Bakal Digelar Salat Istisqa

KORBAN ASAP: Satu di antara tiga siswi SMAN 1 Sukadana yang sempat dilarikan ke Puskesmas Sukadana, beberapa waktu lalu, lantaran gangguan pernapasan. Kondisi ini terjadi akibat pekatnya kabut asap di wilayah Kayong Utara. ISTIMEWA

SUKADANA – Wakil Bupati (Wabup) Kayong Utara Effendi Ahmad melontarkan rencana mengenai pelaksanaan salat Istisqa atau meminta hujan, menyikapi persoalan kemarau berkepanjangan serta tebalnya kabut asap melanda Kayong Utara, akhir-akhir ini. Langkah ini dilakukan merekka sebagai salah satu upaya umat Islam untuk bertawakal agar diturunkannya hujan.

“Berharap memang segera kita lakukan untuk menggelar salat Istisqa untuk meminta hujan. Apa lagi ini memasuki kemarau yang cukup panjang.  Berkaitan hal ini, kita meminta kepada (Bagian) Kesra agar dapat mengundang MUI, NU, Muhammadiyah, untuk melakukan koordinasi agar salat Istisqa dapat kita lakukan,” terang Wabup di Sukadana, Selasa (10/9) lalu.

Selain itu, Wabup juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sebab, sambung dia, hal tersebut akan memperburuk situasi saat ini. Diingatkan dia, kini Kayong Utara dilanda dengan tebalnya kabut asap bersama daerah-daerah lain yang berdekatan. “Kita juga sudah lakukan kampanye dan mengimbau kepada masyarakat agar tidak membakar lahan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wabup juga menyarankan agar sekolah-sekolah yang ada di Kayong Utara dapat mengambil kebijakan meliburkan siswa-siswinya. Namun, dia juga berharap agar kebijakan tersebut harus sesuai dengan kondisi kabut asap di masing-masing wilayah. Tentunya, menurut dia, hal tersebut berdasarkan Surat Edaran Dinas Pendidikan pada jenjang TK, SD, SMP negeri/swasta.

“Masing-masing sekolah silakan menganlisa. Kalau memang kira-kira bahaya, terlebih menyangkut masalah ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) sebaiknya diliburkan. Karena beberapa daerah melakukan hal yang sama,” terang Wabup saat ditemui di Sukadana, Selasa (10/9).

Dia juga berpesan kepada masyarakat Kayong Utara agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sebab, hal tersebut dikhawatirkan dia dapat menambah kepekatan kabut asap. “Bahkan untuk yang merokok pun hati-hati ketika membuang puntung rokok. Karena khawatir akan merambat dan terjadi hal-hal tidak diinginkan. Karena yang belum dipadamkan juga bisa merambat,” jelasnya.

Salah satu warga, Rudi, berharap, dengan diselenggaranya salat Istiqa tersebut, hujan pun segera turun. Pasalnya, diakui dia bahwa kabut asap dan kesulitan air saat ini hanya dapat teratasi dengan turunnya hujan. Karena, menurut dia, sudah selayaknya saat ini meminta pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena, lanjut dia, manusia memiliki keterbatasan berkaitan mengahadapi kesulitan air bersih dan kabut aspat yang disebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Memang sudah selayaknya kita segera menggelar salat Istiqa. Karena sesungguhnya manusia memiliki keterbatasan untuk menghadapi permasalahan yang saat ini sedang dialami kita bersama,” ungkapnya. (dan)

Read Previous

Optimis Pertahankan Juara Umum MTQ

Read Next

Bangun Jalan Utama, Jembatan dan Rabat Beton

Tinggalkan Balasan

Most Popular