Banjir Singkawang, Cari Solusi Akibat Human Error Sampai Cek Gunung dan Bukit

SINGKAWANG–Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie meminta warga tetap waspada akan banjir.

“Ini kan intensitas hujan tinggi, kita imbau warga waspada. Jaga anak anak, pindahkan barang eletronik ke tempat yang aman, awasi jaringan listrik di rumah, ” ungkapnya.

Apa yang ia sampaikan guna menghindari kejadian yang tak diinginkan akibat banjir.

Bersama jajarannya, Wali Kota Singkawang termasuk Kapolres Singkawang sudah melakukan pemantauan titik banjir. Bahkan mereka sudah melakukan mengunjungi para warga yang mengungsi di shelter Harmoni BLKI.

Tak sampai itu, Wali Kota juga melakukan evakuasi terhadap pasien bayi di sebuah rumah sakit bersama Kapolres Singkawang.

Khusus untuk rumah sakit ini, Wali Kota memberikan atensi khusus dengan memerintahkan camat atau lurah bersiaga mempersiapkan sarana dan prasarana dibutuhkan jika air masih menggenangi lokasi rumah sakit tersebut.

Hal lain tak kalah penting, Tjhai Chui Mie meminta jajarannya terutama dinas terkait melakukan evaluasi dan pemetaan wilayah dataran tinggi dan dataran rendah di kota Singkawang.

“Apa saja yang bisa dilakukan dalam rangka meminimalisir banjir. Kita sudah minta dinas PUPR dan Dinas yang terkait pengairan untuk itu. Ini PR Pemkot. Kita ingin selesaikan yang sifatnya human error terkait banjir ini, ” katanya.

Karena jika sifatnya human error akan ditanggulangi, sedangkan terkait alam seperti curah hujan tinggi dalam kurun waktu lama, air pasang itu diluar kemampuan manusia.

Hal lain tak kalah penting, kata Wali Kota, adalah pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap kondisi gunung dan bukit di Kota Singkawang.

“Nanti kita cek dulu kondisi gunung dan bukit di kota Singkawang, ” katanya.

Tjhai Chui Mie pun mengaku bahwa banjir di wilayah kota Singkawang yang ada ini sebelumnya tidak pernah terjadi seperti ini dalam kurun 10 tahun ini, karena perubahan cuaca begitu ekstrim.

“Saya rasa ini bukan saja di Singkawang terjadi. Di seluruh Indonesia dibeberapa daerah terjadi seperti ini. Bahkan jika kita lihat saat ini harusnya masuk kemarau malah masuk penghujan, ” katanya. (har)

loading...