PMI Pontianak Berbagi Kebutuhan Pokok
Bantu Pasien Covid-19 dari Keluarga yang Tidak Mampu

BERBAGI: PMI Pontianak mendistribusikan bahan pokok untuk pasien covid-19 dari keluarga tidak mampu. ISTIMEWA

Palang Merah Indonesia (PMI) Pontianak  membuka posko pendistribusian sembako, vitamin dan obat-obatan untuk warga kurang mampu yang menjalani isolasi mandiri karena covid-19. Lusi Nuryanti, Sekretaris PMI Pontianak mengatakan sebanyak lima ton beras, ratusan paket obat dan vitamin yang didistribusikan.

MARSITA RIANDINI, Pontianak

SEJAK Sabtu sore (17/7), tim sukarelawan PMI Pontianak sudah bergerak keliling Pontianak untuk menyalurkannya. Penerima bantuan ini,  kata dia cukup menunjukkan hasil tes yang dinyatakan positif melalui tes swab antigen, dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Untuk warga kota yang sedang isolasi mandiri, kurang mampu dan positif dibuktikan dengan hasil tes. Jadi, bagi warga yang memenuhi kriteria diatas. Bisa menghubungi PMI Kota. Kita siap 5 ton beras, ratusan paket obat-obatan dan vitamin,” katanya.

Hingga saat ini, sudah puluhan paket bantuan yang didistribusikan. “Sejauh ini sudah terdistribusi puluhan paket. Dari data yang ada dari Dinas Kesehatan. Kami sudah menghubungi baik via WA maupun telepon,” tambahnya.

Sebanyak 50 sukarelawan dikerahkan untuk menyerahkan bantuan. Meski demikian, para sukarelawan ini juga menemukan kendala. Bahkan dikira tipuan. Namun, mereka tetap semangat menjalankan tugas mulia ini.

“Setiap hari keliling ngedrop bantuan setelah mendapat persetujuan dari pasien. Ada juga yang nolak dan memarahi relawan. Dianggap kami mau menipu. Padahal sudah dijelaskan, dikirim foto video dan lain-lain, masih saja marah-marah,” kata Lusi.

Semangat sukarelawan, kata Lusi tidak kendor. Mereka tetap melayani dengan santun. Sebagian  pasien juga menolak karena sudah selesai isolasi mandiri.  Ataupun memberikan ke yang lain yang lebih membutuhkan. Dalam menjalankan tugas ini, sukarelawan mengenakan alat pelindung diri (APD) level satu.

“Alhamdulillah mereka punya semangat yang luar biasa. Tetap dibalas dengab santun. Tapi begitu ada yang mengucapkan Terima kasih saja, mereka bahagianya tak terkira.  Mereka juga menjaga protokol kesehatan APD level 1 karena yang dikunjungi rumah yang orangnya positif covid-19,” pungkasnya. (*)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!