Bandara Singkawang Layak Investasi

bandara singkawang

BANDARA: Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie saat menyampaikan presentasinya dalam “Market Sounding” proyek kerjasama pemerintah badan usaha Bandara Udara Singkawang di Jakarta, Senin (7/10). Acara ini dihadiri Menhub RI Budi Karya, Kepala BKPM Thomas Lembong, perwakilan Bappenas, Perwakilan duta besar negara tetangga, perwakilan lembaga keuangan, airport manager, konsultan dan investor baik dalam dan luar negeri. IST

SINGKAWANG – Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan bandar udara (Bandara) Singkawang sangat layak bagi pengusaha atau badan apapun untuk menanamkan modal dalam pembangunannya.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie saat menyampaikan presentasinya dalam “Market Sounding” proyek kerjasama pemerintah badan usaha Bandara Udara Singkawang di Jakarta, Senin (7/10).

Kegiatan yang difasilitasi Kementerian Perhubungan RI dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI langsung dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya, serta Kepala BKPM, Thomas Lembong,  perwakilan Bappenas, Perwakilan duta besar negara tetangga, perwakilan lembaga keuangan, airport manager, konsultan dan investor baik dalam dan luar negeri. Ada juga Sekda Singkawang Sumastro serta tim pembangunan Bandara Singkawang.

Wali Kota berharap adanya Market Sounding ini nantinya akan mempercepat pembangunan Bandara kota Singkawang. Selain itu, Wali Kota menyampaikan promosi Singkawang yang memiliki letak strategis di Kalimantan Barat.

Wali Kota Singkawang pun menyebutkan bahwa mengapa proyek Pembangunan Bandara Singkawang ini sangat layak bagi para investor menanamkan modalnya.

Pertama, kata dia, karena Singkawang merupakan daerah strategis di pesisir utara Kalbar. Kedua, Singkawang merupakan destinasi wisata Kalbar yang setiap tahunnya wisatawan yang berkunjung ke Singkawang terus mengalami peningkatan.

Dijelaskannya untuk tahun 2016 jumlah total wisatawan ke Singkawang mencapai 514.989 orang, dimana 1.120 orang wisataan berasal dari luar negeri. Kemudian tahun 2017, jumlah wisatawan datang ke Singkawang meningkat menjadi 652.184 orang dimana 1.095 adalah wisatawan mancanegara. Lalu di tahun 2018, jumlah wisatawan terus meningkat tajam mencapai 721.967 orang, dimana 2.417 orang adalah turis asing.

“Meningkatnya kunjungan wisatawan domestik dan luar negeri ini karena Singkawang memiliki even kelas internasional bahkan masuk dalam daftar 100 kelenderi pariwisata Indonesia yakni Cap Go Meh, maupun Naik Dango,” jelasnya.

Tak hanya itu, kata Wali Kota, even keagamaan seperti Sembahyang Kubur (Ceng Beng) juga menjadikan kota ini ramai dikunjungi oleh warga Tionghoa yang menetap dan tinggal di luar Singkawang. Dimana Ceng Beng ini dilakukan warga Tionghoa demi memberikan penghormatan bagi para lelulurnya. “Sembahyang kubur ini dilakukan dua kali dalam setahun,” katanya.

Bahkan Tjhai Chui Mie menyampaikan setidaknya lebih dari 35.000 orang warga Singkawang bermukim di luar Singkawang khususnya di kota besar Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, serta beberapa kota di Sumatra.

Bahkan ia juga menyebutkan untuk diluar negeri setidaknya ada sekitar 30.000 warga Singkawang bermukim di Taiwan.

Selain itu juga, Wali Kota Singkawang mengatakan ramainya wisatawan domestik atau turis asing ke Singkawang karena Singkawang memiliki pesona wisata unik. “Singkawang memiliki wisata pegunungan dan pantai,” katanya. Kini setidaknya ada 20 objek wisata pegunungan, pantai terkelola dengan baik. Sedangkan untuk penginapan Singkawang memiliki hotel hingga hotel berbintang berjaringan Internasional.

Hal lainya, kata dia, investor tidak rugi menanamkan modalnya untuk pembangunan Bandara adalah Singkawang kota yang nyaman dan aman, sehingga predikat Singkawang sebagai Kota Tertolen se-Indonesia tersemat dan diakui Pemerintah pusat, karena berhasil meningkatkan harmonisasi dan kerukunan masyarakat dengan kemajemukan yang ada.

Tak hanya itu, ia mengatakan Singkawang merupakn pusat distribusi barang dan jasa di Kalbar, bahkan Singkawang merupakan salah satu daerah yang maju infrastukturnya dibandingkan wilayah yang hinterlandnya.

Ia berharap “Market Sounding” proyek kerjasama pemerintah badan usaha Bandara Udara Singkawang di Jakarta ini dapat mempercepat pelaksanaan pembangunan Bandara itu sendiri. (har)

Read Previous

Obat Tradisional Lebih Cepat dan Mudah Diperoleh

Read Next

Ulang Tahun ke-6, Ai Xin Undang Pontianak Post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *