Bengkayang Masih Zona Oranye

RAPAT KOORDINASI: Pemkab bersama lintas sektoral saat melangsungkan rapat koordinasi persiapan pelaksanaan PPKM level III di wilayah Kabupaten Bengkayang, di aula lantai V Kantor Bupati Bengkayang, Rabu (28/7). SIGIT ADRIYANTO/PONTIANAK POST

BENGKAYANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkayang melaksanakan Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Terkait Pelaksanaan PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Level III di wilayah Kabupaten Bengkayang. Rapat tersebit dihelat di aula lantai V Kantor Bupati Bengkayang, Rabu (28/7).

Adapun, giat tersebut dipimpin Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis yang beserta jajaran Forkopimda Bengkayang. Di antaranya perwakilan DPRD Kabupaten Bengkayang, perwakilan Kapolres Bengkayang, perwakilan Kajari Bengkayang, Danlanud, Dandim 1202 Singkawang,  Kementerian Agama Bengkayang, serta beberapa pihak dari lintas sektoral lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menjelaskan bahwa giat rapat tersebut dilangsungkan guna membahas kesiapan pelaksanaan PPKM level III yang akan diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bengkayang. Selain itu, melalui rapat tersebut dirinya ingin melihat sejauh mana perkembangan pelaksanaan PPKM Skala Mikro yang telah diterapkan di Kabupaten Bengkayang.

“Kabupaten sekarang masih zona oranye, sehingga persiapan PPKM level III yang sedang kita lakukan,” terangnya. Darwis menyebut, ke depan pihaknya akan menitik beratkan pengawasan di tingkat desa, kelurahan, dan termasuk RT.

Dia juga mengatakan bahwa posko-posko di tingkat RT dan desa akan lebih digencarkan selama PPKM level III berlangsung. Ini, sambungnya, dilakukan dalam upaya pengendalian dan penekanan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bengkayang.

“Kita tekan demikian, karena lebih efektif dalam menekan penyebaran covid-19 saat ini,” jelasnya.

Selain itu, Darwis juga memastikan sistem rem dan gas mesti akan turut diperhatikan dalam upaya melakukan penanganan Covid-19. Berkenaan dengan hal tersebit, dia meminta pihak desa dan kecamatan nantinya lebih pro aktif dalam melakukan pengawasan.

“Jika misalnya di tingkat RT terdapat lima sampai dengan enam orang terkonfirmasi positif. Daerah dikategorikan zona merah. Dan pihak satgas setempat cepat tanggap dalam upayanya penanganannya,” jelasnya

“Namun sebaliknya, apabila suspek dan konfirmasi positif menurun. Upaya tindakan di Posko-posko sedikit dilonggarkan,” timpalnya.

Ia menekankan, Pemkab akan rutin menggelar rapat monitoring dan evaluasi, demi kelancaran dan keberhasilan dalam menangani pandemi Covid-19 di Kabupaten Bengkayang. “Hal itu demi memaksimalkan anggaran yang terbatas,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Fransiskus mengingatkan seluruh petugas penegak PPKM di wilayah Bengkayang untuk menjalankan tugas secara humanis dan persuasif kepada masyarakat. “Ya, mesti diimbau secara humanis dan persuasif, agar tidak ada perdebatan yang muncul. Terutama gejolak antara masyarakat dan petugas penegak PPKM mikro,” ungkapnya.

Pria yang karib disapa Fran tersebut menuturkan, hal tersebut penting dilakukan. Terutama, dia menambahkan, guna mengantisipasi segala bentuk tindakan kasar saat dilapangan yang memicu tindakan arogan.

“Apabila perlakuan penegakan PPKM dijalankan dengan cara komunikasi yang baik kepada masyarakat. Saya yakin, masyarakat akan patuh,” imbuhnya.

Lebih jauh, dia percaya saat ini semua elemen di Kabupaten Bengkayang sedang bekerja keras dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dirinya menilai saat di lapangan, semua turut dikerahkan guna mencari solusi terbaik dalam rangka memutus rantai penyebaran dan mengakhiri masa pandemi yang sudah berlangsung lebih dari dua tahun lamanya ini.

“Terutama tenaga, pikiran, dan waktu, terkuras selama pandemi ini,” ucapnya.

Dengan demikian, ia meminta kepada semua pihak, baik aparat dan masyarakat pada khususnya untuk bisa bekerjasama untuk menahan ego dan emosi. Selain itu, ia turut meminta masyarakat untuk bersabar dan tetap mematuhi peraturan pemerintah yang telah ditetapkan.

“Apalagi saat ini kita ketahui Kabupaten Bengkayang masih berada pada zona oranye penyebaran Covid-19. Sehingga otomatis untuk penerapan PPKM masih berlaku hingga akhir bula,” jelasnya.

“Jadi kita minta masyarakat untuk sabar dan terus membantu pemerintah untuk bersama memutus rantai penyebaran Covid-19, agar pandemi ini segera berakhir,” pungkasnya. (Sig)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!