Banjir Genangi Permukiman

BANJIR: Kendaraan melintas di Jalan Perdana yang tergenang banjir. Air pasang dan turunnya hujan di Kota Pontianak, membuat sejumlah kawasan pemukiman terendam banjir. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

Sejumlah Jalan Protokol Terendam

PONTIANAK – Hujan deras yang terjadi di Pontianak dan sekitarnya selama beberapa jam pada Kamis (19/11) menyebabkan sejumlah ruas jalan tergenang banjir. Dari Pontianak Post, sejumlah ruas jalan utama seperti Ahmad Yani, Sultan Syarif Abdurahman, Sutoyo, Perdana, Patimura, Gusti Sulung Lelanang, Teuku Umar, KH Ahmad Dahlan, Sumatera hingga Suprapto terendam banjir. Selain karena hujan, air pasang juga menambah tingginya genangan.

Ketinggian genangan bervariasi, mulai 10 hingga 30 centimeter sehingga menyebabkan kemacetan dan antrean panjang kendaraan, baik roda dua dan empat. “Kami harus hati-hati karena jalan licin dan terendam air dengan ketinggian sekitar 30 centimeter,” kata Riki, salah seorang warga Pontianak, Kamis.

Menurut dia, sejumlah jalan terendam air, karena sejak siang hingga sore ini Kota Pontianak diguyur hujan dengan intensitas cukup deras. “Kalau tidak ekstra hati-hati, bisa-bisa kendaraan roda dua saya bisa jatuh, karena jalan sudah tergenang air,” ujarnya.

BANJIR: Kendaraan melintas di Jalan Perdana yang tergenang banjir. Air pasang dan turunnya hujan di Kota Pontianak, membuat sejumlah kawasan pemukiman terendam banjir. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

Sejumlah komplek perumahan juga tak luput terendam banjir. Kurniawan, warga Gang Pelita Jaya, Podomoro, Pontianak bercerita, air masuk hingga ke dalam rumahnya. Bahkan sejumlah perabot rumah ikut terendam air. “Lemari rumah saya, bagian bawahnya sampai basah terendam air,” kata Kurniawan, Kamis (19/11).

Ronaldi, warga Parit Haji Husin juga menyatakan hal serupa. Dari pantauannya, banjir menggenangi sejumlah komplek di Parit Haji Husin kemarin. “Ada beberapa komplek yang tanahnya rendah ikut tergenang,” ungkapnya.

“Air sekarang makin naik dan sudah menggenangi teras tempat jualan,” ujar Yul, warga jalan Gajahmada, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa sejak sore memang curah hujan sangat tinggi. Sementara daya tampung parit tidak bisa lagi dan bersamaan air pasang besar. “Ditambah daya resapan semakin kurang. Itulah yang menyebabkan air meninggi. Semoga cepat surut dan tidak parah,” harap dia.

Sementara, warga lainnya di Jalan Tanjung Raya, Zulkarnain menyebutkan saat ini air sudah memasuki rumahnya. Sehingga barang-barang rawan basah harus diselamatkan agar tidak terendam banjir. “Air sekarang sudah naik rumah. Semoga surut,” harap dia.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Pontianak, Zulfydar Zaidar Mochtar yang beralamat di Jalan Pancasila mengaku saat ini rumahnya juga sudah mulai digenangi air.

“Air sudah masuk rumah. Ini banjir faktor alam hujan deras dan air pasang,” kata dia.
Ia menilai banjir harus menjadi perhatian sehingga bisa dikendalikan sehingga meminimalisir dampak buruknya.

“Saat ini faktor membuang sampah di sembarang tempat di Pontianak tidak terlalu signifikan karena dinas terkait sudah maksimal menanganinya dan masyarakat mulai sadar. Hanya saja perlu normalisasi parit,” kata dia.

Selaku anggota DPRD Kota Pontianak, ia telah meminta pemerintah kota untuk mempercepat normalisasi parit di daerah rawan banjir seiring maraknya keluhan masyarakat serta menjelang musim penghujan tiba

“Setiap akhir tahun ini kita sangat merasakan adanya banjir. Ini disebabkan karena curah hujan dan air pasang tinggi maupun siklus tahunan demam berdarah. Untuk itu kami meminta daerah yang langganan banjir dilakukan normalisasi atau pengerukan parit,” kata dia.

