Baku Hantam Kepala Dinas dan Anggota DPRD Kayong Utara, Ternyata ini Penyebabnya

Potongan video yang viral di sosial media. foto istimewa

SUKADANA – Salah satu warga Kayong Utara Abdul Rani yang juga tokoh pemekaran Kabupaten Kayong Utara prihatin atas sikap eksekutif dan legislatif Kayong Utara tidak dapat memberikan contoh baik bagi masyarakat pada rapat di kantor DPRD Kayong Utara, Selasa (9/6) yang berakhir saling dorong dan pukul meja.

Untuk diketahui, pada rekaman video yang tersebar tampak Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (SP3APMD), Mac Novianto, Kepala Desa Panggkalan Buton Anshari, dan sejumlah anggota DPRD Komisi III.

“Di mata masyarakat sungguh sangat memalukan antara eksekutif maupun legislatif, sehingga tidak memberikan edukasi baik. Semestinya hal itu tidak mesti terjadi semuanya yang hadir pejabat pejabat yang harus memberikan contoh tauladan, “kata Abdul Rani, Rabu (10/6).

Kepada Bupati Kayong Utara ia berharap agar dapat mengevaluasi kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Selain itu, ia meminta kepada pemerintah agar dapat segera mencarikan solusi terbaik terkait penyaluran BLT.

“Bupati perlu mengevaluasi kinerja pejabat yang arogan seperti itu, mencari solusi terhadap penyaluran BLT DD yang di amanahkan oleh peraturan pemerintah. Sebab di satu sisi pihak kepala desa di desak oleh masyarakat untuk segera menyalurkan bantuan. Sementara Pemkab Kayong Utara tidak membantu kekurangan dana yang akan di salurkan oleh pemerintah desa,” timpalnya.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (SP3APMD), Mac Novianto dalam rekaman vidio tersebut terlihat ia sedang menjelaskan data yang ada di kementrian.

Ia mengatakan, mengenai data-data desa yang ada kalau ada warga yang seharusnya tidak dapat, itu mekanismenya prosedurnya melalui musdes. “Jadi kalau ada yang punya walet artinya mampu lewat Musdes itu diharuskan dari data tersebut. Hasil dari Musdes tadi akan di sampaikan ke kementerian,” terangnya dalam rekaman vidio yang tersebar.

Belum selesai menjelaskan, salah satu anggota DPRD Kayong Utara memotong penjelasan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (SP3APMD), Mac Novianto.

“Pimpinan, terlalu lamban pimpinan, kan persoalnnya hanya dana DD yang tidak bisa disalurkan. Jawab itu aja, bagaimana mekasnismenya, solusianya sepeti apa, gak usah cerita – cerita itu. Ini sudah jam 11 kita jam 12 berhenti, “kata salah satu anggota DPRD KKU dalam rekaman vidio.

Selanjutnya Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (SP3APMD), Mac Novianto melanjutkan penjelasannya, namun tidak lama kemudia terdengar suara pukulan meja baik dari anggota DPRD maupun kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (SP3APMD) sehingga pada rapat tersebut berakhir saling dorong.

Untungnya petugas Sat Pol PP pun langsung mengambil langkah untuk mengamankan rapat yang berujung saling pukul meja dan dorong tersebut.

Saat dikonfirmasi Pontianak Post Ketua DPRD Kayong Utara Sarnawi belum bisa memberikan penjelasan, lantaran sedang berada dalam perjalanan. “Saya lagi dalam speed, di jalan. Nanti malam saya konformasi,” tulisnya dalam pesan WhatsApp kepada Pontianak Potianak Post, Rabu (10/6). (dan)

loading...