Banyak Diskusi tentang Pembangunan, Terkesan Saat Diimami Salat

KEPULANGAN : Gubernur Kalbar Sutarmidji bersama Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO) mengantar kepulangan Presiden RI Jokowi di Bandara Internasional Supadio, Jumat (6/9) pagi.HUMPRO KALBAR FOR PONTIANAK POST

Cerita Gubernur Selama Mendampingi Presiden Jokowi Saat Kunjungan

Saat mendampingi Presiden Jokowi di Kota Pontianak, Kamis (5/9), Gubernur Kalbar Sutarmidji sempat berdiskusi tentang banyak hal. Mulai dari program pembangunan, kinerja pemerintahan, kebun durian hingga kontroversi kratom. Berikut adalah ceritanya?

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

BANYAK hal yang disampaikan Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji saat seharian penuh mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) selama kunjungan kerja di Kota Pontianak, Kamis (5/9).

Kepada Pontianak Post, Midji sapaan akrabnya, menceritakan mulai dari awal menjemput kedatangan presiden sampai mengantarnya kembali di Bandara Internasional Supadio, Jumat (6/9). “Saya bersyukur beliau (presiden) datang pas tanggal 5 September. Itu genap saya dan Pak Ria Norsan satu tahun (menjabat),” katanya.

Setelah Presiden Jokowi turun dari pesawat kepresidenan, Midji yang menunggu di sisi tangga pintu keluar pesawat lantas menyalaminya. Dari sana, ia ikut berjalan mengantar orang nomor satu di Indonesia itu ke mobil. “Kalimat yang pertama disampaikan (presiden) ke saya itu, pembangunan fisik di Kalbar sekarang apa?” ujar Midji menirukan perkataan Jokowi.

Mendapat pertanyaan itu, Midji lantas menjawab salah satunya adalah perpanjangan landasan pacu Bandara Internasional Supadio. Landasan yang kini sepanjang 2.250 meter diperpanjang atau ditambah 350 meter. “Nah, mudah-mudahan saya bilang secepatnya (total panjang landasan) bisa 3.000 meter agar pesawat berbadan lebar bisa masuk di sini,” ucap Midji.
Dengan demikian, diharapkan jemaah haji atau umrah yang ingin ke Mekkah, Arab Saudi bisa langsung bertolak dari Kalbar.

Selain itu, orang nomor satu di Kalbar itu sempat mengucapkan terima kasih karena pembangunan jembatan Sungai Sambas Besar yang dijanjikan Jokowi saat kampanye sudah mulai terealisasi. Termasuk rencana pembangunan duplikasi jembatan Kapuas I yang menurutnya juga sudah disetujui presiden. Program lain yang sedang direncanakan adalah pembangunan jembatan Kapuas III beserta outer ring road Kota Pontianak. Untuk kedua hal itu, Midji berjanji ke presiden bakal mencoba membebaskan lahannya.

“Beliau oke. Nilainya saya sebutkan, untuk jembatan Sungai Sambas Besar Rp850 miliar. Jembatan Kapuas III Rp1,4 triliun,” paparnya. Sementara itu, Midji juga melaporkan perkembangan pembangunan pelabuhan samudera Tanjungpura yang dibangun di kawasan Pantai Kijing, Mempawah. Ia mengatakan ke Jokowi bahwa prosesnya terus berjalan dengan baik.

“Beliau sebenarnya ingin melihat (pelabuhan). Nanti beliau ingin datang lagi melihat pelabuhan dan daerah Temajuk, kalau tidak salah jalan perbatasan. Dalam waktu dekat, hanya beberapa bulan ke depan,” ceritanya.

Dalam perjalanan dari bandara menuju ke lokasi kunjungan pertama di Taman Digulis, Midji yang satu mobil dengan presiden kembali berdiskusi tentang banyak hal. Terutama masalah kewenangan gubernur dalam penindakan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah konsesi korporasi. Kewenangan izin konsesi berada di tangan bupati. Sementara, selama ini Midji melihat para bupati tidak berani mengambil tindakan tegas. “Kenapa? Itu kan jadi pertanyaan besar,” ucapnya.

