Baru Pulang, Terbang Lagi ke Jakarta

DISAMBUT WARGA: Daud Yordan mendapat penyambutan warga serta pejabat setempat, saat kepulangannya ke Sukadana, Senin (25/11). Daud diarak dalam sebuah karnaval mobil dari Teluk Batang menuju Sukadana. HUMASKAB FOR PONTIANAK POST

Daud Yorda Diundang Presiden ke Istana

SUKADANA – Baru saja Senin (25/11) lalu petinju Daud Yordan menginjakkan kaki ke kampung halamannya di Sukadana, kini dia sudah terbang lagi ke Jakarta. Kali ini dia akan memenuhi undangan Presiden Joko Widodo, dalam minggu ini.

Iya saya sekarang lagi di Jakarta. Saya di Jakarta memenuhi undangan Presiden Joko Widodo, dalam rangka kemenangan kemarin di Malang (Kota Batu, Red),” terang Daud saat dikonfirmasi Pontianak Post, Selasa (26/11). Kemenangan yang dimaksud yakni laga saat dia menumbangkan petinju Afrika Selatan, Michael Mokoena, dengan technical knockout (TKO) di ronde 8, 17 November lalu, di area parkir Jawa Timur Park (JTP) 3 Kota Batu, Jawa Timur. Kemenangan tersebut menghantarkan Daud Yordan menjadi juara dunia kelas ringan super (63 kilogram) versi IBA dan WBO Oriental.

Daud berharap, dengan diberikan kesempatan bertemu Presiden, kelak ia akan dapat menerima perhatian lebih nyata dari kepala negara. Salah satunya, sebut dia, atas berbagai prestasi yang selama ini diraihnya. “Mudah-mudahan saja dalam hal ini, dapat lebih nyata perhatiannya Presiden kepada kita,” ungkapnya.

Menaggapi rencana ini, salah satu warga Sukadana, Rizal van Houten, mengaku bangga kepada Daud. Ia menilai sosok Daud merupakan orang yang baik dan ramah. Ditambah lagi Daud, menurut dia, merupakan juara untuk Indonesia. “Jelas bangga saya kepada Bang Daud. Apa lagi dipanggil Presiden. Mudah-mudahan saja olahraga kita semakin diperhatikan. Baik olahraga tinju maupun lainnya. Saya ucapkan selamat kepada bang Daud sang jura dunia,” ungkapnya.

Selain itu, Daud dinilai dia merupakan pahlawan olahraga bagi bangsa ini. Sebab, sambung dia, di ring tinju yang menjadi tempat ia bertanding membawa nama Indonesia, dengan berjuang melawan petinju dari negara lain. “Sosok Bang Daud merupakan pahlawan olahraga bagi bangsa kita ini. Di olahraga tinju dia berjuang untuk bangsa ini,” pungkasnya.

Sebelumnya Daud disambut dengan begitu antusias oleh masyarakat Kayong Utara, saat kepulangannya, Senin (25/11). Saat tiba di kabupaten ini, dia langsung diarak dari Pelabuhan Teluk Batang menuju Kota Sukadana. Kedatangan juara dunia kelas ringan super itu disambut meriah oleh warga dan sejumlah pelajar.

Kedatangan Daud di Negeri Bertuah ini menggunakan speedboat dari Kota Pontianak menuju Teluk Batang. Rombongan dipimpin Bupati Kayong Utara Citra Duani, selanjutnya diiringi dengan menggunakan mobil dari Teluk Batang menuju Sukadana.

Ketibaan rombongan di Pelabuhan Teluk Batang disambut Wakil Bupati Effendi Ahmad, Ketua DPRD Sarnawi, Sekertaris Daerah Hilaria Yusnani, serta sejumlah kepada OPD lainnya. Daud yang dibawa dengan menggunakan mobil berwarna putih dengan atap terbuka, melambaikan tangan kepada masyarakat yang menyambut kedatangannya. Daud pun tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kayong Utara yang begitu antusias menyambut iring-iringan konvoi dari Teluk Batang hingga Kota Sukadana.

“Saya sangat bangga dan senang sekali karena Bapak Bupati, Bapak Wakil Bupati, Ketua DPRD, seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Kayong Utara menyambut kemenangan saya dengan iring-iringan. Penyambutan di Teluk Batang, Melano, hingga di sini (Sukadana, Red),” kata Daud Yordan, Senin (25/11) di Sukadana.

Dia menilai, sejak sekian banyak prestasi yang berhasil ditorehkannya, pada penyambutan kali ini begitu berbeda. Sebab, diceritakan dia, dari Jakarta, Pemerintah Daerah, DPRD, hingga masyarakat sangat antusias menyambut kedatangannya. “Ini kali pertama, yang paling meriah disambut. Jadi kita beri apresiasi, kepada Bapak Bupati, Ketua DPRD, yang begitu peduli terhadap olahraga anak daerah,” ungkapnya.

