Ayah Intimi Anak Tiri

Sap

KETAPANG – Entah apa yang merasuki Sap. Pria berusia 44 tahun ini tega melakukan hal tak senonoh kepada Bunga, gadis berusia 12 tahun yang tak lain adalah anak tirinya. Tak hanya sekali, pelaku melakukan aksi bejatnya tersebut berulang kali. Namun, sepandai-pandainya menyembunyikan bangkai, baunya akan tercium juga. Sap pun ditangkap polisi dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Ketapang, AKBP R Siswo Handoyo, mengatakan kasus pencabulan oleh ayah terhadap anak tirinya tersebut terjadi sejak beberapa bulan lalu, namun baru terungkap pada 25 November 2019.

“Pelakunya adalah ayah tirinya. Korban masih berusia 12 tahun. Pelaku sudah beberapa kali melancarkan aksinya, namun baru terungkap pada 25 November kemarin,” kata Handoyo, kemarin (28/11).

Dia menjelaskan, pelaku melancarkan aksinya sejak beberapa bulan lalu. Aksi bejat pelaku selalu dilakukan di rumah di saat ibu korban sedang tidak di rumah.

“Pelaku mengaku melakukan hal ini telah berulang kali, pasalnya korban mengaku setidaknya pelaku sudah menggagahi korban sebanyak empat kali sepanjang tahun 2019 ini. Pelaku melancarkan aksinya di rumah korban di Desa Sungai Melayu Baru Kecamatan Sungai Melayu Rayak,” jelasnya.

Selama melancarkan aksinya, pelaku kerap mengancam korban. Pelaku juga mengancam korban untuk tidak menceritakan hal tersebut kepada siapapun, termasuk ibunya. Akan tetapi, kejahatan pelaku akhirnya terbongkar juga.

Berawal dari kecurigaan ibu kepada korban yang kerap mengeluh sakit saat buang air kecil. Curiga anaknya kenapa-kenapa, sang ibu pun meminta anaknya untuk menceritakan. Korban pun akhirnya menceritakan apa yang telah dialaminya.

“Kasus ini pertama kali diketahui ibu kandungnya sendiri pada Senin 25 November 2019. Sang ibu merasa curiga dan penasaran pada anaknya yang selalu kesakitan saat buang air kecil. Korban pun menceritakan kepada ibunya bahwa dirinya telah disetubuhi pelaku sebanyak empat kali,” ungkap Handoyo.

Mendengar penjelasan tersebut, ibu korban merasa tidak terima atas perbuatan Sap. Dia pun langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Ketapang pada Selasa (26/11) malam. Polisi pun melakukan penyelidikan atas laporan tersebut dan meminta keterangan kepada pelapor dan korban.

Setelah mendapatkan keterangan dan barang bukti yang cukup, polisi menangkap sang ayah bejat tersebut. Sap ditangkap tanpa perlawanan. Kini dia  mendekam di balik jeruji besi Polres Ketapang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Pelaku mengakuinya. Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman. Jika terbukti, pelaku terancam hukuman 20 tahun penjara,” pungkasnya. (afi)

loading...