Banjir Sintang Mulai Surut

Sejak Kamis (18/11), banjir yang melanda Kabupaten Sintang berangsur surut. Jalan-jalan di Kota Sintang sudah mulai dilalui kendaraan roda dua dan empat. Denyut kehidupan mulai hidup kembali.

Warga terdampak banjir tersisa di 7 kecamatan saja yakni Kecamatan Sintang, Kelam Permai, Dedai, Tempunak, Ketungau Hilir, Sepauk, dan Sungai Tebelian. Banjir sudah tidak ada di Ambalau, Serawai, Kayan Hilir dan Kayan Hulu.

Ini perbandingan data Rabu, 17 November 2021 dengan Kamis, 18 November 2021. Jumlah warga terdampak menurun dari 35. 618 KK menjadi 21. 684 KK. Sementara jumlah jiwa yang terdampak menurun dari 123. 815 jiwa menjadi 74. 679 jiwa. Sementara dalam hal jumlah pengungsi juga mengalami penurunan dari 7. 496 KK atau 26. 107 jiwa menjadi 5. 581 KK atau 21. 318 jiwa.

Pengungsi masih ada di 8 kecamatan. Kecamatan Sungai Tebelian sudah tidak ada banjir, namun masih ada warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian. Dapur umum juga mengalami penurunan, 75 dapur umum turun menjadi 65 dapur umum. Lokasi pengungsian dari 104 lokasi menjadi 103 lokasi. Gardu PLN ada 77 buah yang terdampak, 44 gardu masih padam, 33 gardu sudah menyala, 9. 988 pelanggan masih dipadamkan dan 6. 975 pelanggan sudah diyalakan kembali.

Akibat banjir, jalan yang terendam banjir adalah 4,66 KM jalan nasional, 132, 9 KM jalan provinsi dan 228,78 KM jalan kabupaten sehingga total jalan yang terendam banjir mencapai 366,34 KM. sementara jembatan berbagai ukuran ada 470 unit yang terendam banjir.

Perkantoran ada 9 unit yang terendam banjir, 29. 777 unit rumah warga, 53 fasilitas kesehatan, 139 sekolah yang terdiri dari TK 23 unit, SD 84 unit, SMP 16 unit, SMA 13 unit dan SMK 3 unit. Rumah ibadah yang terendam banjir ada 77 unit yang terdiri dari 66 masjid, 10 gereja Kristen dan 1 kelenteng.

Siswa/siswi yang terdampak banjir ada 13. 008 orang. Rumah toko/kios/lapak terdampak ada 1. 690 buah, terbanyak adalah rumah toko milik Pemkab Sintang yakni 687 unit. Selama banjir, Dinas Kesehatan mengerahkan 247 petugas kesehatan yang tersebar di 14 lokasi posko kesehatan. Sementara lahan sawah dan bukan sawah yang terendam banjir berjumlah 140,5 hektar yang tersebar di 4 kecamatan yakni Ambalau, Kelam Permai, Kayan Hulu dan Tempunak.**

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!