Ia pun rencananya akan kembali naik ring pada Maret mendatang. Namun ia belum dapat memberikan kepastian untuk gelar yang akan diperebutkan. “Kemungkinan bulan Maret rencananya, saya akan bertanding kembali, bisa mempertahankan gelar atau merebut di gelar lain,” pungkasnya.

Sebelumnya Daud juga sempat diundang Oesman Sapta Odang (OSO), tokoh nasional Kalbar asal Sukadana ke kediamannya di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, mantan Ketua DPD-RI ini berpesan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara, agar dapat terus mengembangkan serta merangkul atlet, khususnya tinju, yang telah mengangkat nama Kayong Utara. Seperti halnya Daud Yordan yang, dipuji dia, telah berhasil menjadi juara dunia tinju kelas ringan super versi IBA dan WBO Oriental.

“Karena terangkatnya nama Kayong Utara di sana ada juara dunia tinju (Daud Yordan, Red), bukan juara nasional, tetapi dunia. Jadi, kalau juara dunia ini sudah menjual nama daerah tersebut. Untuk itu, sangat perlu adanya pembinaan keadaan atlet tinju yang ada di sana untuk dikembangkan oleh pemerintah daerah,” pesan OSO saat Daud Yordan menemuinya di kediamannya di Jakarta, Kamis (21/11) lalu.

OSO mengatakan, untuk bibit tinju di Kayong Utara ini banyak sekali. Bahkan, diakui OSO, tak sedikit anak-anak yang melirik olahraga tinju ini. “Ya, memang dimulai dari sekarang. Baik itu staminanya, makanannya, itu harus diataur,” pesan pria kelahiran Sukadana ini.

Ia juga tak memungkiri dalam hal pembinaan memerlukan biaya. Untuk biaya tersebut, dia berpesan agar pemerintah daerah turut memfasilitasinya, sehingga dapat mengangkat harkat dan martabat Kayong Utara untuk meneruskan perjuangan Daud Yordan. Ke depannya, dia berharap, siapa pun kepala daerahnya, harus mempu menangani hal ini.

“Tentunya dalam membina para atlet di Kayong Utara memerlukan biaya. Dalam hal ini pemerintah harus dapat berperan ikut serta dalam pembiayaan, yang telah membesarkan nama Kayong Utara hingga kejuaraan dunia,” ungkapnya.

Sebelumnya Bupati Kayong Utara Citra Duani berjanji akan memberikan bonus kepada Daud Yordan. Janji tersebut disampaikan dia usai menyaksikan laga perebutan gelar juara kelas ringan super (63,5 kilogram) di Jatim Park 3 Kota Batu, Jawa Timur, Minggu (17/11). Dalam laga tersebut, petinju berjuluk Cino tersebut berhasil menang TKO atas petinju Afrika Selatan, Michael Mokoena pada ronde kedelapan.

“Atas kemenagan Daud, tentunya kita berukur. Semoga ke depan juga akan ada Daud-Daud lainnya sebagai penerus Daud Yaordan sebagai petinju dunia,” kata Bupati di Kota Malang, Jawa Timur. Bukan hanya disaksikan Bupati, laga tersebut juga disaksikan Radja Sapta Oktohari dari Mahkota Promotion. Bahkan sejumlah kepala desa serta mahasiswa asal Kayong Utara yang sedang menimba ilmu di Malang, tidak ketinggalan menyaksikan laga tersebut secara langsung.

Deby Riandi satu di antara mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma), saat diwawancarai mengungkapkan rasa bangganya atas kemenagan Duad Yordan tersebut. Apalagi seorang petarung seperti Daud ini, menurut dia, dikenal dunia sebagai petinju Indonesia. Selain itu, kemenagan Daud, diyakini dia tentunya dapat memberikan semangat untuk pemuda daerah agar berusaha semaksimal mugkin.

Ya, tentunya kita bersyukur atas kemenangan yang diraih Bang Daud. Ini akan menjadi pelajaran bagi kami, yang sedang menimba ilmu jauh dari daerah asal, agar tetap semangat dalam berjuang. Sebab, kemenangan Daud tentunya dihasilkan berkat adanya latihan yang serius dan intens sebelum bertanding. Sebagai putra daerah kami mahasiswa asal Kayong Utara jelas bangga kepada Daud berhasil sebagai juara dunia untuk Indonesia,” sebutnya.

Sementara itu, Daud ‘Cino’ Yordan sendiri sebelumnya mengatakan, mengenai persiapan hingga berhasil menyabet sebagai jura dunia tentunya cukup lama dilakukan. Selain berlatih di Bali ia juga sebelum bertanding menyempatkan diri untuk berlatih di Malang. (ote)

 

Read Previous

Pasir Pantai Kendawangan Terus Dikeruk

Read Next

Tengah Malam Nama Ketua AKD disetujui; Angeline Ketua Komisi I, Subhan Ketua Komisi IV

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *