Banjir Masih Bertahan, Desa Sejegi Laporkan Ribuan Jiwa Terdampak

MEMPAWAH – Kepala Desa Pasir, Abdul Hamid mengungkapkan, hingga Jumat (29/5) pagi banjir masih merendam lingkungan pemukiman masyarakat. Dia menilai ketinggian air tidak mengalami penambahan alias bertahan. Dia berharap banjir segera berlalu.

“Sampai pagi ini, kami pantau banjir bertahan. Tidak ada kenaikan volume air. Jika seperti ini, biasanya banjir akan segera surut. Karena, intensitas hujan di wilayah perhuluan sudah berkurang,” kata Hamid.
Hamid mengungkapkan, terdapat tiga RT di Dusun Sebukit Rama yang terdampak banjir, yakni RT 31, RT 18 dan RT 20. Dari tiga RT itu kurang lebih 150 kepala keluarga (KK) yang rumah maupun pekarangannya terendam air.

“Ketinggian air bervariasi kurang lebih setengah meter. Ada yang hanya menggenangi pekarangan rumah, dan banyak pula rumah yang sudah terendam air. Misalnya di RT 31, total semua rumah di wilayah itu terendam banjir,” tuturnya.

Meski demikian, Hamid menjelaskan, banjir yang merendam lingkungan masyarakat di Dusun Sebukit Rama tidak berdampak negatif terhadap aktivitas perekonomian. Sebab, masyarakat yang berdomisili di wilayah itu tidak ada yang bertani, berkebun dan sejenisnya.

“Semua masyarakat disana tidak ada yang bercocok tanam. Kebanyakan warga disana beekrja sebagai nelayan lokal dan mencari kayu cerucuk. Artinya, aktivitas perekonomian mereka tidak akan terganggu dengan banjir ini,” katanya.

Bahkan, imbuh Kades, dari total 353 KK di Dusun Sebukit Rama lebih dari separuhnya telah mendapatkan Bantuan Sosial (Bansos) dari pemerintah. Baik itu bansos dalam bentuk PKH, BST, BLT dan lainnya.

“Ada 200 lebih KK di Dusun Sebukit Rama tercatat sebagai penerima bansos. Hanya ada 100 lebih KK yang tidak menerima bansos. Mereka yang tidak mendapatkan bansos memang dinilai tidak layak mendapatkannya. Karena, kondisi perekonomiannya yang terbilang mapan,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur melaporkan kepada BPBD Kabupaten Mempawah terkait kondisi dan jumlah masyarakat di wilayahnya yang terdampak banjir.

“Saat ini, kondisi banjir di Desa Sejegi dengan ketinggian air berkisar antara 20 centimeter hingga 0,5 meter,” ungkap Kades Sejegi, Muhammad Idris melalui surat nomor 362/017/Trantib.
Idris menjabarkan, ada tiga lingkungan di Desa Sejegi yang terdampak banjir di sepanjang daerah aliran
sungai (DAS) Sejegi. Yakni, Dusun Tekam/Telayar, Dusun Galaherang dan Dusun Bemban.

“Dapat kami laporkan jumlah masyarakat yang terdampak banjir sebanyak 60 kk atau 382 jiwa di Dusun Tekam/Telayar, kemudian 317 kk atau 1.102 jiwa di Dusun Galaherang serta 10 kk atau 60 jiwa di Dusun Bemban,” papar Idris melaporkan.(wah)