Bawa Pesan Persahabatan untuk Semua

KETERANGAN : Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus bersama Ketua PGIW Kalbar Pdt Paulus Ajong serta Ketua Panitia Perayaan Natal Oikumene Kalbar 2019 Kolonel Czi Yudha Rusniwan memberikan keterangan pers di Pontianak, Senin (6/1). IDIL AQSA AKBARY/PONTIANAK POST

Natal Oikoumene Siap Digelar

PONTIANAK – Perayaan Natal Oikoumene Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) siap digelar pada Kamis (9/1). Kegiatan yang mengusung tema ‘Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang’ itu akan dilaksanakan di GOR Sport Center Supriyadi Kodam XII Tanjungpura.

Ketua Panitia Perayaan Natal Oikumene 2019 Kalbar Kolonel Czi Yudha Rusniwan menjelaskan, kegiatan akan dimulai pada pukul 16.00 dan terbuka untuk umum. Sesuai dengan kapasitas tempat, perkiraan masyarakat yang hadir bisa mencapai 2.500 sampai 3.000 orang.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, selain unsur pemerintah serta pimpinan lembaga gereja, tahun ini kepanitiaan perayaan Natal Oikoumene juga melibatkan unsur TNI dan Polri.

“Berdasarkan hasil audiensi, Kodam XII Tanjungpura dinobatkan sebagai tuan rumah sekaligus ketua umum panitia Natal Oikoumene Kalbar 2019,” terang Yudha saat jumpa pers di Kediaman Keuskupan Agung Pontianak, Senin (6/1).

Yudha yang juga Staf Ahli Pangdam XII Tanjungpura bidang ideologi dan politik itu menambahkan, secara teknis perayaan Natal Oikoumene dibagi menjadi dua kegiatan. Yakni acara pokok melalui penyampaian pesan natal dan doa untuk umat kristiani. Kemudian ada pula hiburan yang akan di isi lagu-lagu rohani dan tarian suka cita natal.

“Pihak panitia berharap Gubernur Kalbar dapat hadir dalam pelaksanaan Natal Oikoumene Kalbar 2019,” pungkasnya.

Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus menjelaskan, tema yang diusung pada Natal Oikoumene kali ini adalah hiduplah sebagai sahabat bagi semua orang. Tema tersebut diambil sebagai bentuk kepedulian umat Kristiani di Indonesia untuk membantu pemerintah menciptakan kedamaian.

“Maka yang diperjuangan adalah kedamaian universal. Karena fakta menunjukkan saat ini situasi bangsa Indonesia masih dibumbui kekerasan, intoleransi dan kurang menghargai kebhinekaan,” ujarnya.

Ia mengajak umat Kristiani terlibat dalam usaha menciptakan Indonesia yang penuh kedamaian. Sehingga ke depan roda pemerintahan bisa berjalan dengan baik. Karena memang gereja merasa bertanggungjawab untuk menciptakan rasa persahabatan antara sesama masyarakat.

“Kami berharap bapak Gubernur Kalbar bisa datang untuk memberikan sambutan. Kami berharap semua lapisan (masyarakat) dari yang paling bawah hingga atas untuk dapat menghadiri Natal oikoumene Kalbar 2019,” harapnya.

Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) Kalbar Pendeta Paulus Ajong MTh menambahkan, setiap tahun Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan PGI selalu mengeluarkan pesan natal bersama. Sesuai tema tahun ini ia menilai sangat relevan dan bermanfaat bagi umat manusia.

“Manusia sebagai makhluk sosial tentu tidak bisa hidup sendiri dan perlu berdampingan dengan semua orang. Maka hubungan pergaulan yang baik harus dilakukan,” katanya.

Melalui pesan Natal, PGI dan KWI mengajak umat kristiani untuk lebih mengedepankan sikap hubungan yang bersahabat antar sesama. Natal adalah manifestasi nyata dari Tuhan yang berinisiatif bersahabat dengan manusia. Maka manusia juga harus bersahabat dengan alam dan ciptaan lainnya.

“Persahabatan yang diusung PGI dan KWI adalah yang universal. Bagaimana memanusiakan yang menghidupkan,” ucapnya.

Dalam konteks kemajemukan di Indonesia ia melihat justru bisa menjadi sumber kekuatan atau juga ancaman. Warga yang majemuk bisa menjadi kekuatan jika mengedepankan sikap saling bersahabat. Sebaliknya kemajemukan bisa menjadi sumber perpecahan jika warga yang berbeda mengedepankan sikap tidak bersahabat antara satu dan lainnya.

“Gereja-gereja di Indonesia sangat berharap kita bisa mengedepankan semangat bersahabat sesuai dengan ideologi negara,” pungkasnya.(bar)

error: Content is protected !!