Banjir Susulan Landa Ngabang, Warga Enggan Mengungsi

TERENDAM: Air luapan Sungai Landak mulai memasuki rumah warga di Dusun Hilir Tengah 2 Desa Hilir Tengah Kecamatan Ngabang, Senin (14/9) malam. FOTO ISTIMEWA

NGABANG – Hujan deras yang melanda dalam dua hari terakhir menambah tinggi air muka Sungai Landak yang melintasi Kota Ngabang. Akibatnya, air luapan kembali membanjiri sejumlah dusun di Kota Ngabang, Senin (14/9).

Banjir telah melanda sejumlah Dusun di Kota Ngabang pada 6 September lalu. Satu minggu berlalu, warga masih dihantui banjir susulan.

Banjir di Ngabang telah merendam setidaknya lima dusun di tiga desa. Ratusan warga terdampak. Sejumlah Dusun, yakni Dusun Pulau Bendu, Dusun Hilir Tengah 1 dan Dusun Hilir Tengah 2 di Desa Hilir Tengah. Selanjutnya Dusun Tanjung di Desa Hilir Kantor dan Dusun Rai di Desa Raja. Semua dusun ini tepat berada di bantaran Sungai Landak yang membelah Kota Ngabang.

Menurut salah seorang warga Jalan Pasar Lama, Dusun Hilir Tengah 2, Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang, Karya, air kembali meninggi dan masuk ke dalam rumahnya pada, Senin (14/9) sore. Padahal, warga sempat bernaPas lega air telah surut pada Senin (8/9) lalu.

“Air sudah masuk rumah setinggi mata kaki pada Senin (14/9) malam,” ungkapnya. Menurutnya warga memang mewanti-wanti air akan kembali naik. Warga belum berani menurunkan barang-barang yang sebelumnya dievakuasi ke lantai dua rumah.

Hal tersebut dikarenakan lokasi rumahnya yang berada tepat di pinggir sungai Landak, ditambah lagi permukaan tanah yang cukup rendah membuat air semakin cepat naik. Jika permukaan air sungai naik, sudah dapat dipastikan daerah rumahnya bakal terendam.

“Kalau barang-barang berharga belum kami turunkan dari lantai atas rumah khawatirnya akan datangnya banjir susulan,” jelasnya.

Meningkatnya debit Sungai Landak selain akibat hujan juga disebabkan datangnya banjir kiriman dari wilayah hulu yang saat ini acap dilanda banjir bandang.

Belum lagi wilayah bantaran Sungai Landak yang tergolong rendah membuat warga harus waspada tiap mendengar kabar hujan deras di daerah hulu.

“Saat ini ada enam RT di Dusun Pulau Bendu dan Dusun Hilir Tengah 2 yang mulai terendam,” kata Kepala Desa Hilir Tengah Kecamatan Ngabang, Donatua Budianto, Saat dihubungi Pontianak Post, Senin (14/9) malam.

Di Desanya Hilir Tengah, Dusun Pulau Bendu menjadi dusun terparah pada banjir susulan kali ini. Wilayah terdampak yakni Dusun Pulau Bendu tepatnya RT 1, RT 4 dan RT 24. Sedikitnya 300 Kepala Keluarga terdampak. “RT 24 ini yg cukup parah banjirnya. Warga masih belum mengungsi, hanya saja tidak bisa bekerja karena takut meninggalkan rumah,” ucap Budianto.

Ia mengatakan hingga saat ini ia masih mengumpulkan informasi terkini mengenai kondisi warganya. Ia mengimbau, para Kadus dan warga tetap waspada menanti banjir susulan, apalagi ketika hujan turun cukup deras pada malam hari.

“Kita tetap minta warga waspada. Bersiap untuk kemungkinan air semakin tinggi,” tutupnya. (mif)

error: Content is protected !!