Banjir Melanda Kayan Hilir

BANJIR: Masyarakat sedang membawa ayam di tengah banjir yang melanda Desa Pakak yang terletak di Kecamatan Kayan Hilir. Kedalaman mencapai lutut orang dewasa. ISTIMEWA

SINTANG-Musim hujan yang melanda pada Desember ini mengakibatkan beberapa desa di Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang terendam banjir. Ihwal ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, Sugianto. Pihaknya sudah menerima informasi 16 desa terendam banjir di Kecamatan Kayan Hilir.

Dari desa tersebut, menurut Sugianto kedalaman banjir tertinggi sampai lutut orang dewasa berada di Dsa Sungai Garong, Sungai Sintang, Sungai Buaya, Pakak, Lalang, Melikat, Nanga Mau dan Desa Tertung Mau.

Namun sayangnya, laporan itu hanya sebatas informasi, tidak dilengkapi dengan laporan resmi ke BPBD. Dari 16 desa yang dilaporkan, hanya ada satu laporan lengkap dan resmi yang masuk, yaitu Desa Melingkat.

“Dari 16 desa yang dilaporkan, hanya satu desa laporannya lengkap masuk ke kami, yaitu Desa Melingkat. Ada 64 KK yang terdampak,” kata Sugianto, Rabu (4/12) ditemui di ruang kerjanya.

Menurut Sugianto, laporan bencana alam seperti banjir, harus dilaporkan secara resmi ke BPBD. Sayangnya, masyarakat dan pemerintahan desa termasuk kecamatan belum proaktif melaporkan kondisi banjir.

“Kalau cuma laporan lewat sms, wa itu tidak bisa. Laporan harus resmi, termasuk rincian jumlah berapa orang yang terdampak dan sebagainya,” ujar Sugianto.

Sugianto menyebut, kesadaran masyarakat untuk melapor masih sangat rendah. Oleh sebab itu, pihaknya juga tidak tahu sekarang di lokasi mana yang masih tergenang banjir, maupun yang sudah surut. “Sampai saat ini saya minta informasi, mereka cuma ngirim jumlah desa saja, kita minta tindak lanjuti untuk data yang akurat, satu desa berapa yang terdampak. Sampai saat ini belum ada. Informasinya, banjir di 16 desa ini berlangsung selama lima hari,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan, BPBD saat ini tentunya hanya bisa membantu hal-hal yang bersifat kemanuasian, itu sebab, pihaknya masih menunggu laporan mengenai dampak dari banjir ini. “Kita pengennya BPBD hadir, sifatnya kemanusian. Banjir yang paling parah di mana juga belum ada laporan,” ungkap Sugianto. (fds)

 

loading...