Basarnas Kumpulkan 141 Kantong Jenazah, Meski Terkendala Cuaca

KANTUNG JENAZAH: Petugas membawa kantung jenazah berisi potongan tubuh korban pesawat Sriwijaya Air PK-CLC yang jatuh di perairan Pulau Seribu di Dermaga JICT, Jakarta, Senin (11/1/2021). Temuan tersebut kemudian dibawa ke RS Polri untuk diidentifikasi. DERY RIDWANSAH/ JAWAPOS.COM

JAKARTA – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) atau Basarnas, Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito menyampaikan, proses evakuasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu mengalami hambatan karena faktor cuaca. Namun, pada hari kelima proses evakuasi terdapat penambahan kantong jenazah, total kini berjumlah 141 kantong jenazah.

“Pada hari ini, saya melaporkan kita mendapatkan 141 kantong jenazah berisi bagian tubuh atau body parts, 31 kantong kecil yang berisi serpihan pesawat dan 28 potongan besar pesawat,” kata Bagus di Dermaga JICT II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (13/1).

Bagus tak memungkiri, proses evakuasi pada hari kelima ini mengalami hambatan karena terkendala cuaca ekstrem. Dia mengharapkan, kondisi cuaca pada Kamis (14/1) besok bisa lebih baik.

“Besok kegiatan kita tetap di area yang sama dengan melebarkan area untuk pencarian evakuasi korban, itu sebagai prioritas dan serpihan-serpihan material dari pesawat,” tutur Bagus.

Bagus menuturkan, pihaknya akan memperkecil area pencarian black box cockpit voice recorder (CVR). Terlebih tim SAR telah berhasil mengangkat black boc flight data recorder (FDR) dari lokasi jatuhnya Sriwijaya Air di perairan Kepulauan Seribu.

“Yang akan bermain untuk pelaksanaan itu (pencarian black box) tetap sama, oleh KN Baruna Jaya, yang besok bersama KNKT akan melaksanakan pencarian,” ujar Bagus.

Kendati demikian, Bagus menegaskan proses evakuasi korban tetap menjadi hal terpenting. Tentunya tidak kalah penting black box CVR dan material-material pesawat lainnya.

“Dari tim SAR gabungan akan tetap melaksanakan operasi SAR besok dengan semangat, dengan prioritas pada evakuasi korban,” pungkas Bagus.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Sriwijaya SJ-182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (9/1) sekitar pukul 14.40 WIB.

Pasawat yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut mengangkut penumpang sebanyak 62 penumpang, terdiri dari 6 awak aktif, 40 dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi dan 6 awak sebagai penumpang. (jp)

error: Content is protected !!