Bea Cukai Sintete Bakar 973.720 Batang Rokok

MUSNAH: Bea Cukai Sintete bakar ratusan ribu batang rokok yang melanggar bidang cukai. FAHROZI/PONTIANAK POST

Bea Cukai Sintete Musnahkan Barang Hasil Penindakan

SAMBAS – Kabupaten Sambas menjadi salah satu wilayah sasaran peredaran rokok ber pita cukai namun tidak sesuai peruntukkannya serta Minuman Keras tanpa pita cukai. Hal ini dibuktikan dengan pengungkapan dari operasi dan penindakan yang dilakukan petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Sintete.

Sesuai data KPPBC Sintete, selama kurun waktu satu tahun (Mei 2019-Mei 2020) berhasil melakukan penindakan BKC ilegal berupa produk hasil tembakau atau rokok yang dilekati pita cukai namun tidak sesuai peruntukkan dan salah satu personalisasi, serta Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) atau miras yang tidak dilekati pita cukai.

Rinciannya, jenis barang Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) atau minuman beralkohol sebanyak 53,33 liter dan rokok sebanyak 973.720 batang dengan jumlah nilai perkiraan barang dari keduanya yakni Rp1.114.564.900 dan nilai perkiraan kerugian negara Rp614.680.830.

Tak hanya itu, Petugas KPPBC Sintete juga mengungkap pelanggaran dibidang kepabeanan berupa Ballpres dan pakaian bekas sebanyak 260 Kilogram, barang elektronik bekas sebanyak 150 unit, sepatu bekas sebanyak 65 Kilogram dan barang lainnya, yang dari semua itu nilai perkiraan barang Rp506 juta lebih dan nilai perkiraan kerugian negara Rp312.374.080.

Plh Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Sintete, Noviardi Hidayat mengatakan penindakan dilakukan sesuai dengan Undang Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan atas Undang Undang nomor 10 Tahun 1995 tentang kepabeanan dan UU Nomor 39 Tahun 2007 tentang perubahan atas Undang Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang cukai.

Penanganan barang hasil penindakan dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK -39/PMK.04/2014 tentang tata cara penyelesaian barang yang dirampas untuk negara atau yang dikuasai negara yaitu dengan menetapkan sebagai Barang Milik Negara untuk selanjutnya diusulkan penyelesainnya kepada Direktorat Jenderal Kekayanaan Negara .

“Barang Milik Negara yang diusulkan dilakukan pemusnahan adalah barang hasil penindakan KPPBC TMP C Sintete yang melanggar ketentuan dibidang kepabeanan dan cukai, dan pemusnahan dilakukan dengan cara dipotong, dipukul, dituang dan dibakar pada Kamis (25/6) di halaman Kantor Bea Cukai Sintete, dan disaksikan pihak kepolisian, pemerintah hingga pihak terkait lainnya,” katanya.

Disampaikannya, KPPBC Tipe Madya Pabean C Sintete melakukan operasi dan penindakan terhadap barang yang masuk ke Indonesia melalui PLBN Aruk dan hasil operasi pasar di wilayah kerja meliputi Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Sambas. “Barang-barang tersebut selain didapatkan di PLBN Aruk, juga hasil operasi yang dilakukan petugas Bea dan Cukai Sintete,” katanya.(fah)