Bantuan Korban Banjir Kapuas Hulu Mulai Mengalir

PENYERAHAN BANTUAN: Penyerahan bantuan dari Pemprov Kalbar dan CDC Telkom kepada Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu untuk penanggulangan dampak banjir, yang diterima Bupati AM Nasir, Kamis (17/9). HUMPRO SETDA FOR PONTIANAK POST

PUTUSSIBAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu menerima sejumlah bantuan dari Pemerintah Provinsi (pemprov) Kalbar bersama CDC Telkom Kalbar. Bantuan diberikan untuk penanggulangan dampak banjir yang melanda sebagian wilayah di Kapuas Hulu, beberapa waktu lalu, sehingga menyebabkan aktivitas perekonomian masyarakat sempat terhenti karena banjir.

Bantuan itu diserahkan oleh Sekretaris Dinas Pangan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat dan diterima langsung oleh Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir, didampingi Wakil Bupati Kapuas Hulu Antonius L. Ain Pamero di Halaman Kantor Bupati Kapuas Hulu, Kamis (17/9) lalu.

Bupati AM Nasir memastikan bahwa pemerintah selalu peduli dengan setiap kesulitan yang dihadapi masyarakat. Terlebih, dia menambahkan, untuk bencana banjir yang melanda sehingga aktivitas perekonomian masyarakat lumpuh total.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu berterima kasih atas bantuan yang diberikan pemerintah provinsi dan Telkom, yang diberikan secara cepat dan tanggap memberikan bantuan ini,” ucap Nasir.

Nasir berharap bantuan tersebut bermanfaat untuk meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.

“Bantuan ini sangat berarti untuk masyarakat Kapuas Hulu. Kita akan salurkan bantuan ini bagi masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan ini,” janji Bupati.

Nasir mengatakan bahwa pemerintah sebelumnya mengingatkan masyarakat agar mengevakuasi harta dan benda di dalam rumahnya. Namun, diakui dia, banjir datang begitu cepat sehingga banyak yang tidak terselamatkan.

“Banjir kali ini merupakan yang terbesar yang pernah terjadi di Kabupaten Kapuas Hulu, secara khusus di Kota Putussibau,” terang Bupati dua periode ini.

Terkait dengan bantuan dari Pemprov Kalbar bersama CDC Telkom itu, Nasir memastikan Pemerintah Daerah akan menyiapkan data yang riil. Harapan dia, bantuan tersebut diberikan tepat sasaran, khusunya keluarga yang tidak mampu. Karenanya, kepala daerah yang akan mengakhiri masa jabatannya pada 17 Februari 2021 tersebut menegaskan bahwa pihaknya langsung mengadakan rapat bersama dinas terkait. Mereka membahas penyaluran bantuan serta mendata siapa masyarakat yang layak untuk mendapatkan bantuan.

“Banjir ini memang berdampak besar terhadap semua sektor, dari listrik padam dan juga sinyal telekomunikasi dan internet hilang,” pungkas orang nomor satu di Bumi Uncak Kapuas ini.

Adapun bantuan dari Pemprov Kalbar tersebut di antaranya sebanyak 15 ton beras, kemudian dari BPBD Provinsi Kalbar sebanyak 50 dus mi instan, 50 dus minyak goreng, dan 50 kilogram gula pasir. Sementara bantuan dari Dinas Sosial Provinsi Kalbar sebanyak 100 dus mi instan, ditambah bantuan dari DPD Sekar/CDC Telkom Kalbar sebanyak 141 paket sembako, 93 karung beras, dan dua koli pakaian. (dRe)

error: Content is protected !!