Banjir Manis Mata Makin Parah

MAKIN PARAH : Banjir di Kecamatan Manis Mata semakin parah. Warga terpaksa menggunakan perahu untuk beraktivitas.

Warga Butuh Air Bersih

MANIS MATA – Banjir di Kecamatan Manis Mata semakin parah. Jika sebelumnya hanya ada lima desa yang terendam banjir, sampai Kamis (25/6) sudah ada tujuh desa yang terendam banjir. Ketinggian air juga semakin meningkat seiring tingginya curah hujan di hulu Sungai Jelai yang membuat air sungai tersebut meluap.

Salah satu warga Desa Sengkuang Merabung Kecamatan Manis Mata, Sugiono, mengatakan banjir di daerahnya sudah berlangsung enam hari. Namun, saat ini ketinggian air semakin parah. Di daerah yang cukup rendah, ketinggian air mencapai 2 meter. “Rata-rata 1 meter. Paling parah 2 meter,” katanya, kemarin (25/6).

Dia menjelaskan, banjir ini menyebabkan perekonomian warga lumpuh. Akses jalan darat tidak dapat dilalui lagi. Masyarakat hanya bisa mengandalkan perahu untuk keperluan yang mendesak. Sementara barang-barang berharga milik warga terpaksa dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi. “Kita mengantisipasinya dengan membuat tempat yang lebih tinggi, jika tidak maka perabotan rumah tangga kami rusak,” keluhnya.

Dia berharap bantuan dari Pemerintah Daerah Ketapang, khususnya kebutuhan sehari-hari seperti makanan dan minuman. “Saat ini warga sangat membutuhkan air bersih untuk dikonsumsi, karena sumur yang ada sudah terendam. Kemudian bantuan sembako mengingat aktifitas warga yang terhambat dampak dari banjir. Tak kalah pentingnya keberadaan tim medis untuk mengantisipasi wabah penyakit yang disebabkan oleh banjir,” ujarnya.

Sementara itu, Babinsa Koramil 1203-06 Manis Mata, Serda Masdianto, yang turun langsung ke lokasi banjir bersama pegawai kecamatan, anggota polsek dan Satpol PP mengungkapkan, dari hasil data di beberapa lokasi banjir ada 304 rumah yang terendam. “Rumah yang terendam banjir sebanyak 304 rumah dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 721 KK dan yang sudah mengungsi sebanyak 36 KK dari tujuh desa yang terkena banjir,” katanya.

Masdianto menambahkan, tujuh desa yang terkena banjir yaitu Desa Kelampai, Desa Tribun Jaya, Desa Sengkuang Merabung, Desa Kemuning, Desa Silat, Desa Suak Burung dan Desa Air Dekakah. Ketinggian air di tujuh desa tersebut bervariasi. Namun, daerah yang paling parah terendam adalah desa yang terletak di bantaran sungai. “Ketinggainnya dari 1 meter hingga 2 meter,” jelasnya.

Dia menambahkan, bantuan sudah mulai disalurkan, namun hanya di beberapa desa saja. Untuk Desa Kelampai masyarakat yang terendam banjir dapat bantuan dari Pemerintah Desa Kelampai berupa sembako. Sementara untuk desa lain yang terendam banjir belum mendapatkan bantuan sama sekali, baik dari Pemerintahan Desa maupun Pemerintah Daerah Ketapang maupun dari perusahaan.

“Bantuan dari BPBD belum ada sama sekali, tetapi BPBad sudah meninjau lokasi desa-desa yang terpapar banjir,” jelas Masdianto. (afi)

loading...