Bangun Sumber Harapan Sebagai Desa Wisata Berbasis Tenun

tenun sambas
BERBASIS TENUN: Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan Ketua DPRD Sambas berfoto bersama Kepala BI Kalbar, saat Mou bangun desa wisata berbasis tenun. OZY/Pontianak Post

BI dan Pemkab Tandatangani MoU

SAMBAS – Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc MH dan Kepala BI Perwakilan Kalbar, Priyono menandatangani kesepatakan bersama Pemerintah Kabupaten Sambas dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat tentang pengembangan Desa Wisata berbasis tenun di Kabupaten Sambas.

Dalam penandatanganan tersebut, dihadiri Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah SH MH, Sekda Sambas, Ir H Fery Madagaskar MSi, Ketua DPRD Sambas, H Abu Bakar SPd I, sejumlah staf ahli dan asisten, Kepala Diskumindag Sambas, Camat Sambas, para penenun dari Desa Sumber Harapan, Kepala Desa Sumber Harapan.

Kepala BI Perwakilan Kalbar, Priyono mengatakan mengembangkan Desa Sumber Harapan sebagai Desa Wisata berbasis tenun merupakan bagian dari upaya BI untuk mendorong ekonomi daerah, tentu sesuai dengan koridor tugas BI. “Sebenarnya ini bukan kali pertama, tapi sudah sejak 2014. Namun kami coba kembali mengevaluasi, bagian mana yang perlu diperkuat lagi, misalnya kelembagaannya, memang sudah ada koperasi tapi itu (koperasi) akan dilihat lagi,” katanya.

Desa Wisata berbasis tenun, adalah sebuah tujuan yang mungkin dicapai. “Bukan hal tak mungkin, saya optimis, Sambas bisa diangkat ke tingkat lebih tinggi, karena modal dasar ada, semangatnya, kekompakan ibu, terus keikutsertaan tenun sambas juga sudah terlihat, tinggal bagaimana mengisi bagian mana yang perlu diisi, tentunya harus bersinergi, pemda, pihak kampus dan pihak lain,” katanya.

Ini selayaknya akan menggambar utuh sebuah lukisan, sehingga BI tak bisa sendiri. Namun harus didukung semua pihak dan ini harus berkelanjutan dan bertahap. “Ini seperti membuat semacam gambar utuh dalam sebuah lukisan, itu gambar utuh mau dijadikan seperti apa, kampung mau dijadikan seperti itu, bagaimana peran BI, bagaimana peran Pemda,” katanya.

Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc MH mengapresiasi MoU dengan BI perwakilan Kalbar, dengan harapan menjadikan tenun Sambas semakin eksis, di level nasional dan internasional, dan itu demi mendukung salah satu warisan budaya Sambas. “Kami apresiasi BI yang memiliki program agar tenun Sambas mendunia, dan memang tenun Sambas layak mendunia, karena tenun Sambas mewah, berkelas dan luxury, tentu saja kami Pemkab Sambas akan mensupport, sebagai destinasi wisata, kami akan berbenah, rumah tenun sudah dibangun, penenun akan juga dirapikan, agar wisatawan yang datang ke kampung tenun, bisa menenun, melihat display tenun,” katanya.

Pemkab sendiri, juga sudah berupaya mempromosikan tenun Sambas yang usianya lebihd ari 700 tahun lebih. Salah satunya di Komjen Serawak juga menjadi promotor tenun Sambas di even Serawak Kuching. Bahkan, saat ini ada designer nasional mempromosikan tenun Sambas di Hongkong, sudah dimulai ekspose dan presentasi di Hongkong.(fah)

loading...