Bakti Kemanusiaan Gemawan dan Kelompok Masyarakat Sipil Kalbar untuk Korban Banjir

BAKTI KEMANUSIAAN: Para anggota 28 lembaga, komunitas dan badan usaha melakukan bakti kemanusiaan untuk korban banjir (Istimewa)

PONTIANAK – Lembaga Gemawan bersama kelompok masyarakat sipil di Kalimantan Barat menggelar bakti kemanusiaan terkait dengan bencana banjir. “Kami merasa prihatin dengan bencana banjir yang telah melanda Sintang, Sekadau, dan sekitarnya sejak akhir Oktober hingga saat ini,” kata Koordinator Relawan yang juga Ketua Unit Early Warning and Early Response Gemawan, Mawardi, dalam siaran persnya kemarin.

Ia berharap aksi kemanusian ini menumbuhkan rasa kepedulian dan dapat meringankan beban masyarakat korban banjir di Kabupaten Sintang dan sekitarnya.

“Aksi kemanusiaan ini akan terus berlanjut dengan aksi kerelawanan lainnya. Penggalangan dan penggunaan dana akan dilaporkan kepada publik sebagai donatur melalui kanal kitabisa.com dan sosial media instagram @gemawan_org serta sosial media organisasi relawan lain yang tergabung dalam aksi kemanusiaan ini,” jelasnya.

Mawardi mengatakan, dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sintang, air menggenangi 12 kecamatan di Kabupaten Sintang, antara lain Kecamatan Kayan Hulu, Kayan Hilir, Sintang, Binjai Hulu, Tempunak, Kelam Permai, Sei Tebelian, Ketungau Hilir, Sepauk, Dedai, Serawai dan Ambalau.

Sebanyak 140.468 orang terdampak dan 35.117 unit rumah terendam banjir hingga ketinggian 3 meter. Sedangkan mereka yang mengungsi berjumlah 7.545 KK atau 25.884 jiwa. Warga yang mengungsi tersebar di 32 pos pengungsian. Tak hanya itu, beberapa orang juga dilaporkan meninggal dunia akibat banjir.

“Kami bersama dengan 28 lembaga, komunitas dan badan usaha melakukan bakti kemanusiaan,” terang Mawardi.

Adapun lembaga/ komunitas dan badan usaha itu antara lain Swandiri Institute, GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) Kalimantan Barat, DPD PA GMNI (Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), GPM (Gerakan Pemuda Marhaenis), BAPENA (Badan Pertolongan Bencana), ICRAFT, The Buskers, Aliansi Paraboror, Explore Travel Entertainment, Tristan, RSB, Nasi Jalang, Kartel, Wahana Laundry, Ohana Laundry, ABCoffee, Kedai Udut, Rebahan Collective, Pontianak Distribution, Bahri Sound Equipment, Indonesian Sketcher Pontianak, YO!, Merah Jingga, Label Wild Bornean, RSB hidroponik, Yoga: Ekspedisi Warna Indonesia, The Pongo Festival, dan Tristan.

Selain itu, pihaknya juga masih melakukan penggalangan dana secara daring melalui https://kitabisa.com/campaign/banjirborneo yang dimulai dari Rabu (10/11) dan telah dilakukan penarikan pertama sebesar Rp1.500.000,00.

Penggalangan dana hingga saat ini masih dibuka. Selain melalui kanal kitabisa.com relawan yang tergabung dalam aksi kemanusiaan ini melakukan penggalangan dana melalui konser amal “Be The Change For Climate” Solidaritas Penggalangan Dana Banjir Kalbar pada Kamis (11/11) yang diisi berbagai pegiat, komunitas, pekerja seni di Kalimantan Barat.
“Penggalangan dana juga dilakukan dengan lelang lukisan yang diinisiasi The Pongo Festival, dan menerima sumbangan pribadi, baik berupa uang, bahan pangan, perlengkapan bayi, dan baju layak pakai,” sambung Mawardi.

Ia menyebutkan, tercatat, bantuan dana yang terkumpul per tanggal 18 November sebesar Rp12.125.000,00. Dana itu kemudian digunakan untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras, minyak, sayuran, gula, kopi, serta obat- obatan.

“Bantuan didistribusikan melalui posko bersama di kantor Swandiri Inisiatif Sintang serta beberapa titik posko relawan lain yang didirikan masyarakat secara sukarela,” pungkasnya. (mse)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!