Ayah Kendalikan Bisnis Narkoba dari Dalam Penjara

Penangkapan narkoba

Petugas BNN saat mengamankan tersangka di Aceh. Istimewa

PONTIANAKPOST.CO.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali membongkar penyelundupan barang haram jenis sabu-sabu jaringan Indonesia-Malaysia. Parahnya, jaringan itu dikendalikan oleh narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pekanbaru, Riau, Faisal Nur alias Ayah.

“Menurut keterangan para tersangka bahwa seluruh kegiatan tersebut dikendalikan oleh Faisal Nur alias Ayah, narapidana Lapas Pekanbaru, Riau,” kata Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal Arman Depari, Rabu (4/9).

Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat akan adanya peredaran sabu lintas negara. BNN melakukan penyelidikan di wilayah Simpang Ulim, Aceh guna memastikan informasi tersebut. Hasilnya, petugas menangkap dua orang. Mereka ditangkap saat menghentikan mobil yang ditumpangi di pinggir jalan raya Medan-Aceh.

“Saat penggeledahan terhadap mobil tersangka, ditemukan narkotika jenis sabu sebanyak 16 bungkus,” ungkap jenderal bintang dua itu.

Arman menuturkan, berdasar hasil interogasi, kedua tersangka mengakui sabu 16 bungkus atau sekitar 16 kilogram itu diperoleh dari Sabaruddin alias Cekbah atas suruhan seseorang bernama panggilan Ayah. “Rencananya narkoba tersebut akan diedarkan di wilayah Palembang,” tegas Arman.

Informasi itu dikembangkan tim BNN. Alhasil sejumlah tersangka lain ditangkap, termasuk Cekbah yang berperan sebagai koordinator transporter dan penjemput narkotika dari laut ke darat. Tidak hanya itu, BNN menangkap pula Marzuki, yang berperan sebagai penyimpan barang. “Serta oknum TNI AD atas nama Kopda An, yang berperan sebagai penerima barang dari Marzuki,” ujar Arman.

Total delapan tersangka diamankan dalam serangkaian penangkapan itu. Mereka adalah Edi Saputra, kurir dari Malaysia ke Aceh, Hasanuddin selaku penyedia transporter dan kurir, Sabaruddin alias Cekbah, Marzuki, oknum TNI AD Kopda An. Kemudian, Ridwan Mahmud yang berperan selaku pengantar barang kepada Kopda An, dan Murziyanti sang pengendali barang serta kurir darat, dan Fitriani yang berperan sebagai penerima barang dari Malaysia.
“Tersangka Kopda An telah diserahkan ke Pom Dam Iskandar Muda (Aceh),” ungkap Arman.

Adapun barang bukti yang diamankan antara lain narkoba jenis sabu 16 kilogram, mobil Toyota Avanza warna silver, paspor atas nama Edi Saputra, SIM, KTP, kartu perbankan, tiket pesawat atas nama Fitriani tujuan Banda Aceh – Kuala Lumpur, dan Kuala Lumpur – Banda Aceh tanggal 23 Agustus 2019, tujuh unit telepon seluler, paspor atas nama Murzianti dan Fitriani. “Delapan tersangka saat ini telah dibawa ke gedung BNN, Cawang,” pungkas mantan Kapolda Kepulauan Riau itu. (ody)

Read Previous

Indihome, Hubungkan Kebaikan

Read Next

KPK Amankan Bupati Gidot dan Uang Ratusan Juta

Tinggalkan Balasan

Most Popular