BBPOM di Pontianak Awasi Produk Tidak Memenuhi Ketentuan

PONTIANAK- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pontianak terus meningkatkan intensifikasi pengawasan pangan di ritel selama Ramadan dan jelang Idul Fitri 2020.

Hal ini dilakukan untuk melindungi masyarakat dari peredaran produk pangan olahan yang Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK) dan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Kegiatan intensifikasi pengawasan pangan tahun ini berfokus pada tiga kategori. Yaitu pengawasan sarana distribusi, termasuk sarana ritel.

Kemudian, pengawasan pangan olahan seperti pangan Tanpa Izin Edar (TIE)/ilegal, kedaluwarsa, dan rusak. Serta pengawasan pangan jajanan buka puasa atau takjil terhadap kemungkinan kandungan bahan berbahaya di dalamnya.

Dra. Ketut Ayu Sarwetini, Apt mengatakan kegiatan intensifikasi pengawasan ini sebagai salah satu upaya BBPOM di Pontianak untuk melindungi masyarakat dari peredaran produk pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan. “Khususnya selama Ramadan dan menjelang hari raya Idul Fitri 2020,” timpalnya.

Tahap I dilaksanakan pada 27 April yang dilaksanakan di sejumlah ritel di Pontianak Tenggara yakni Hyper dan Carefour. Tahap II dilaksanakan pada 4 mei. Objek pemeriksaan ritel yang berada di Pontianak Barat dan Pontianak Kota. Diantaranya Mitra Mart Sepakat dan Kota Baru.

Tahap III berlangsung pada 11 Mei 2020. Objek pemeriksaan dilakukan pada distributor dan importir di Pontianak. Hasil pengawasan tahap I hingga III ini tidak ditemukan produk ED, rusak atau TIE (MK).

Pada 18 Mei, BBPOM di Pontianak melakukan intensifikasi pengawasan tahap IV. Objek pemeriksaannya yakni sarana ritel dan parsel di Pontianak Selatan, Pontianak Timur dan Pontianak Utara. Hasil kegiatan intensifikasi tahap IV ini menunjukkan bahwa masih banyak ditemukan pangan olahan yang TMK.

Total temuan ada 32 item sejumlah 259 pcs yang terdiri dari produk rusak 8 item sebanyak 18 pcs, ED 10 item sebanyak 47 pcs, TIE 14 item sebanyak 194 pcs. Tindak lanjut terhadap pangan olahan kemasan yang rusak, kedaluwarsa, dan TIE adalah diturunkan dari display, direkomendasikan untuk diretur ke supplier ataupun dimusnahkan. Serta dilakukan pembinaan ke penjual atau manajemen ritel agar tidak menerima produk yang TMK.

BBPOM di Pontianak mengimbau masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas. Caranya melakukan Cek KLIK (kemasan, label, izin, dan kedaluwarsa) dalam memilih Obat dan Makanan serta mencari informasi yang terpercaya dari sumber yang terpercaya. (mrd)

loading...