Banyak Desa Belum Benahi Data Desa

pemkab kubu raya

ARAHAN: Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan memberikan arahan bagi perangkat Pemdes pentingnya memperbaharui data desa | foto Ashri isnaini/pontianak post 

SUNGAI RAYA — Bupati Kubu Raya, Muda Mehendrawan menginginkan setiap desa di Kubu Raya membenahi profil setiap desa di kabupaten ini. Pasalnya hingga kini masih banyak desa di Kubu Raya yang belum memperbaharui beragam informasi dan data di desa masing-masing.

“Profil desa ini menjadi dasar untuk perencanaan pembangunan dan dalam menyusun data-data desa saya harapkan tidak hanya menyusun data yang statis. Artinya data yang disajikan kalau bisa realtime.

Dan updatenya sesuai dengan kondisi terkini dari setiap desa,” Muda Mahendrawan usai membuka monitoring dan pembinaan profil desa di Kubu Raya, Rabu (9/10) di Aula Kantor Bupati Kubu Raya.
Salah satu data yang dinilai penting untuk selalu diperbaharui kata Muda seperti data tentang jumlah kemiskinan, data kondisi setiap rumah tangga termasuk data lainnya yang bisa menjadi basis untuk merencanakan pembangunan ke depan.

“Untuk percepatan pembangunan yang tepat sasaran, kami pemerintah di tingkat kabupaten perlu data-data dasar di tingkat desa,” jelasnya.

Muda mencontohkan, misalnya saja data tentang jumlah petani dan sejenisnya. Kata dia, perangkat desa harus bisa secara rinci melakukan pembaharuan data, sehingga jika terjadi keluhan atau sejenisnya di lapangan, maka pemerintah daerah bisa segera mengambil kebijakan dan diimplementasikan dengan tepat sasaran.

Bupati pertama Kubu Raya ini pun menginginkan data aset pemerintah desa juga harus selalu diperbaharui. Beberapa jenis data aset di desa kata dia, seperti jalan, sumber air dan sejenisnya, termasuk data tentang tingkat pendidikan masyarakat.

Agar penyediaan data ke depan bisa lebih terintegrasi, kata Muda, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kubu Raya akan membangun data center yang akan terkoneksi dengan data-data yang dimiliki setiap pemerintah desa. Nantinya lanjut Muda semua data seperti jumah ibu hamil, data-data terkait tingkat pendidikan, jumlah guru, tenaga kesehatan, anak yang tidak sekolah, disabilitas, data keluarga miskin termasuk jumlah rumah tak layak huni juga akan dilakukan pendataan lebih rinci dan harus selalu di perbaharui.

“Semuanya data yang tersaji harus jelas, jadi kalau kami di tingkat kabupaten ingin membuat kebijakan dengan mengunakan data yang ada bisa diharapkan lebih fokus dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Muda menegaskan, paling lama tahun 2020 setiap pemerintah desa bisa memperbaharui data desanya setiap hari. “Atau paling lama seminggu sekali data desa itu harus diperbaharui. karena tidak mungkin tidak ada perubahan data desa setiap harinya, misalnya jumlah ibu melahirkan, tingkat pendidikan masyarakat dan sejenisnya,” ujarnya.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kubu Raya, Nursyam Ibrahim menambahkan, pembenahan data desa sangat penting dilakukan. Apalagi hingga saat ini masih banyak desa di Kubu Raya yang belum mengupdate data di desanya. “Dari 123 desa di Kubu Raya, saya perkirakan masih ada sekitar 50 persen hingga 60 persen data desanya yang belum di update,” katanya.

Kata Nursyam salah satu tujuan pembenahan data desa ini untuk memvalidasi semua indeks data ketahanan sosial, indeks ketahanan lingkungan dan indeks ketahanan ekonomi yang isinya tidak terpisahkan dari indeks desa membangun. “Jadi kalau profil desanya sudah diperbaiki, otomatis seluruh sistem pembanguannnya dan kelemahan yang ditemukan di lapangan bisa diintervensi di dalam menyusun perencanaan desa,” ujarnya.

Seharusnya kata Nursyam, di dalam menyusun rencana kerja pemerintahan desa (RKPDes) juga mengadopsi di dalam data profil desa. Dia mengakui, hingga kini masih banyak data desa di Kubu Raya yang belum diperbaharui, karenanya dia terus mengingatkan semua perangkat pemerintah desa tentang pentingnya pembaharauan profil data desa. “Data desa yang selalu diperbaharui inilah yang menjadi dasar penyusunan perencanaan pembanguan yang berbasiskan data, bukan berbasiskan perkiraan atau estimasi, tapi data base yang jelas,” jelasnya.

Agar pembangunan ke depan bisa tepat sasaran, Nursyam mengingatkan setiap pemerintahan desa wajib memperbaiki setiap data yang dimiliki masing-masing desa. “Kalau data desa sudah diperbaiki, maka profil perencanaan pembangunan bisa mengacu pada profil data dasar yang diinput dari tingkat desa,” pungkasnya. (ash)

Read Previous

Habib Syech Pimpin Mempawah Bershalawat

Read Next

Kades Mesti Bijak Kelola Keuangan Desa

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *