Bekerja Sebagai Self Employed di Tengah Pandemi Covid-19

SELF employed menjadi pilihan sebagian orang untuk tetap memperoleh rezeki di tengah pandemi Covid-19. Sayangnya, pendapatan yang diterima tidak menentu tiap bulannya. Bagaimana self employed mengatur keuangan agar dapat memenuhi kebutuhan?

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Pandemi Covid-19 berdampak besar bagi kehidupan finansial masyarakat. Banyak di antara masyarakat mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dari perusahaan tempatnya bekerja.

Demi bertahan hidup dan bisa menghidupi keluarga, seseorang harus memutar otak, mencari pekerjaan atau berkecimpung di bidang lainnya. Salah satu bidang yang jadi pilihan adalah self employed.

Self employed adalah orang yang tidak bekerja untuk perusahaan atau terikat kontrak dengan perusahaan apa pun, dan tidak diberikan nilai gaji atau pendapatan yang konsisten setiap bulannya.

Beda halnya dengan karyawan yang bekerja di perusahaan, self employed memperoleh penghasilan bulanan yang tidak pasti besarannya. Bisa saja, di bulan pertama dapat penghasilan besar.

 

Tetapi, tidak menjamin juga di bulan selanjutnya, bisa saja penghasilan yang diperoleh lebih kecil dari bulan sebelumnya. Tentu saja bukan hal mudah, terlebih masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Bagaimana self employed dapat mengatur finansial agar tetap dapat bertahan hidup di tengah pandemi Covid-19? Sebelum berbicara mengenai penghasilan, seseorang harus menentukan usaha yang akan dipilih.

Ari Widiati, MM

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Pontianak, Ari Widiati, MM mengatakan usaha yang tepat dilakukan di tengah pandemi Covid-19 adalah bidang kuliner, kesehatan dan obat-obatan.

Kemudian, freelance jual beli online, jasa pengantaran barang, usaha hiasan rumah supaya menambah orang betah tinggal di rumah, seperti aquarium atau aqua scape, tanaman hias dan ikan.

Setelah berjalan, tentu saja self employed sudah memperoleh pendapatan. Agar finansial aman, self employed harus bisa mengetahui pendapatan minimal dan pengeluaran per bulan.

Mengatur dan mencatat rencana pengeluaran. Tetap membuat dana untuk keperluan darurat seperti sakit dan untuk kebutuhan masa depan. Banyak promosi usaha menggunakan digital marketing.

Tidak lupa hindari membeli barang-barang yang diperlukan (tidak boros). Sebelum belanja produk review terlebih dahulu, cari produk sejenis dengan harga yang lebih murah.

“Berusaha menghasilkan pendapatan yang stabil dan sesuaikan dengan pengeluaran dan promosi pekerjaan yang sedang dilakukan,” kata Ari.

Dampak buruk jika self employed tidak aware dengan keuangannya? Ari menuturkan self employed akan kesulitan keuangan dan selalu akan kekurangan sehingga mereka sulit untuk mencukupi kebutuhan.

Adakah cara tepat untuk menambah penghasilan sebagai self employed? Ari menyatakan self employed bisa mengejar pendapatan untuk mencukupi kebutuhan.

Hal itu bisa dilakukan setelah kebutuhan tercukupi. Self employed dapat menambah penghasilan dengan berinvestasi dan menjual produk atau jasa online melalui e-commerce.

“Perkembangan digital sangat memudahkan untuk bisa berkreasi di dunia online,” tutupnya.**

error: Content is protected !!