Bagi Keseharian Pramugari Lewat Kanal YouTube

BERKECIMPUNG di dunia penerbangan jadi cita-cita Sheryl sejak SMA. Awalnya, dara cantik ini berkeinginan menjadi pilot. Meski tidak berhasil mencapai keinginannya menerbangkan pesawat, Sheryl justru diberikan rezeki untuk menjadi pramugari salah satu maskapai Indonesia. Kini ia juga aktif membagikan konten-konten menariknya sebagai pramugari lewat kanal YouTube pribadinya.

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Sheryl mengatakan sebelum terjun sebagai pramugari, ia sempat mengikuti sekolah ground staff pasca menyelesaikan pendidikan di SMA Taruna Bumi Khatulistiwa Kubu Raya. Namun, di pertengahan jalan ia mendapatkan informasi rekrutmen pramugari di Pontianak. Ia pun mendaftarkan diri.

“Karena awalnya bercita-cita menjadi pilot dan belum berkesempatan, jadi cari yang paling mendekati atau menyerupai model perkejaan pilot, yakni pramugari. Dari situ Sheryl menyakinkan diri menjadi pramugari,” katanya.

Puji Tuhan, perempuan kelahiran Pontianak, 10 Oktober 2000 ini lulus dalam satu kali tes. Demi mengejar mimpinya terjun di dunia penerbangan, Sheryl pun memutuskan untuk berhenti sekolah ground staff dan langsung melanjutkan training yang diadakan perusahaan maskapai tersebut.

“Selama masa training, kami diajarkan penguasaan Bahasa Inggris, tentang keamanan (safety), pengetahuan perusahaan, crew resort management service, inflight medical emergency, aircraft type, dan masih banyak lagi,” ujar Sheryl.

Sheryl berhasil menyelesaikan masa training selama kurang dari enam bulan hingga ia terbang. Kebetulan Sheryl tidak ada mengulang kelas, sehingga semuanya berjalan cepat. Sheryl bercerita masa training ini seperti sistem kuliah, siapa cepat itulah yang selesai lebih dulu.

Setelah menyelesaikan masa training, Sheryl tidak langsung terbang begitu saja. Ia harus menunggu beberapa rekan lainnya yang beberapa diantaranya mengulang kelas. Baru setelah itu ia dan rekan lainnya mengikuti ujian dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU).

Proses ujian dilakukan saat pesawat terbang. Saat itu, Sheryl dan rekan lain didampingi instruktor dan penguji dari DKPPU. Penguji akan menanyakan seputar peraturan yang berlaku di pesawat dan melihat bagaimana ia dan rekan menyelesaikan jika ada masalah saat penerbangan berlangsung.

“Salah satu contohnya, ketika itu penguji menanyakan jika tiba-tiba ada asap, apa yang harus Anda lakukan,” ucapnya.

Sheryl dinyatakan lulus. Ia mulai aktif terbang sebagai pramugari, tanpa didampingi instruktor pada 7 Mei 2018 dengan pesawat Airbus 320. Sheryl ingat rute pertamanya kala itu Jakarta-Batam. Kemudian Jakarta-Medan. Ia juga sempat bermalam di Medan.

“Bangga bisa mewujudkan impian terjun di dunia penerbangan. Pertama kali terbang sempat bingung,” sambung Sheryl.

Banyak hal menyenangkan yang Sheryl rasakan selama menjadi pramugari. Selain bisa jalan-jalan, ia juga banyak bertemu orang baru. Sheryl juga jadi lebih dewasa, bertanggung jawab, melihat sesuatu dari segala sisi dan masih banyak lagi. Sheryl juga memiliki penerbangan paling berkesan.

“Rasanya mimpi bisa menginjakkan kaki di wilayah Ttmur Indonesia. Melihat surganya Indonesia di usia yang menurut saya masih terbilang muda,” ungkapnya.

Kini, sudah lebih dari 30 kota dikunjungi Sheryl. Sheryl juga sudah melakukan penerbangan ke luar negeri, yakni Singapura dan China. Meski begitu menikmati menjadi seorang pramugari, Sheryl juga terkadang merasa sedih karena waktu bersama keluarga tercintanya jadi terbatas.

“Sedih, tapi dukungan dan doa dari mama dan papa membuat saya jadi lebih kuat dan semangat,” tambah Sheryl.

Bercerita tentang penumpang, Sheryl pernah bertemu dengan penumpang yang kerap ngomel dan ngedumel. Termasuk di masa pandemi Covid-19 saat ini. Banyak penumpang yang tidak terima duduk bertiga. Menurut Sheryl, aturan saat ini sudah memperbolehkan duduk bertiga.

Tentunya, dengan syarat memenuhi protokol kesehatan seperti rapid test, menggunakan masker, dan faceshield. Sayangnya, masih banyak penumpang yang suka pindah tempat duduk seenaknya dan itu membahayakan. Karena di pesawat ada yang namanya perhitungan tempat duduk.

“Tujuan perhitungan ini agar pesawat seimbang,” ucap anak kedua pasangan Sie kiong dan Lie mie ini.

Sheryl menyatakan jika masalah masih di sekitar ground, pramugari bisa memanggil ground staff untuk menjelaskan kepada penumpang. Tapi, jika memang saat itu pramugari yang harus turun langsung, Sheryl sudah memiliki cara untuk menyelesaikannya sendiri sebelum memanggil ground staff.

Sheryl menginfokan bahwa penerbangan sudah menyesuaikan peraturan yang berlaku. Di samping itu, menanyakan pemenuhan persyaratan terbang penumpang. Biasanya penumpang akan menggangguk. Dan karena ditanya balik, terkadang penumpang juga takut sendiri.

“Akhirnya, penumpang tidak memperpanjang masalah. Penerbangan di masa pandemi Covid-19 ini tetap social distancing,” sahut perempuan yang pernah meraih title Pesona Wajah Indonesia Tahun 2016.

Perempuan yang semasa sekolah pernah mengikuti ajang Jambore International Tahun 2013 di Brunei Darussalam ini terbilang aktif membuat video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya. Konten yang ditampilkan lebih banyak mengenai dunia penerbangan, khususnya bagian cabin crew.

“Saya ingin memberi gambaran seperti apa nyatanya seorang pramugari kepada masyarakat yang tertarik dengan profesi ini,” timpalnya.

Sheryl tidak menyangka videonya mendapat respon positif dari masyarakat. Bahkan ia sempat terharu dengan komentar salah satu viewers. Sang viewer menuliskan bahwa ia sempat putus asa menjadi pramugari, tapi berkat video yang dibuat Sheryl, yang bersangkutan kembali semangat menggapai cita-citanya.

Selain membahas mengenai cabin crew, perempuan manis ini juga menampilkan konten lain, seperti aktivitas keseharian yang dilakukannya dan hidup minimalis, kehidupan saat berasrama saat SMA (sesekalo), produk kecantikan, serta tutorial make-up dan rambut pramugari. Ke depannya, Sheryl berharap bisa memberi informasi sebanyak-banyaknya kepada masyarakat di luar mengenai dunia penerbangan.**

error: Content is protected !!