Ia menyebutkan daerah yang rawan banjir berdasarkan informasi dari reses, pertemuan dengan warga, dan Musrembang kelurahan di antaranya di Kecamatan Pontianak Kota. Perlu dilakukan pengerukan jalur Parit Jalan Alianyang, Gang Belibis, Jalan Merdeka, Parit Sei Jawi, Gertak 1, 2 dan 3 hingga Jalan Ampera.

“Daerah langganan banjir hanya karena hujan yaitu Jalan Gusti Hamzah Sepanjang di depan Masjid Nursalim atau Gang Nursalim, Asrama Hidayat dan Gang Tani. Banjir kita lihat karena gorong – gorong tidak berfungsi maksimal. Kemudian seluruh saluran air, Jalan Gusti Hamzah, Asrama Hidayat dan Gang Tani berputar di dalam lingkungannya namun tidak terkoneksi dengan Parit Alianyang,” jelas dia.

Kemudian di Kecamatan Pontianak Selatan, parit di Jalan Purnama perlu dilakukan pengerukan atau reklamasi dan diminta dioperasikannya pintu air yang menghubungkan Gang Syukur II, ke pintu air Ramayana Jalan Tanjungpura.

“Dinas terkait perlu peninjauan guna melakukan kegiatan tersebut. Sehingga daerah Kecamatan Pontianak Selatan tidak lagi banjir,” jelasnya.

Sementara itu, Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak, Bayu mengimbau kepada masyarakat agar waspada, karena dalam sepekan ini, Kota Pontianak dan sekitarnya berpotensi hujan dengan intensitas tinggi.
“Selain itu, air pasang laut juga tinggi, sehingga untuk kawasan pinggiran sungai sangat berpotensi terjadi genangan air atau banjir,” ungkapnya.

Masyarakat yang bermukim di sepanjang Sungai Kapuas juga harus waspada atas banjir rob yang bisa terjadi karena derasnya hujan tersebut.

“Hari ini ketinggian air pasang laut juga mencapai 1,6 meter di atas permukaan laut, sehingga kalau diguyur hujan deras maka kawasan rendah dengan mudah terendam air,” katanya.

Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Nanang Buchori mengatakan berdasarkan informasi, genangan ataupun banjir setidaknya telah terjadi di sejumlah wilayah. Selain Pontianak, banjir terjadi di Sambas, Ketapang,  dan Landak. Dalam beberapa hari terakhir, kata Nanang, intensitas hujan terbilang tinggi. “Hujan intensitas lebat telah terjadi sejak 16 November 2020,” katanya.

Berdasarkan pantauan satelit cuaca dan radar cuaca satu hari terakhir hujan lebat terjadi hampir merata di sebagian besar wilayah Barat Kalimantan Barat. Aktifnya gelombang atmosfir berupa Madden Julian Oscillation (MJO) diduga menjadi salah satu faktor pemicu hujan lebat yang terjadi di banyak wilayah Kalbar saat ini. Diprakirakan hujan intensitas lebat ini masih akan berlangsung hingga 24 November 2020 di hampir seluruh wilayah Kalimantan Barat.

Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan oleh hujan yang disertai petir dan angin kencang seperti pohon tumbang, jalan licin dan sebagainya. Waspadai potensi angin kencang terutama pada siang hingga sore hari di pesisir barat Kalbar.

Nanang menambahkan diprakirakan cukup panjangnya periode hujan lebat tersebut mengindikasikan adanya potensi terjadinya genangan, banjir dan tanah longsor khususnya pada wilayah yang sering terdampak bencana tersebut. Khususnya wilayah pesisir barat Kalbar perlu mewaspadai potensi pasang air laut yang diprakirakan masih akan pada periode tinggi hingga empat hari ke depan, khususnya mulai pagi pukul 08.00 hingga 14.00.

Potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan pada periode ini diprakirakan dominan kategori aman, setidaknya hingga tanggal 24 November 2020. (den/ant)

error: Content is protected !!