Belum Ada Kasus Karhutla, Pemda Pastikan Persiapan dan Antisipasi Sudah Dilakukan

IMBAUAN: Anggota kepolisian gencar mengimbau masyarakat agar tak lagi membakar hutan dan lahan. Sosialisasi dilakukan sebagai upaya mengantisipasi terjadinya karhutla di Bengkayang. Ist

BENGKAYANG  –  Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkayang, Damianus memastikan hingga saat ini belum ada kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Bengkayang. Pernyataan tersebut disampaikan mengingat belum adanya titik panas (hotspot) yang terpantau sampai Senin (22/2).

Sementara terkait potensi kemungkinan karhutla, Damianus mengungkapkan setidaknya ada empat daerah yang rawan karhutla yakni Sungai Duri, Sungai Raya Kepulauan, Sanggau Ledo, dan Jagoi Babang.

“Empat wilayah tersebut merupakan lahan gambut dan rawan terjadi karhutla apabila kita berkaca dari kejadian karhutla di tiap tahunnya,” ujar Damianus, Senin (22/2). Dia melanjutkan, potensi karhutla semakin besar apabila di wilayah-wilayah tersebut tidak diguyur hujan atau mengalami cuaca panas dalam waktu seminggu. Hal ini dinilai perlu menjadi perhatian sekaligus diwaspadai.

“Upaya antisipasi sudah kita lakukan. Salah satunya kita mengaktifkan fungsi destana (desa tanggap bencana) di empat wilayah rawan tersebut. Ini kita lakukan sebagai bentuk siaga apabila ada kejadian karhutla di Bengkayang,” ungkapnya. Namun kembali ia menegaskan bahwa sampai saat ini masih belum ada kasus (karhutla) di wilayah Bengkayang.

Sementara itu, Pj Bupati Bengkayang, Yohanes Budiman juga memastikan bahwa Pemkab Bengkayang sudah menaruh kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Terlebih melihat situasi menjelang masuknya musim kemarau seperti saat ini. Menurutnya, Provinsi Kalbar termasuk salah satu wilayah yang mendapat atensi khusus oleh pemerintah pusat dalam hal kerawanan kebakaran lahan.

“Dalam hal ini saya mengimbau kepada masyarakat luas dan para pengelola perkebunan tentunya agar meningkatkan kewaspadaan. Terutama pada spot-spot rawan (karhutla),” katanya.

Sementara untuk Bengkayang sendiri, wilayah yang rawan terjadi karhutla misalnya di wilayah Kecamatan Sungai Raya,sebagian di Seluas, dan Jagoi Babang. Selain itu, Yohanes juga mengajak semua pihak untuk tidak membakar lahan, terutama yang berpotensi tidak terkendali menjelang kedatangan musim kemarau.

Di samping itu, ia juga meminta peran para camat di seluruh Bengkayang agar turut andil melakukan langkah-langkah antisipatif bersama stakeholder di tingkat kecamatan.

“Terutama untuk terus mensosialisasikan hal ini, serta melakukan upaya preventif di lapangan,” tuturnya. Lebih jauh, dia memastikan bahwa pemkab hingga saat ini tetap bersinergi dengan pihak-pihak terkait guna melakukan upaya antisipasi terjadinya karhutla. Terutama dengan Forkompimda Bengkayang dalam menyikapi permasalah kerawanan kebakaran lahan.

“Kita akan mengeluarkan SE tentang hal ini yang sudah dirumuskan oleh BPBD dan Dinas yang membidangi LH (lingkungan hidup),” tegasnya.

Sebelumnya, berbagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga telah dilakukan jajaran Polsek Capkala Polres Bengkayang. Salah satunya adalah dengan melakukan koordinasi dan pengecekan peralatan pemadam kebakaran (damkar) yang dilakukan oleh Kapolsek Capkala di perusahaan sawit PT. LAR, di Desa Sebandut, Kecamatan Capkala, Kabupaten Bengkayang. (sig)

error: Content is protected !!