Banjir Capai Tiga Meter, Terparah di Kecamatan Jelai Hulu Ketapang

KETAPANG – Banjir bandang melanda sejumlah daerah di Kalimantan Barat. Kondisi terparah terjadi di Ketapang, tepatnya di Kecamatan Jelai Hulu, tepatnya di Desa Riam Kota, Riam Danau Kanan dan Desa Kusuma Jaya. Sejumlah warga terpaksa harus mengungsi karena ketinggian air mencapai 3,5 meter. Banjir kali ini lebih tinggi dari sebelumnya.

Camat Jelai Hulu, Markus, mengatakan bahwa banjir kembali merendam sejumlah desa setelah hujan deras mengguyur hulu Sungai Jelai. Akibatnya, air sungai meluap dan merendam sejumlah desa yang berada di bantaran sungai. “Airnya makin naik. Makin parah dari yang kemarin,” katanya, kemarin (10/7).

Dia menjelaskan, banjir kali ini kembali merendam daerah yang sebelumnya terendam banjir. Bahkan, banjir kali ini lebih parah. Sebelumnya, ada 11 desa di Jelai Hulu yang dilaporkan terendam banjir. Desa yang terendam banjir tersebut merupakan daerah yang berada di bantaran Sungai Jelai. “Ini mungkin lebih parah dari banjir yang kemarin. Ketinggian air bahkan saat ini ada yang mencapai 3,5 meter,” jelasnya.

Menurut Markus, desa yang terpapar banjir paling parah yakni desa-desa yang berada di bantaran sungai seperti Desa Riam Danau Kanan dan Desa Kusuma Jaya. “Bahkan ketinggian air sudah mencapai atap rumah warga. Saat ini air masih terus menggenangi permukiman warga karena masih hujan,” jelasnya.

Markus menambahkan pihaknya saat ini juga telah mengevakuasi dan mendata warga-warga yang terdampak banjir. Seluruh warga yang berada di dua desa tersebut telah diungsikan ke tempat-tempat yang lebih tinggi. “Untuk di dua desa yaitu Riam Kanan Kota dan Kusuma Jaya yang tergenang paling parah sekitar 200 KK sudah mengungsi ke tempat yang lebih tinggi,” tambahnya.

Dia mengaku, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak termasuk dengan pemerintah daerah melalui BPBD. Tim dari BPBD pun saat ini sudah ada yang berada di lokasi banjir. “Rencananya besok dari BPBD juga akan tiba untuk memberikan bantuan yang diperlukan oleh warga,” ungkapnya.

Selain di Jelai Hulu, banjir juga merendam sejumlah desa di Kecamatan Tumbang Titi dan Kecamatan Sungai Melayu Rayak. Bahkan, akses jalan tepatnya di Indotani, sempat lumpuh karena ketinggian air lebih dari satu meter. Pengendara terpaksa putar arah karena tidak bisa melintas. Sementara kendaraan roda dua yang tetap ingin melanjutkan perjalanan terpaksa harus menyewa rakit untuk melewati banjir.

Banjir diperkirakan terjadi juga di daerah hilir Sungai Jelai, tepatnya di Kecamatan Manis Mata. Berkaca pada banjir beberapa pekan lalu, sejumlah desa di Manis Mata juga terndam banjir setelah air Sungai Jelai meluap karena curah hujan tinggi. Ada sekitar enam desa yang terendam banjir di kecamatan tersebut. Daerah tersebut memang menjadi daerah langganan banjir karena berada di bantaran sungai.

Sementara itu, banjir juga dilaporkan terjadi di Kapuas Hulu dan Sintang. Di Kapuas Hulu, banjir melanda Bunut Hulu.  Guna mengantisipasi bencana banjir dan longsor, Polsek Bunut melakukan peninjauan ke sejumlah titik daerah rawan banjir, Kamis (9/7/2020).