Dilatarbelakangi kondisi tersebut, mantan Wali Kota Pontianak dua periode itu lantas memohon izin ke presiden karena telah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) yakni Pergub Nomor 39 Tahun 2019 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan. “Saya jelaskan isinya. Kalau lahan terbukti dibakar (sengaja), tidak boleh digunakan selama lima tahun. Kalau terbakar, tiga tahun (lahan tidak boleh digunakan). Beliau (presiden) memaklumi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Midji juga mengusulkan ke presiden agar lahan yang sudah diberikan ke perusahaan dalam bentuk konsesi bisa saja dicabut, terutama yang tidak dimanfaatkan. Hal ini mengingat tidak semua lahan yang sudah diterbitkan izinnya langsung (produktif) digunakan oleh perusahaan.

“Beliau pada prinsipnya setuju. Saya ingatkan kepada perusahaan sekarang, saya akan ajukan ke presiden, yang masih tidak bisa memadamkan api di lahan konsesi. Yang jelas, kalau masuk dalam koordinat milik perusahaan saya pasti sanksi,” tegasnya.

Sanksinya bisa sampai pada pengajuan pencabutan izin terhadap perusahaan. Jika terjadi di lahan yang produktif pun tetap akan dilakukan penindakan. Kalau perlu, kata Midji, lahan yang terbakar bisa diambil kembali izin konsesinya. “Misal baru digunakan 80 persen, 20 persen belum, 20 persennya ambil,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Midji juga sempat mendiskusikan rencananya membentuk Pusat Sertifikasi Tenaga Kerja di Kalbar. Alasannya karena konsep Balai Latihan Kerja (BLK) dianggap sudah ketinggalan zaman. Tahun depan program itu akan diwujudkan.

“Beliau pada prinsipnya setuju, kan namannya diskusi ya, sepertinya (presiden) sepemikiran ketika saya sampaikan mengapa tidak bangun pusat sertifikasi tenaga kerja saja. Saya lapor akan membangun itu,” terangnya.
Midji lalu menjelaskan contoh kasusnya ke presiden. Saat ini banyak tenaga ahli di bidang tertentu tidak memiliki ijazah formal. Maka dari itu, dibutuhkan pusat sertifikasi. Di sana para tenaga ahli bisa mendapat sertifikat. Nah, dengan memegang sertifikat artinya keahlian yang bersangkutan sudah teruji.

“Beliau janji mau bantu (pembangunan Pusat Sertifikasi Tenaga Kerja). Nanti Pak Gubernur sampaikan saja apa yang perlu kami bantu,” ungkap Midji menirukan apa yang disampaikan presiden kepadanya.

Setelah sampai di Taman Digulis, saat presiden melaksanakan penanaman durian jenis serumbut, salah satu jenis durian unggul asal Kalbar, Midji menyampaikan perlu adanya perkebunan durian. Provinsi ini dinilai harus memiliki perkebunan durian skala industri karena pasar durian unggul sangat potensial di dunia.

Pemprov Kalbar akan mencoba menanam di sekitar 20 hektare lahan milik pemerintah sebagai uji coba. “Pasarannya (durian) masih sangat luas beliau (presiden) bilang. Pasaran durian itu sangat terbuka, itu yang nanti kami dorong,” imbuhnya.

Dari Taman Digulis, presiden dan rombongan kemudian istirahat makan siang di Restoran Pondok Kakap. Di sana presiden kembali mengajak diskusi tentang banyak hal terkait pekerjaan. Midji sempat bertanya, mengapa presiden sering sekali berkunjung ke daerah-daerah termasuk ke Kalbar yang sudah lebih dari 10 kali.

Saat itu Presiden Jokowi mengatakan, kelemahan birokrat saat ini adalah eksekusi. Rata-rata jika tidak diawasi secara langsung oleh masing-masing pimpinan, baik presiden, gubernur, wali kota maupun bupati, implementasi dari rencana bisa berjalan lamban. “Bisa tidak beres. Kualitas tidak bagus. Makanya, kalau proyek pembangunan beliau mungkin bisa dua tiga kali datang ke tempat yang sama,” ujarnya.

