Balek Kampong Tawarkan Agrowisata Terpadu

MEMANCING : Seorang pengunjung sedang memancing di kolam pemancingan Wisata Balek Kampong. Kolam Pemancingan adalah salah satu fasilitas yang disediakan di destinasi wisata yang satu ini.SITI/PONTIANAK POST

PONTIANAK – Destinasi wisata ‘Balek Kampong’ terus menambah beragam fasilitas supaya menjadi agrowisata terpadu. Destinasi wisata yang berlokasi di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya ini, menggabungkan konsep wisata alam berbasis edukasi.

Pemilik Wisata Balek Kampong, Ishaq menuturkan, destinasi wisata yang ia bangun, mengusung konsep agrowisata terpadu dengan menyajikan wisata alam suasana kampung, dengan ada edukasi di dalamnya. “Konsepnya adalah seperti kita merasakan suasana saat balek kampong (balik kampung, red), merasakan makanan khas kampung, pengalaman memetik sayur, atau memancing,” ungkap Ishaq.

Progres pembangunan objek wisata yang baru beroperasi di tahun 2019 ini, dikatakan dia baru sekitar 30an persen. Karena masih ada banyak fasilitas yang belum dibangun, maka hingga saat ini ia belum meluncurkan secara resmi kawasan wisata tersebut, kendati sudah dibuka serta dapat dinikmati oleh para pengunjungnya. “Launching-nya nanti tunggu sudah terbangun sekitar 80 persen. Kami mau tambah lapangan tembak, arena outbond, tempat seminar, tempat pernikahan, dan lain-lain,” kata dia.

Sudah berjalan hampir empat bulan lamanya, diakui dia, tempat tersebut sudah mulai banyak dikenal oleh masyarakat luas. Hal tersebut terlihat dari jumlah kunjungannya yang semakin ke sini, semakin ramai. “Tempat ini sudah mulai ramai pengunjung, bahkan pernah kita sehari sampai ribuan pengunjung,” sebut dia.

Wisata Balek Kampong diakui oleh Ishaq dibangun atas inisiatif pribadinya yang melihat adanya potensi lahan perkebunan yang ia miliki di desa tersebut. Ia pun semakin mantap mengembangkan kawasan perkebunan tersebut, lantaran di Kota Pontianak dan Kubu Raya belum memiliki tempat wisata alam yang jaraknya terjangkau.

Desa Kalimas yang terletak tidak jauh dari pusat kota, menurutnya, dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat yang membutuhkan suasana alam dengan fasilitas pendukungnya. “Saya lihat ada potensi kebun, kemudian saya coba olah, dan dibuatlah kolam pemancingan. Awalnya iseng, ternyata respon masyarakat sangat bagus,” tutur dia.

Saat ini, selain kolam pemancingan, tempat wisata ini telah menyediakan banyak fasilitas, seperti saung, tempat bermain anak, arena panahan, serta beberapa spot menarik untuk berswafoto di sana. Pengunjung juga dapat memetik sayuran di kebun yang tersedia di sana, seperti kacang pajang, timun, dan lain sebagainya. “Ke depannya kita juga akan adakan budidaya madu kelulut. Intinya kami menghadirkan wisata murah, dan pengunjungnya dapat ilmu,” tutur dia.

Tentu saja, tambah dia, suasana ala kampung, juga berusaha ia hadirkan, dengan tetap mempertahankan keasrian tempat tersebut. Di samping itu, kuliner ala kampung juga tersedia di sini yang akan memanjakan lidah para penikmatnya. (sti)

Read Previous

Aturan Denda Uang Digodok

Read Next

Tolak Dua Raperda Usulan Eksekutif

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *