Banyak Warkop Langgar Aturan, Mulai dari Prokes Hingga Batas Waktu Operasi

UJI USAP: Petugas medis mengambil sampel dengan uji usap warga yang beraktivitas di Pasar Flamboyan, Kamis (12/11). HARYADI/PONTIANAKPOST

PONTIANAK – Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu menyatakan bahwa hasil razia yang dilakukan petugas pada Sabtu malam (21/11) menunjukkan sebagian pemilik dan pengelola warung kopi masih melanggar batas waktu operasi yang tetapkan pemerintah kota sampai pukul 21.00.

“Dari razia tadi malam, hasilnya masih banyak tempat usaha warung kopi yang melanggar peraturan wali Kota Pontianak terkait pemberlakuan jam malam bagi tempat usaha yang dibatasi hanya sampai pukul 21.00 WIB dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kota Pontianak,” kata Sidiq di Pontianak, Minggu.

Dia menjelaskan, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Pontianak selain melakukan razia juga melakukan tes cepat dan tes usap pada pengunjung dan karyawan warung kopi.

“Dari 100 orang pengunjung dan karyawan warung kopi di Jalan Teuku Umar yang kami lakukan tes cepat, enam di antaranya reaktif sehingga langsung dilakukan tes usap,” katanya.

“Sementara pengunjung dan karyawan yang positif Covid-19 bisa melakukan isolasi mandiri atau di Rumah Isolasi Rusunawa Pontianak untuk dilakukan penindakan atau penanganan selanjutnya dengan pengawasan ketat oleh petugas kesehatan,” ia menambahkan.

Pemerintah kota menutup sementara warung kopi yang pengunjung atau karyawannya positif tertular Covid-19 supaya disinfeksi bisa dilakukan pada seluruh bagian warung.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pontianak Syarifah Adriana menyatakan, hingga saat ini ada 200 pemilik/ pengelola warung kopi yang ditindak karena melanggar protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona.

“Kalau untuk jumlah pelanggaran, baik perorangan maupun tempat usaha warung kopi tercatat sebanyak 580 kasus yang ditindak, sebanyak 200 diantaranya pelaku usaha warung kopi,” katanya.

Ia menambahkan, perorangan yang melanggar protokol kesehatan dikenai sanksi sosial atau denda Rp200 ribu sedangkan pelaku usaha yang melanggar didenda sampai Rp1 juta. Dana yang terkumpul dari denda para pelanggar protokol kesehatan di Kota Pontianak mencapai total Rp146 juta.

“Kami berharap masyarakat dan pelaku usaha tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, jaga jarak, dan selalu mencuci tangan menggunakan sabun,” kata Syarifah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu mengatakan bahwa penurunan kasus penularan Covid-19 di Kota Pontianak belum bermakna. “Penurunan kasus belum banyak, oleh sebab itu kami menduga transmisi virus di lapangan masih banyak,” katanya.

Sidiq mengatakan bahwa beberapa pemeriksaan menunjukkan adanya kasus penularan Covid-19 di antara orang-orang yang berada dalam kerumunan karena itu dia meminta warga meningkatkan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, termasuk menghindari kerumunan.

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji meminta aparat keamanan melakukan tindakan hukum yang lebih tegas terhadap mereka yang tidak menerapkan protokol kesehatan, sebagai upaya memaksimalkan kesadaran masyarakat akan bahaya Covid-19 yang masih mengancam.

“Saya minta kepada aparat hukum yang tergabung dalam Satgas Covid-19 untuk memberikan sanksi tegas bagi warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Hal ini kita lakukan agar warga sadar bahwa bahaya COVID-19 ini masih mengancam,” kata Sutarmidji di Pontianak, Minggu (22/11).

Dia menyatakan hal itu perlu dilakukan mengingat sampai hari ini, total kasus konfirmasi Covid-19 di Kalbar sudah mencapai 2.247 orang dengan angka kesembuhan 1.651 orang atau 73,47 persen dan jumlah yang meninggal sebanyak 22 orang.

“Melihat data keterjangkitan semakin tinggi di Provinsi Kalimantan Barat dan angka kesembuhan rendah dari rata rata nasional, kita akan mengambil langkah tegas yaitu dengan melarang kerumunan dalam bentuk kegiatan apapun,” tuturnya.

Sutarmidji menambahkan, jika masyarakat ingin kasus Covid-19 cepat hilang, masyarakat sebaiknya tidak melakukan kerumunan dalam bentuk apapun, kegiatan apapun.

Untuk itu, dirinya mengajak masyarakat untuk bisa terus mematuhi protokol dan selalu menggunakan masker serta menjaga jarak, untuk mencegah keterjangkitan dari Covid-19.

“Jika kita bisa bekerjasama dengan baik, maka kita bisa menekan angka kasus Covid-19 ini,” katanya.

Menurutnya, sambil menunggu proses vaksinasi, tidak ada cara lain yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi seseorang terpapar Covid-19, selain dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Untuk itu kita imbau agar masyarakat jangan sampai kendor menerapkan protokol kesehatan. Ingat, ancaman Covid-19 ini benar-benar nyata, jangan sampai kita atau keluarga sudah terkena baru sadar dan menyesal,” kata Sutarmidji. (ant)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!