Balita 3 Tahun Meninggal Terpanggang

PADAMKAN API: Warga memadamkan api dengan alat seadanya di kebakaran di Kendawangan. Tiga ruko ludes. ISTIMEWA

Tiga Ruko Kendawangan Ludes

KENDAWANGAN – Duka mendalam dirasakan oleh pasangan suami istri, Suratman dan Siti Solihah. Selain harus kehilangan harta bendanya, mereka juga harus merelakan kepergian anak bungsunya, Haris (3), pada musibah kebakaran yang terjadi pada Sabtu (7/12).

Kebakaran hebat melanda tiga rumah toko (ruko) di Desa Banjarsari Kecamatan Kendawangan pada Sabtu (7/12) sekitar pukul 10.30 WIB. Kebakaran diduga akibat hubungan pendek arus listrik dari ruko yang ditempati oleh Suratman dan Siti Solihah.

Kapolsek Kendawangan, AKP Frits Orlando Siagian, mengatakan asap pertama kali terlihat dari ruko bagian belakang yang ditempati oleh Siti Solihah. “Yang pertama kali mengetahui ada kebakaran itu Siti Solihah. Dia melihat asap sudah mengepul dari bagian belakang ruko,” kata Frits, kemarin (8/12).

Dia menjelaskan, mengetahui ada kepulan asap, Siti langsung berteriak meminta tolong kepada warga. Sembari meminta pertolongan warga sekitar, Siti menyuruh kedua anaknya keluar dari rumah. Dia pun mencoba menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dikeluarkan dari dalam ruko. “Ibu Siti ini berjualan kain dan gorden,” jelasnya.

Banyaknya bahan yang mudah terbakar di dalam ruko membuat api dengan cepat membesar. Siti baru menyadari jika anak bungsunya yang masih berusia 3 tahun masih berada di dalam rumah. Sementara kobaran api dan kepulan asap semakin pekat keluar dari dalam rumah. “Pengakuan dari Ibu Siti, anak bungsunya ini sedang tiduran main HP di ruangan belakang,” jelasnya.

Warga bergotong royong mencoba memadamkan api dengan alat seadanya. Tidak adanya mobil pemadam yang dimiliki oleh desa maupun pihak kecamatan membuat api merembet ke dua ruko lainnya. Beruntung masih ada mobil pemadam milik Manggala Agni yang datang memadamkan api. Tidak lama berselang, mobil pemadam milik PT. WHW juga datang membantu memadamkan api.

Api baru bisa dipadamkan dua jam kemudian. Setelah api berhasil dipadamkan, warga mencoba masuk ke dalam bangunan yang sudah terbakar untuk mencari anak bungsu Siti. Tangis pun pecah saat jasad balita 3 tahun tersebut ditemukan di bawah reruntuhan rumah dengan kondisi yang sudah hangus terpanggang. “Jasad korban ditemuka sudah meninggal dunia,” ungkap Frits.

Selain menewaskan seorang balita, kebakaran tersebut juga menghanguskan sebagian besar barang-barang yang berada di dalam ruko. “Ruko yang terbakar itu ada tiga. Satu ruko ditempati Siti Solihah ini menjual kain dan gorden. Dua ruko lainnya merupakan salon dan warnet. Kerugian pastinya masih belum tahu. Tapi diperkirakan sekitar Rp500-Rp600 juta,” papar Frits.

Staf Desa Banjarsari Kecamatan Kendawangan, Angga Saputra, mengatakan kebakaran seperti ini sudah terjadi untuk ketiga kalinya sepanjang tahun 2019. Ini membuktikan bahwa Kendawangan sudah pantas memiliki mobil kebakaran yang memadai, sehingga apabila ada kejadian kebakaran bisa cepat ditanggulangi.

“Tentunya kita harapkan bisa menghindari adanya korban. Kami berharap, baik Pemerintah Daerah maupun Kecamatan, untuk bisa mengadakan unit mobil pemadam kebakaran untuk Kecamatan Kendawangan, khususnya untuk daerah pasar yang rentan terjadinya kebakaran,” harapnya. (afi)

Read Previous

10 Dusun di Paloh Dikepung Banjir

Read Next

Uang Dino Kembali Hanya Selang Sehari