“Lokasi yang kita tinjau itu di Dusun Agan Jaya, Desa Semangut Utara,” ungkap Kapolsek Bunut Hulu Ipda Bondan Manikotomo, S.Tr.K  Dari pantauan di lapangan kata Kapolsek, debit air cenderung naik, karena diguyur hujan deras dari malam hari.

“Namun warga sekitar belum ada yang mengungsi. Maka kita berikan imbauan untuk tetap waspada terhadap datangnya banjir, karena potensi curah hujan masih cukup tinggi,” kata Kapolsek.

Banjir terjadi akibat meluapnya air dari sungai Batang Tebaung dan Sungai Batang Mentebah dan intensitas kenaikan air cukup signifikan di sejumlah titik di wilayah Bunut Hulu. Hingga Kamis sore, genangan air terus meningkat sekitar 35 cm. Titik yang mengalami banjir di antaranya, Desa Nanga Semangut, Desa Semangut Utara Ketinggian Air, Desa Bakong Permai, Desa Nanga Nanga Suruk, Desa Pantas Bersatu, dan Desa Sungai Besar.

Banjir tersebut mengakibatkan akses jalan dari desa menuju Jalan Lintas Kecamatan terputus. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas sehingga warga harus menggunakan perahu.

“Aktivitas masyarakat sehari-hari agak terkendala. Untuk saat ini upaya yang dilakukan dengan memberikan imbauan agar selalu berhati-hati dan selalu menjaga diri, keluarga dan harta bendanya,” ucap Kapolsek.

Pihaknya juga mempersiapkan peralatan bantuan keselamatan apabila ada yang terjebak banjir, serta selalu memonitor dan berkoordinasi dengan instansi terkait serta perangkat desa. Ia memprediksi debit air masih berpotensi untuk terus naik.

Hingga Jumat (10/7), hujan masih mengguyur sebagian besar daerah di Kapuas Hulu, termasuk Putussibau. Dari pantauan di lapangan, debit air Sungai Kapuas juga terus naik.

Di Sintang, air Sungai Melawi meluap karena hujan deras yang terus menguyur semalaman. Akibatnya, banjir pun melanda di wilayah Kecamatan Ambalau, Jumat (10/7). Untuk melakukan antisipasi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Polsek Ambalau melalui Bhabinkamtibmas Bripda Bobby Susanto dan Bripda Irfan Setyo segera turun langsung ke lapangan untuk melihat situasi sekaligus membantu evakuasi warga yang terdampak.

Diketahui, banjir di wilayah ini memang kerap terjadi banjir saat musim penghujan, namun tidak berlangsung lama. Bhabinkamtibmas Bripda Bobby Susanto yang berada di lokasi memaparkan, banyak barang warga yang turut terendam yang kemudian dipindahkan ke tempat tetangga yang aman.

“Biasanya hanya sekitar tujuh sampai delapan jam saja, namun banjir yang terjadi di Kecamatan Ambalau akan berdampak besar bagi wilayah yang berada di hilir sungai, seperti Kecamatan Serawai, dan Kabupaten Sintang yang mendapat kiriman air dari wilayah hulu Sungai Melawi,” ungkap Bobby.

Bhabinkamtibmas Polsek Ambalau ini juga menerangkan, ada tiga desa yang terdampak banjir di Kecamatan Ambalau, yaitu Desa Nanga Kemangai, Desa Bukit Tinggi dan Desa Lunjan Tingang, ketiga Desa tersebut berada di pusat Kecamatan Ambalau, dan pada umumnya warga yang terdampak banjir adalah warga yang berdiam di daerah bantaran sungai, “Terang Bripda Bobby.

“Kami dari pihak Kepolisian akan terus melakukan monitoring situasi. Kepada warga masyarakat kami himbau agar waspada dan berhati-hati selama musim penghujan ini, luapan air sungai tentunya akan sangat berbahaya bagi keselamatan jiwa maupun harta benda,” pungkasnya. (afi/fds/dre)

 

 

 

loading...