Bantu Pengelolaan Bank Sampah Rosella

BANK SAMPAH: Manager UPDK Kapuas  Sumbono memberikan bantuan kepada pengelola Bank Sampah Rosella, Siantan, Pontianak Utara. ARISTONO/PONTIANAK POST

PLN UIKL KALIMANTAN

 PONTIANAKSebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat sekitar,  PT PLN – Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan (UPDK) Kapuas UIKL Kalimantan menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) ke sejumlah titik. Salah satunya kepada Lembaga Rosella, Jalan Selat Sumba I No 84, Kelurahan Siantan Tengah, Kecamatan Pontianak Utara  yang mengelola bank sampah. Bantuan itu berupa uang tunai untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia dan alat pengolahan sampah, senilai Rp84,75 juta.

“Bantuan CSR ini kami berikan sebagai implementasi dari program kepedulian kepada lingkungan sekitar. Pada kesempatan kali ini, kami menyalurkan kepada Lembaga Rosella yang memiliki program sangat menginspirasi, yaitu pengelolaan bank sampah. Isu ini sangat menarik karena bisa menjadi solusi untuk sejumlah masalah,” ujar Sumbono selaku Manager UPDK Kapuas kepada Pontianak Post.

Dia menyebutkan, bantuan sebagai wujud dukungan pihaknya dalam membantu meningkatkan kemampuan warga dalam menciptakan produk kreatif bernilai jual. Sehingga bisa menjadi tambahan penghasilan. Selain itu program ini juga untuk mendukung pengelolaan sampah dan limbah warga.

“Ada nilai edukasi, ekonomi, kebersihan dan lingkungan hidup. Ini yang membuat kami tertarik, Sesuai dengan visi misi pemerintah menciptakan SDM yang tangguh, lewat pengembangkan nilai–nilai dalam masyarakat yang kreatif, disiplin dan bertanggung jawab sejak usia dini Semoga tumbuh bank sampah lain di daerah lainnya,” kata dia.

Sulviawati, pengelola Lembaga Rosella berterima kasih kepada UPDK Kapuas dan UIKL Kalimantan atas bantuan tersebut. “Semoga bisa membantu meningkatkan kemampuan kami untuk menciptakan produk berkualitas dan bernilai tambah dari barang bekas. Karena memang kemampuan dan keterampilan untuk kerajinan ini perlu selalu diupgrade,” kata dia.

Bank Sampah Rosella telah berdiri dari tahun 2013 ini, merupakan suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Lembaga ini didirikan untuk membantu mengedukasikan dan mensosialisasikan tentang pemilahan sampah, khususnya sampah kering atau anorganik.

Dalam sebulan lembaga ini bisa menyerap 500 kg sampah warga. Sampah-sampah tersebut kemudian dipilah mana yang bisa dikreasikan menjadi barang kerajinan mana dan mana yang cukup dijual dalam bentuh mentah. Kerajinan dari plastik misalnya bisa dijadikan berbagai toples, hiasan bunga dan lainnya. Sedangkan kertas koran dapat disulap menjadi tempat tisu, kotak penyimpanan, vas bunga dan lainnya. Begitu juga perca kain. Mereka yang mengerjakan adalah ibu-ibu warga sekitar.

Kendati demikian, Sulviawati mengakui pihaknya masih sulit memasarkan produk tersebut. “Produk yang cukup banyak dicari baru pokok telok dan manggar sebagai hiasan resepsi kawinan. Sedangkan yang lain jarang pembelinya. Mungkin karena harganya sulit bersaing dengan produk industri. Semoga dengan adanya bantuan mesin ini, harga kita bisa bersaing,” pungkasnya. (ars)

loading...