Beraksi 16 Lokasi Sindikat Maling Sepmot Dibekuk

DITANGKAP: Pelaku pencurian sepeda motor yang beraksi di Pontianak dan Kubu Raya ditangkap aparat kepolisian. ADONG/PONTIANAKPOST

SUNGAI RAYA – Lima pelaku pencurian sepeda motor, yang beraksi di 16 tempat kejadian berbeda di wilayah Polres Kubu Raya berhasil ditangkap. Kelima pelaku adalah Rad, Gun, Sab, Reg, dan Ard. Dari data kepolisian, setidaknya empat warga Kubu Raya pada empat tempat berbeda telah menjadi korban dari aksi kelima pelaku.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Yani Permana mengatakan, pengungkapan aksi pencurian yang dilakukan oleh kelima pelaku, bermula dari kasus pencurian yang terjadi di Kecamatan Sungai Kakap dan Jalan Arteri Supadio, Kecamatan Sungai Raya.

Dia melanjutkan, di Kecamatan Sungai Kakap, tiga kendaraan milik warga hilang. Sementara satu kendaraan milik pengunjung warung makan di Jalan Arteri Supadio juga hilang. “Berdasarkan laporan para korban, tim Reskrim melakukan penyelidikan,” kata Yani, Selasa (15/9).

Yani menjelaskan, dari penyelidikan tersebut, petugas berhasil mengindentifikasi para pelaku, yang tidak lain terdiri atas empat warga Sungai Kakap dan satu warga Pontianak.

“Dari petunjuk itu, satu demi satu akhirnya berhasil ditangkap di kediamannya masing-masing,” ucapnya.

Dari interogasi, lanjut Yani, kelima pelaku telah beraksi sejak Agustus sampai dengan September. Terakhir, pencurian motor dilakukan di parkiran Surau Bustanul Arifin, Jalan Sungai Bemban, Kecamatan Sungai Kakap pada Rabu, 9 September 2020.

“Di parkiran surau, kelima pelaku berhasil mengambil satu unit motor metik milik jamaah,” terangnya.

Yani menerangkan, motor curian kemudian didorong oleh para pelaku dan dibawa ke rumah kontrakan di Jalan Podomoro, Kota Pontianak.

“Komplotan ini sudah beraksi sebanyak 16 kali. Sepuluh tempat kejadian di Kubu Raya dan enam tempat kejadian di Pontianak,” ungkapnya.

Adapun saat penangkapan, dia menambahkan, pihaknya berhasil menyita barang bukti empat unit motor diduga hasil kejahatan dan sarana. “Untuk kelimanya akan dikenakan pasal 363 dengan ancaman pidana penjara tujuh tahun,” tegas Yani.

Seorang pelaku curanmor dalam kasus tersebut, R (20) mengaku bahwa sepeda motor hasil curian selama ini dijual untuk kemudian dipakai berfoya-foya. Seperti membeli kebutuhan hidup sehari-hari, jalan-jalan, hingga pesta narkoba. Ia mengaku bahwa baru melakukan aksi kriminal tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

Terkait harga motor yang dijual, kata R, biasanya motor curian tersebut dijual di kisaran empat hingga lima juta rupiah, tergantung kondisi dan jenis motor. Sementara untuk cara mencuri, dia mengaku melakukan aksi pencurian dengan cara yang sama tiap kali beraksi. Yakni dengan cara menstep motor hasil curian untuk kemudian dibawa ketempat yang dianggap aman.

“Untuk hasil curian ini, biasanya kita jual ke luar daerah. Ada yang dijual di Sanggau, di daerah Pemangkat (Sambas), dan daerah lainnya dengan cara mulut ke mulut kemudian bertransaksi melalui aplikasi WA (Whatsapp),” jelasnya kepada wartawan. (adg/sig)

loading...