Banjir, Ikan Warga Upe Banyak Lepas

SANGGAU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau mendapat informasi banjir di Dusun Seribot, Desa Upe, Kecamatan Bonti, Minggu (5/7) pagi. Kondisi tersebut akibat intensitas hujan yang tinggi beberapa hari belakangan. Demikian dibenarkan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sanggau, Siron.

“Subuh dini hari tadi kami mendapatikan informasi banjir di Dusun Seribot, Desa Upe,” katanya.

Pihaknya telah mengutus anggotanya ke lokasi untuk memantau perkembangan banjir dilokasi. “Sudah kita utus anggota ke sana. Kami masih menunggu laporan berapa rumah yang terdampak dan nanti kita bicarakan langkah selanjutnya,” ujar dia.

Dia meminta masyarakat yang terkena dampak banjir untuk tetap waspada. Hal itu dikarenakan curah hujan cukup tinggi dalam sepekan terakhir. Banjir yang terjadi, lanjut dia, merupakan musiman dan tidak berlangsung lama.

“Ini banjir musiman yang biasanya terjadi saat hujan lebat dan tidak berlangsung lama. Tapi tetap kami mengimbau masyarakat waspada, jangan sampai lengah, terutama anak–anak. Tolong dipantau terus, karena mungkin saja akan terjadi banjir yang lebih besar dan lebih parah. Intinya tetap waspada,” katanya mengingatkan.

Sementara itu, Kasi Pencegahan Bencana BPBD Sanggau, Kristian Hendro di lokasi banjir mengatakan, ada 13 Kepala Keluarga yang terkena dampak banjir di wilayah tersebut. Bahkan banyak juga ikan peliharaan warga yang lepas akibat banjir.

“Dusun Seribot ini memang daerah rendah dan hujan yang turun tadi malam masih berlangsung sampai pagi. Makanya terdampak banjir. Warga juga mengeluhkan ikan yang mereka pelihara di kolam pada lepas semua,” ungkap Hendro via pesan WhatsApp.

Jelang siang, kondisi banjir sudah berangsur surut. Aktivitas warga sudah berjalan normal seperti biasa. “mendekati jam sembilan pagi pagi, banjir sudah mulai surut. Warga perlahan mulai kembali beraktivitas lagi,” katanya.

Dia mengingatkan warga yang bermukim di daerah banjir, terutama di tepian Sungai Kapuas maupun di dataran rendah untuk mewaspadai ancaman banjir. Selain itu, juga ancaman longsor. (sgg)

loading...