Beli Dulu, Bayar Kemudian

DULU kita hanya bisa menggunakan sistem utang belanja dengan kartu kredit, kini udah ada fitur paylater yang bisa dimanfaatkan oleh semua kalangan. Yup, kartu kredit terbilang lebih ribet karena proses pengajuan dan verifikasi oleh pihak bank sangat selektif sehingga nggak semua orang bisa punya kartu kredit. Sementara, pengajuan dan verifikasi fitur paylater dapat dilakukan secara online dan peluang diterimanya lebih besar.

Fyi, paylater merupakan fitur kredit limit atau pinjaman uang tanpa jaminan yang dapat digunakan pengguna dari aplikasi tertentu. Fitur ini memungkinkan para pengguna membeli produk tertentu menggunakan dana talangan yang bisa dibayarkan belakangan.

“Paylater ini diciptakan oleh institusi/start-up untuk memudahkan para penggunanya yang ingin membeli tapi dananya belom ada. Pada kasus yang lain, paylater bisa menjadi buruk karena si pengguna nggak memiliki dana untuk membayarnya,” ujar Helma Malini, S.E., M.M., Ph.D., Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura.

Paylater ini salah satu bentuk utang yang memiliki beban bunga dan beban psikologis. Sehingga, para penggunanya diharapkan menimbang dengan baik sebelum mengajukan paylater. Selain itu, kemampuan untuk membayar tagihan pun perlu diperhatikan agar nggak menyulitkanmu kedepannya.

“Kalo misalnya si pengguna nggak bisa bayar, si pengguna ini akan terkena blacklist. Si pengguna ini juga bakal memiliki kredit histori yang buruk. Di dunia keuangan dan perbankan, kredit histori yang buruk bakal berlaku seumur hidup,” jelas dosen yang telah mengajar sejak tahun 2006 ini.

Paylater sendiri memiliki limit yang ditentukan berdasarkan penghasilan penggunanya. Semakin besar penghasilan, maka limit paylater pun mengikuti. Aplikasi-aplikasi yang menyediakan fitur paylater pun harus terintegrasi dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) agar dana yang ada terjamin.

“Paylater ini bisa dimanfaatkan oleh anak muda untuk membeli barang atau jasa yang sedang promo. Tapi, harus disesuaikan lagi dengan kemampuan bayar. Sekiranya di bulan selanjutnya udah ada dana untuk membayar ya nggak masalah,” tambah Helma.

Helma Malini pun menyarankan bagi pengguna paylater untuk langsung menyisihkan penghasilannya untuk membayar tagihan. Penghasilan yang disisihkan ini nggak boleh diutak-atik untuk keperluan lain agar pembayaran tagihannya lancar. Jangan sampe manajemen keuangan yang buruk berdampak pada kredit histori penguna paylater.

“Paylater ini memiliki prospek yang bakal berkembang kedepannya karena mendukung sistem fintech dan cashless. Selain itu, kedepannya paylater pasti lebih baik lagi. Selama penggunanya dapat mengatur keuangannya, maka paylater bisa menjadi alternatif pembayaran,” pungkas Helma. (ind)

Read Previous

Bukti Suzuki Kuat Di Akselerasi

Read Next

Bupati Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya

Tinggalkan Balasan

Most Popular