Batas Laut Adalah Harga Diri Bangsa, Syarif Minta MT Iran dan Panama Ditindak Tegas

Syarif Abdullah Alkadrie, Wakil Ketua Komisi V DPRD Kalbar

PONTIANAK–Anggota DPR RI dari dapil Kalimantan Barat, Syarif Abdullah Alkadrie melontarkan protesnya terkait pertahanan dan berhubungan beberapa kejadian di Indonesia, baik melalui jalur udara, laut maupun darat sendiri. Yakni mudahnya negara-negara lain masuk dengan beragam metode.
“Terbaru yakni  dua kapal berjenis motor tanker (MT) berbendera Iran dan Panama yang diduga melakukan transfer bahan bakar minyak (BBM) ilegal di perairan Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (24/1). Ada apa ini,” ucapnya dengan nada penuh tanya.

Menurut Ketua DPP Nasdem ini, terhadap kejadian di perairan Kalimantan Barat, aparat negara diminta bertindak tegas, seandainya dilakukan disengaja. Harus diusut seandainya benar di tengah lautan Indonesia, ada kegiatan bongkar BBM illegal. “Harus diusut tuntas. Siapa di belakangnya,” ungkap dia.

Dua hari sebelumnya memang,  Badan Keamanan Laut (Bakamla) mengamankan dua kapal berjenis motor tanker (MT) berbendera Iran dan Panama yang diduga melakukan transfer bahan bakar minyak (BBM) ilegal di perairan Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (24/1). Dua berhasil kapal tersebut diamankan kapal milik Bakamla bernama KN Marore 322.

“Proses pengamanan tersebut dilakukan saat KN Marore 322 yang dikomandani Letkol Bakamla Yuli Eko Prihartanto sedang melaksanakan Operasi Keamanan dan Keselamatan Laut Dalam Negeri Trisula-I/21,” ujar Kabag Humas dan Protokol Bakamla Kolonel Bakamla Wisnu Pramandita dalam keterangan tertulis, Minggu siang.

Dia menyampaikan bahwa penangkapan ini bermula ketika KN Marore 322 mendeteksi kontak radar diam dengan indikasi sistem identifikasi otomatis atau automatic identification system (AIS) dimatikan pada baringan 260, jarak 17NM posisi 00° 02′ U – 107° 37′ T. Berangkat dari deteksi ini, KN Marore kemudian bergerak mendekati kontak dengan kecepatan 16 knot.

Tak lama berselang, sekitar pukul 06.00 WIB, KN Marore 322 berhasil mendeteksi secara visual. Dalam penangkapan visual tersebut, KN Marore 322 mengetahui ada dua kapal jenis MT sedang melaksanakan ship to ship yang diduga melakukan transfer BBM illegal.

Saat mendekati dua kapal tanker tersebut, petugas mendapati bahwa dua kapal tersebut dengan sengaja menutup nama lambung kapal dengan kain. “Tujuannya untuk mengelabuhi aparat penegak hukum Indonesia,” kata Wisnu.

Syarif mempertanyakan kenapa dua kapal berjenis motor tanker (MT) berbendera Iran dan Panama bisa berlayar sangat jauh sekali di perairan Pontianak, Kalimantan Barat. Harusnya dari awal sudah dicegah ketika akan pertama kali memasuki perbatasan laut Indonesia. “Pertahanan kita adalah kedaulatan NKRI. Kita sudah beberapa kali kecolongan,” ujarnya.

Beberapa waktu sebelumnya, politisi Nasdem Pusat ini menyinggung perairan Indonesia sudah diawasi sejak masuknya “drone laut” ke perairan Sulawesi. Entah untuk penelitian, ataupun kegiatan ekplorasi, harusnya tidak boleh terjadi tanpa seizin negara. Apalagi baru terungkap karena ada nelayan yang mengetahuinya. “Aneh juga pertahanan keluatan kita. Mudah sekali disusupi. Jangan-jangan sebelumnya sudah banyak masuk drone-drone laut ke perairan Indonesia tanpa bisa terdeteksi. Kita hanya bisa mengira-ngira,” ucapnya.

Sehari sebelumnyah, Syarif juga protes terkait hebohnya pemberitaan kedatangan WNA pekerja asal  luar di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Padahal sebelumnya, sudah disepakati melalui pembantunya Mentri Luar Negeri, melarang masuknya WNA selama beberapa waktu ke depan. Pembatasan tersebut juga diberlakukan negara-negara Eropa di luar negeri. “Kan aneh saja, aturan dibuat tetapi seperti diberikan pengecualian atau karpet merah,” ujarnya.

Syarif Abdullah meminta Mentri Luar Negeri sebagai perpanjangan tangan presiden harus satu bahasa dan satu kata. Jangan antara lembaga seperti kurang terkoordinasi ketika akan menyampaikan hal penting menyangkut masyarakat Indonesia. “Ini sehubungan dengan wabah Covid-19. Kita harus benar-benar serius kalau ingin terlepas total. Harus konsekuen juga dengan aturan yang diucapkan,” tukas dia.(den)

error: Content is protected !!