Bantu Tingkatkan Produktivitas Kelompok Usaha PKK Kelurahan Beringin

BANTUAN: Pimpinan dan Tim PKM Prodi Teknologi Mesin PSDKU Polnep, Lurah Beringin, dan Kelompok Usaha Mahkota Dewa foto bersama. IST

PKM PSDKU Polnep di Sanggau

TIM PSDKU Politeknik Negeri Pontianak gelar pengabdian pada masyarakat di Sanggau. Kegiatan tersebut mengusung judul peningkatan produktivitas kelompok usaha PKK di Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau melalui alat bantu mesin pengiris singkong.

Tim PKM diketuai Rusdaniyar ST MEng. Anggota tim diantaranya Ir Hj Nurhaidah MT, Daryono ST MT, Hendro Cahyono ST MT, Iyus ST MT, Alban Naufal ST MSi, Ady Setiawan ST MT, Dina Martina MPd, Ahmad Putra Irfan, dan Indra Adi Saputra.

Sanggau terletak di tengah dan berada di bagian utara Kalimantan Barat dengan luas daerah 12.857,70 km² dengan kepadatan 29 jiwa perkm². Pada 2014, Bupati Sanggau Paolus Hadi mencanangan Program Gerakan Menanam Singkong dan Penanaman Perdana Singkong Gajah di Kecamatan Kapuas. Ubi kayu (singkong) komoditi yang sangat cocok dengan kondisi alam dan karakter masyarakat Sanggau. Ubi kayu juga mudah dibudidayakan dan ditanam di lahan kurang subur. Bahkan risiko gagal panen sangat kecil dibandingkan komoditi lainnya. Singkong pun aman serangan hama. Satu batang singkong bisa 20 kg, bahkan singkong gajah berpotensi sekitar 40 kg.

Dengan meningkatnya pemanfaatan sumberdaya pertanian tersebut, seperti panen singkong yang melimpah, maka perlu diversifikasi pengolahan, salah satunya kripik singkong. Banyak muncul industri kecil / kelompok usaha kripik singkong, terjadi persaingan pasar baik harga maupun rasa. Usaha kecil perlu meningkatkan produksinya karena kenaikkan biaya BBM dan listrik cukup signifikan. Setiap usaha kripik singkong dituntut meningkatkan efisiensi produksi agar bertahan.

Salah satunya kelompok usaha PKK Mahkota Dewa, pimpinan Nina Teriana di Desa Beringin, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau. Walaupun usahanya berjalan relatif lama tapi peralatan yang dipakai sangat sederhana / tradisional. Kondisi ini membuat keuntungan sangat tipis, bahkan kadang tidak untung.

Ada dua permasalahan yang dihadapi, yaitu: kapasitas produksi kripik singkong rendah dan proses pengemasan manual dan konvensional. Produksi kripik singkong Kelompok Usaha PKK Mahkota Dewa hingga saat ini baru mampu memenuhi permintaan pasar di kecamatan sekitarnya. Keterbatasan daya jangkau pasar produk kripik singkong ini disebabkan masih kecilnya kapasitas produksi. Hal ini dapat dimaklumi karena masih mengiris konvensional, maka dibutuhkan teknologi tepat guna, berupa mesin pemotong singkong semi otomatis.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Tim pelaksana PKM dari prodi Teknologi Mesin PSDKU Polnep di Sanggau memberikan pelatihan dan penyerahan mesin pengiris singkong sebanyak dua unit. Sehingga diharapkan kapasitas produksi kripik singkong yang dihasilkan dapat meningkat.

Menurut pengelola PSDKU Polnep di Sanggau yang diwakili Sumadi Haryoko SSos MSi, keberadaan Politeknik di Sanggau diharapkan membantu masyarakat dalam penyebaran dan penguasaan teknologi tepat guna, serta meningkatkan perekonomian masyarakat di sana.

Sementera itu, dalam sambutannya, Lurah Beringin Triyono sangat menyambut baik kegiatan PKM ini. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan setiap tahun dengan sasaran kelompok usaha kecil lain. (ser)

error: Content is protected !!