Bandara Supadio Dapat Diskon Pajak Rp300 Juta

BAYAR PAJAK: Executive General Manager Bandara Supadio, Eri Braliantoro secara simbolis membayar PBB PT. Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Supadio dan diserahkan ke Plt Kepala BPPRD Kubu Raya, Lugito.  ASHRI ISNAINI/PONTIANAKPOST

Berikan Relaksasi bagi Pelaku Usaha 

SUNGAI RAYA – Melihat cukup banyak pelaku usaha di Kubu Raya yang terdampak langsung akibat adanya pandemi Covid-19, membuat Pemerintah Kubu Raya berinisiatif memberikan relaksasi bagi pelaku usaha atau wajib pajak di kabupaten ini.

Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Supadio menjadi salah satu instansi yang diberikan relaksasi terhadap pembayaran PBB sebesar 19 persen dari jumlah awal sekitar Rp1,5 miliar.

“Kami bersyukur di tengah Pandemi Covid-19 Pemerintah Kubu Raya bersikap bijak dan memberikan relaksasi sebesar 19 persen untuk pembayaran PBB bagi Bandara Supadio, sehingga kali ini nominal yang kami bayarkan menjadi sekitar Rp1,2 miliar,” kata Executive General Manager Bandara Supadio, Eri Braliantoro, Senin (14/9).

Pembayaran PBB PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Supadio diserahkan melalui Plt Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kubu Raya, Lugito di Kantor BPPRD Kubu Raya. “Semoga pembayaran PBB yang kami lakukan ini bisa menjadi poin atau memliki nilai lebih dalam berkontribusi untuk pembangunan daerah di Kubu Raya,” tambahnya.

Sebagai bagian dari wajib pajak, Eri Braliantoro mengimbau masyarakat, para pelaku usaha  atau wajib pajak lainnya di Kubu Raya untuk bisa disiplin dan taat dalam membayar pajak. Dengan menjalankan kewajiban membayar pajak, kata Eri secara tak langung juga mendukung setiap program kerja dan upaya pembangunan di daerah.

Plt Kepala BPPRD Kubu Raya, Lugito mengapresiasi kepatuhan dalam membayar pajak PBB yang dilakukan PT. Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Supadio. “Saya sangat bersyukur dan mengapresiasi pihak Bandara Supadio yang telah melakukan pembayaran PBB sebesar Rp1,2 miliar dari sebelum diberikan relaksasi sekitar Rp1,5 miliar,” ucapnya.

Pembayaran PBB yang dilakukan Bandara Supadio tersebut dinilai Lugito memberikan dampak cukup besar bagi Pemerintah Kubu Raya. Terlebih saat ini pemerintah di kabupaten ini tengah gencar menggali potensi dan meningkatkan kesadaran masyarakat terutama wajib pajak turut serta dalam mendukung program pembangunan daerah di kabupaten ini.

“Tentu dengan hal yang dilakukan pihak Bandara Supadio dengan disiplin dan patuh membayar pajak PBB kali bisa menjadi contoh dan teladan bagi para wajib pajak lainnnya untuk lebih taat dan disiplin dalam membayar pajak. Karena bagaimanapun hasil pembayaran pajak ini nantinya juga menjadi salah satu sumber anggaran yang akan dikelola atau dikembalikan lagi ke masyarakat dalam bentuk pembangunan daerah baik itu infrastruktur, Pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sebagainya bagi masyarakat,” ungkapnya.

Lugito menambahkan, tidak hanya Bandara Supadio Pontianak, selama masa pandemi Covid-19, Pemerintah Kubu Raya juga memberikan relaksasi pembayaran pajak  bagi pelaku usaha lainnya yang memang terdampak langsung akibat pandemi Covid-19.

“Bandara Supadio kami nilai memang sangat terdampak saat pandemi Covid-19, karena membuat aktivitas penerbangan menjadi turun derastis, makanya Pemerintah Kubu Raya memberikan relaksasi atau pengurangan setoran pajak sekitar 19 persen dan kami lihat sampai saat ini pun aktivitas penerbangan di Bandara Supadio masih belum normal,” jelasnya.

Executive General Manager Bandara Supadio Eri Braliantoro menambahkan, hingga saat ini aktivitas penerbangan dan jumlah penumpang di Bandara Supadio masih belum sama saat kondisi normal saat belum adanya pandemi Covid-19.

“Meskipun beberapa waktu terakhir terjadi peningkatan 10 hingga 20 persen jika dibandingkan dengan kondisi paling parah sekitar April, Mei, Juli 2020 lalu. Karena kala itu penurunan bisa sampai 95 persen. Jadi pergerakan kita memang masih turun dari saat kondisi normal,” jelasnya.

Eri menegaskan hingga saat ini, jumlah penumpang di Bandara Supadio memang masih belum normal, terlebih saat ini terdapat sejumlah persyaratan yang diwajibkan bagi para penumpang bandara. “Termasuk persyaratan untuk protokol kesehatan bagi penumpang di pesawat udara dan hal ini juga berdampak pada penurunan jumlah penumpang,” jelasnya.

Melihat masyarakat yang positif terpapar Covid-19 jumlahnya masih naik, Eri Braliantoro pun memperkirakan belum normalnya aktivitas di Bandara Supadio bisa terjadi hingga akhir tahun 2020. “Kemungkinan kondisi belum normal di bandara ini bisa terjadi sampai akhir tahunlah, atau bisa saja sampai adanya vaksin Covid-19 ini,” pungkasnya. (ash)

 

error: Content is protected !!