan tentang korona yang disebar berantai di media sosial dan grup WhatsApp, ” pinta Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, kemarin di Pontianak.

Agar sebaran informasi yang belum diketahui kebenarannya itu tak semakin membuat resah masyarakat, ia pun meminta dinas terkait segera melakukan tindak lanjut. Tindak lanjut yang dimaksud dia seperti membuat penjelasan informasi terkini korona sebagai langkah filterisasinya. Untuk informasi terkini korona, kata dia, saat ini sudah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dan bisa diakses ke alamat link http://covid19.pontianakkota.go.id/statistik. Selain itu, informasi tentang Covid-19 yang ditangani Pemkot pun bisa diakses satu pintu. Ia juga melimpahkan informasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak.

Terpisah anggota DPRD Kota Pontianak, M. Yuli Armansyah meminta agar Pemkot melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) dapat melakukan tindakan cepat, menyoal informasi tentang Covid-19 di media sosial ataupun pesan berantai WhatsApp yang kerap membuat resah masyarakat.

Masyarakat diminta dia juga tidak gampang percaya dengan informasi atau video yang diunggah. Ada baiknya sebelum informasi tersebut dibagikan, pengguna medsos disarankan dia agar lebih cermat dan berpikir berulang-ulang.

Akibat informasi yang belum tentu kebenarannya, diakui dia, terjadilah kehebohan yang dirasa di tataran masyarakat akar. “Di sinilah peran Diskominfo. Mereka harus bisa memfilter dan menjernihkan infromasi yang beredar tersebut. Jika terlalu lama dibiarkan, bahaya, karena akan membawa keresahan ditataran masyarakat,” katanya.

Menanggapi informasi Covid-19, ia pun meminta agar di tataran Pemkot memiliki tim khusus sebagai filterisasi informasi yang belum tentu kebenarannya. Yang berhak bicara dan paham tentang persoalan ini, menurut dia, adalah Dinas Kesehatan dan Wali Kota Pontianak. (*)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!