Belum Ditemukan Varian Virus AY.4.2

Harisson, Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat

PONTIANAK – Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Harrison menyatakan belum ditemukan Varian virus AY.4.2 dari sampel yang dikirim untuk dilakukan pemeriksaan Whole genome sequencing di Balitbangkes Jakarta.

Namun demikian sampel terakhir yang dikirim hingga saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan.
“Sampel terakhir dikirim tanggal 11 Oktober 2021 dan sebanyak 34 sampel. Sampai sekarang belum ada jawaban dari sampel yang dikirim,” kata Harrison di Pontianak, kemarin.

Namun dari pengiriman sebelumya sebanyak 150 sampel, belum terdeteksi Varian virus AY.4.2 di Kalimantan Barat. Seperti diketahui ini salah satu varian baru yang menjadi penyebab lonjakan kasus di Inggris.

Namun dari hasil yang telah keluar sebelumnya terdapat 150 sampel, akan tetapi hasil yang terdeteksi bahwa tidak ada varian virus Covid-19 AY.4.2 yang diketahui salah satu varian baru yang menjadi penyebab lonjakan kasus di Inggris.

Harisson mengatakan pihaknya secara rutin mengirim sampel untuk dilakukan pemeriksaan Whole genome sequencing. Setiap bulan dikirim 30 sampel ke Balitbangkes Jakarta.

Sampel yang dikirim itu bersumber dari kasus positif pada masyarakat dengan CT di bawah 30. Termasuk kasus positif PMI yang masuk dari jalur perbatasan Kalbar.

Ia melanjutkan pengiriman rutin itu untuk melihat temuan virus yang merupakan dari variant of concern, maupun Variant Under Investigation.

“Sampel yang dikirim itu diambil secara acak. Baik dari masyarakat dengan kasus positif dengan CT di bawah 30 maupun kasus positif PMI. Khusus PMI tidak melihat CT,” jelas Harrison.

Meskipun belum ditemukan, Harrison memastikan upaya menjaga pintu masuk Kalimantan Barat terus dilakukan. Antara lain dengan Surat Gubernur Nomor 196 tahun 2021 tentang perubahan keenam atas pergub 110 tahun 2020.

“Dalam surat tertuang bagi pelaku perjalanan dalam negeri yang akan masuk ke Kalbar, baik melalui moda transportasi udara, darat dan laut harus pcr negatif,” tegasnya.

Begitu juga untuk Satgas Perbatasan memberlakukan surat keputusan dari surat Satgas Nasional. Para PMI yang sudah divaksinasi dua kali maka boleh masuk, namun harus mengantongi hasil PCR negatif. Selanjutnya sampai di perbatasan Kalbar dilakukan test PCR dan harus dikarantina selama tiga hari.

“Kalau baru melakukan vaksinasi satu syaratnya mereka harus pcr negatif dan harus karantina lima hari,”ujarnya.

Ia menjelaskan cara itu dilakukan sebagai langkah pencegahan di jalur masuk Kalbar terutama di wilayah perbatasan Kalbar.

“Jadi yang dikhawatir adalah masuknya AY.42 dari wilayah perbatasan yang dibawa oleh PMI, serta jalur masuk dari Penerbangan Batam ke Kalbar,”ungkapnya.

Ia menambahkan varian AY.42 adalah virus yang daya tularnya atau tingkat infeksi sekitar 12 persen lebih tinggi dari varian sebelumnya. Varian virus Covid-19 AY.4.2 mendapat perhatian serius dari para ahli. Sebab varian ini yang kemudian membuat kasus Covid-19 di Inggris mengalami peningkatan.
Varian ini disebut sebagai keturunan dari varian Delta B.1.167.2 yang membawa dua mutasi karakteristik pada spike, Y145H dan A222V.

Harisson mengatakan bahwa AY.42 telah dinyatakan oleh WHO pada 21 Oktober 2021 sebagai Variant Under Investigation (VUI). Kehebatan dari Varian virus AY42 adalah lebih cepat penularannya mecapai 12,4 persen. (mse)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!