Baznas Pontianak Dorong Perda Zakat
Potensi Zakat Capai 300 Miliar

FOTO BERSAMA : Rakorda Baznas Kota Pontianak untuk UPZ Masjid dan UPZ InstansiPemerintah/ Swasta pada 27 Maret dan 3 2021. DOKUMENTASI BAZNAS KOTA PONTIANAK

PONTIANAK – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pontianak berharap Peraturan Daerah (Perda) Zakat dapat dirampungkan pada tahun ini. Dengan adanya Perda Zakat, penerimaan zakat Infak dan Sedekah (ZIS) di Kota Pontianak dapat dilakukan secara optimal. Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Baznas Kota Pontianak, Nasrullah Chatib, saat bertandang ke Pontianak Post, Rabu (7/4).

“Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengelolan Zakat sedang dilakukan oleh DPRD Kota Pontianak dan Pemerintah Kota Pontianak, insya Allah diharapkan dalam tahun 2021 ini kita sudah mempunyai Perda Zakat,” ungkap Nasrullah.

Dia menjelaskan, Perda Zakat akan menjadi payung hukum bagi lembaga Baznas Kota Pontianak dalam melakukan dan melaksanakan tugas dan fungsinya secara maksimal. Dengan adanya perda ini pula, penerimana ZIS dapat dioptimalkan, sebab cakupannya yang luas dan mengikat.

Saat ini pihaknya terus mendorong masjid-masjid dan instansi untuk mendirikan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Untuk UPZ masjid, dari 340 masjid yang ada di Pontianak, sudah hampir 200 masjid yang telah mendapat SK dari Baznas Kota Pontianak. “Dengan adanya Perda ini, kami tidak ragu lagi untuk ke dinas-dinas kota untuk mendorong mereka membentuk UPZ,” tuturnya.

BERKUNJUNG : Foto bersama Pimpinan Baznas Kota Pontianak, saat berkunjung ke kantor Harian Pontianak Post, Rabu (7/4). SITI/PONTIANAKPOST

Pihaknya mencatat, tahun 2020 penerimaan zakat mencapai Rp5,9 Miliar, berkurang jika dibandingkan dengan tahun 2019 yang tercatat sekitar tujuh miliar rupiah. Angka ini menurutnya masih cukup kecil, sebab apabila ZIS dapat dioptimalkan, diperkirakan penerimaannya dapat mencapai ratusan miliar. “Kalau dihitung potensi zakat di Pontianak Rp300 miliar,” katanya.

Dalam hal penyaluran, Baznas Kota Pontianak melibatkan UPZ-UPZ yang ada sebagai ujung tombak. Sebab, penerima ZIS sebagian besar berada di lingkungan masjid. Pembagiannya, kata dia, 70 persen UPZ masjid, dan 30 persen Baznas Kota Pontianak. Adapun Baznas Kota Pontianak mendistribusikannya dengan sejumlah program, mulai dari program kemanusian, kesehatan, pendidikan, dakwah-advokasi, serta ekonomi.

Dia menjelaskan, baru-baru ini pihaknya, menggelar Rakorda Baznas Kota Pontianak dengan UPZ. Dalam kesempatan itu, pihaknya meluncurkan layanan ZIS dengan menggunakan aplikasi LinkAja.

“Penggunaan aplikasi LinkAja yang telah diluncurkan pada acara Rakorda UPZ Instansi Pemerintah/Swasta dengan Baznas Kota Pontianak tanggal 3 April 2021, dengan 5 macam Barkot/QRIS, yakni untuk Zakat Maal, Infak/ Sedekah, DSKL, CSR, dan Tanggap Bencana Kemanusiaan,” pungkas dia. (sti/ser)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!