Ada hal yang berkesan dialami Midji dari kunjungan presiden kali ini. Usai makan siang, mereka dan rombongan sempat salat berjamaah di musala restoran. Jokowi sendiri bertindak sebagai imam. Ternyata dari sana diketahui bahwa Presiden Jokowi dikenal selalu mengutamakan salat di sela-sela kesibukannya.

“Itu beliau baca doa selamat, kalau kata orang kita doa selamat lah. Sampai ada satu menteri bilang, saya ini genah salat, salat tidak tinggal, kalau rombongan sama Pak Jokowi,” kata Midji mengingat celetukan seorang menteri saat itu.

Setelah berbincang panjang lebar di sana, kunjungan presiden berlanjut ke Rumah Radakng. Di sela-sela itu presiden meminta agar dilakukan banyak pembenahan dari sisi tata kelola pemerintahan. Salah satunya terkait perizinan.

Dari itu Midji mengingatkan kepada pemerintah daerah kabupaten/kota se-Kalbar untuk berlomba-lomba mewujudkan percepatan dalam perizinan. “Jadi ke depan insentif (dari Pemprov) akan diberikan sesuai dengan kualitas pelayanan di daerah. Parameter daerah mendapat insentif pembangunan akan kami tentukan, misal izin transparan, cepat dan murah, begitu,” paparnya.

Sementara untuk jajaran Pemprov Kalbar sendiri, Midji berjanji kepada presiden bahwa pihaknya bisa mewujudkan pelayanan yang terbaik dibanding provinsi lain se-Indonesia. “Izin bisa yang paling cepat kalau skop provinsi,” ucapnya.

Dari sana, ia kembali mendampingi presiden melihat Sungai Kapuas menggunakan kapal milik TNI AL. Midji bersyukur saat itu kondisi air kapuas cukup bersih dan presiden merasa senang melihat perkembangan pembangunan di sana. Apalagi pembangunan dengan konsep waterfront city itu telah dibiayai pemerintah pusat dalam tiga tahun terakhir. Termasuk juga penataan kawasan Masjid Jami dan Istana Kadriyah.

“Sebenarnya beliau mau ke Masjid Jami. Cuma karena belum selesai, kita takut mengganggu pekerjaan. Akhirnya beliau nanti akan datang lagi melihat itu,” ujarnya. Selain pembangunan di kawasan ibu kota Kalbar, gubernur juga menyampaikan permintaan pembangunan jembatan di daerah-daerah. Termasuk ruas-ruas jalan nasional yang kondisinya sudah perlu perbaikan seperti di kawasan timur Kalbar. “Beliau merespon semua dengan baik, Menteri PU juga,” ujarnya.

Masalah-masalah lain juga sempat disampaikan ke presiden. Salah satunya terkait kontroversi kratom, yang menjadi salah satu andalan komoditas masyarakat di timur Kalbar. Presiden meminta tim dari pusat melakukan kajian-kajian terhadap jenis tanaman tersebut.

Midji lantas mengatakan ke presiden bahwa tidak semua hal harus langsung dilarang. Kratom harus dicari sisi kemanfaatannya, kemudian diatur seperti apa perdagangannya. “Karena ini penghasilan masyarakat di tengah kondisi yang seperti ini, bagus tata kelolanya (diatur),” terangnya.

Secara umum, Midji menilai koordinasi dengan presiden cukup praktis. Presiden tidak ingin kerja yang bertele-tele karena lebih mengutamakan eksekusi. Dengan demikian ke depan bakal terus ada percepatan dalam pembangunan. Hal yang terpenting adalah bagaimana pemerintah daerah bisa mengambil peluang yang ada.*

Read Previous

Pikap Esemka Dijual Rp95 Juta

Read Next

Terotong alias Kelawit, Durian Mini Berwarna Kuning

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular