Bantuan Terus Mengalir Untuk Korban Bencana Banjir Bandang

BANTUAN: Warga bergotong-royong memindahkan bantuan logistik untuk korban banjir bandang di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (7/4). ANTARA FOTO

ADONARA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo mengatakan penyaluran bantuan bencana banjir bandang ke sejumlah wilayah terisolasi di Nusa Tenggara Timur akan mengggunakan helikopter. Sudah ada empat helikopter yang dikerahkan. Dua di Maumere, satu di Kupang, dan satu di Sumba. Dua helikopter lainnya diharapkan tiba di NTT pada Kamis (8/4).

“Khusus yang terisolir di Malaka, Adonara, Alor, Rote Ndau, dan beberapa tempat lainnya akan kita optimalkan untuk memanfaatkan helikopter,” kata dia. Namun demikian, karena cuaca buruk, praktis penyaluran bantuan dengan helikopter masih terhambat.

Saat ini, unsur TNI AD telah mendirikan dapur lapangan di setiap lokasi pengungsian. TNI AL telah menyiapkan sejumlah kapal membawa perlengkapan, keperluan logistik dan rumah sakit lapangan. TNI AU juga menyiagakan sejumlah pesawat herkules untuk memobilisasi personel TNI ke beberapa lokasi bencana.

Polri juga mendistribusikan bantuan sembako dan dapur lapangan guna membantu warga korban bencana alam di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata, NTT. Bantuan sembako yang sudah tiba di NTT langsung didistribusikan melalui jalur udara dan jalur laut ke lokasi bencana.

Selain bahan makanan, sembako dan obat-obatan serta vitamin, Korbrimob Mabes Polri juga menerjunkan lima unit mobil dapur lapangan dan memberikan dukungan tim medis untuk membantu tim medis daerah dalam perawatan pasien. Semua bergabung dengan unsur Kementerian Sosial, termasuk dari Tagana.

Bantuan logistik, katanya, mengalir dari pemerintah, khususnya dari Kementerian Sosial maupun lembaga pemerintah lainnya serta swasta, yang sebagian diangkut menggunakan pesawat milik TNI dan Garuda Indonesia.

Sementara itu, sampai tadi malam, BNPB mencatat jumlah korban jiwa bencana alam di NTT bertambah menjadi 138 orang (data sehari sebelumnya 119 orang). Penambahan ini terjadi setelah ditemukannya beberapa jenazah di Flores Timur.(ant)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!