Bayar Listrik 400 Juta Sebulan, PDAM Tirta Galaherang Tak Operasional 24 Jam

Ilustrasi PDAM/ jawapos.com

MEMPAWAH – Menyikapi tingginya keluhan pelanggan terhadap pelayanan air bersih di Kabupaten Mempawah, Karyawan Senior PDAM Tirta Galaherang angkat bicara. Menurut dia, menurunnya kualitas pelayanan disebabkan PDAM tidak mampu beroperasional selama 24 jam. Kendalanya, tarif listrik mencapai hampir Rp 400 juta per bulan.

“Jika dipaksakan operasional 24 jam penuh, tagihan listrik mencapai hampir Rp 400 juta perbulan. Kita tidak sanggup jika harus membayar Rp 400 juta hanya untuk listrik. Karena PDAM Mempawah juga harus membiayai gaji, perawatan mesin, jaringan pipa dan lainnya,” ungkap Karyawan Senior PDAM Tirta Galaherang Mempawah, Riduansyah, Minggu (19/9) di Mempawah.

Karena itu, Riduansyah menyebut salah satu solusi agar PDAM bisa beroperasional 24 jam yakni melalui suntikan dana dari Pemerintah Kabupaten Mempawah selaku owner. Menurut dia, jika pemerintah daerah dapat menanggung biaya tagihan listrik PDAM Mempawah maka pelayanan akan lebih baik.  “Andai bisa operasional 24 jam dengan tagihan listrik ditanggung pemerintah daerah, maka PDAM Mempawah  dapat meremajakan peralatanya. Seperti perawatan mesin dan lainnya. Saya yakin, pelayanan maksimal dan kualitas serta kuantitas air bersih bisa optimal dari kondisi sekarang,” tegasnya.

Menurut dia, kuantitas dan kualitas bisa dicapai jika PDAM Mempawah konsisten dalam pelayanan air bersih. Artinya distribusi air bersih ke rumah-rumah pelanggan mesti dilakukan 24 jam penuh. “PDAM Mempawah itu butuh 3K. Yakni, Kuantitas, Kualitas dan Kontinuitas. Selama inikan PDAM Mempawah hanya beroperasi 12 jam sejak pukul 05.00-17.00 WIB,” tuturnya.

Lebih jauh, Riduansyah menilai, operasional 12 jam menyebabkan air bersih tidak mencapai seluruh rumah-rumah pelanggan. Terutama pada wilayah pelanggan yang berada jauh dari Kota Mempawah.  “Kalau pun sampai kerumah pelanggan yang berada di ujung jaringan maka dorongannya tidak maksimal. Dan ketika jam operasional selesai, maka air di dalam pipa kosong karena pelanggan menyedot air menggunakan mesin. Nanti akan memulai lagi ketika mesin dinyalakan hingga distribusi air tak menyeluruh,” paparnya.

Padahal, Riduanyah menyebut PDAM Mempawah memiliki kemampuan untuk melaksanakan operasional 24 jam penuh. Hanya saja, PDAM Mempawah terkendala pada cos pembiayaan listrik untuk melaksanakan operasional 24 jam penuh.  “Untuk peralatan tidak ada permasalahan. PDAM Mempawah mampu beroperasional penuh selama 24 jam non stop. Sekarang, tinggal kembali ke Pemerintah Daerah jika mau memperbaiki pelayanan PDAM maka berikan bantuan subsidi tagihan listrik,” pungkasnya. (wah)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!