Bansos Tunai Mulai Direalisasikan

UANG TUNAI: Salah seorang penerima bantuan Bansos Tunai menunjukkan uang tunai yang ia dapat kepada seorang petugas PT. Pos Indonesia, untuk kemudian didokumentasikan, kemarin (9/5). SITI SULBIYAH/PONTIANAK POST

PONTIANAK – Batuan Sosial (bansos) tunai yang diberikan bagi masyarakat terdampak Covid-19, mulai direalisasikan. Di Kalimantan Barat, bantuan sebesar Rp600 ribu per-Kepala Keluarga (KK) itu, salah satunya dicairkan melalui PT. Pos Indonesia Kantor Cabang Pontianak.

Penyaluran Bansos Tunai atau BST tersebut dimulai pada Sabtu (9/5) di PT. Pos Indonesia Kantor Cabang Pontianak. Hari itu, ada ratusan penerima bantuan yang dijadwalkan hadir untuk menerima bantuan secara tunai. “Untuk Kota Pontianak ada 8.557 (penerima bantuan). Rencananya akan kita salurkan hingga tanggal 16 Mei mendatang,” ungkap Kepala Kantor PT. Pos Indonesia Cabang Pontianak, Zaenal Hamid, kemarin.

Dia menjelaskan, ada tiga metode penyaluran bantuan sebagaimana arahan dari Kementerian Sosial, antara lain, antar secara langsung, di loket kantor pos, maupun di titik-titik tertentu. Untuk metode antar langsung, pihaknya sudah melakukan uji coba dan hasilnya tidak efektif. Sehingga, kata dia, atas izin Kementerian Sosial, penyaluran BST dipusatkan di kantor cabang. “Tapi di Kota Pontianak sendiri, ada juga yang kita antar, tapi sebagian kecil saja,” kata dia.

Data penerima diperoleh mereka dari Kementerian Sosial dan dikoordinasikan dengan Dinas Sosial Kota Pontianak. Penyaluran BST ini akan dilakukan mereka dalam tiga tahap untuk periode April sampai Juni 2020. ” Untuk wilayah kerja kami ada Pontianak, Kubu Raya, dan Landak,” tutur dia.

Salah seorang penerima bantuan, Yuliana (38), menyatakan dirinya tidak pernah mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah, seperti melalui Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT),  dan lain sebagainya. Uang sebesar Rp600 ribu yang diterima itu, akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Bantuan ini sangat membantu ia dan keluarga, karena sang suami yang bekerja sebagai buruh bangunan tidak lagi bekerja seperti biasa.

“Sekarang ini kan kerjaan kurang. Suami yang kerja bangunan sekarang sudah tidak kerja. Jadi Alhamdulillah dapat ini bantuan ini,” kata dia. (sti)

error: Content is protected !!