Beras Diburu Masyarakat

CUKUP : Stok beras di Gudang Bulog Kalbar. Ketersedian beras di Kalbar diperkirakan masih cukup hingga 6 bulan ke depan. FOTO : SITI/PONTIANAK POST

PONTIANAK – Daya beli masyarakat untuk komoditas beras mengalami kenaikan beberapa waktu terakhir. Kepala Bulog Divre Kalbar, Bubun Subroto, mengatakan sejak wabah Corona masuk ke Indonesia, ada kenaikan permintaan beras di masyarakat.

“Selama wabah corona ini, ada pengaruhnya terhadap permintaan komoditas pangan, terutama beras,” ungkap dia, kemarin.

Kenaikan itu, lanjut dia, mulai terlihat jelas ketika bulan Maret yang lalu. Dia merinci, pada Bulan Januari, Bulog Divre Kalbar mampu menjual beras sebanyak 700 ton, yang kemudian bertambah di Bulan Februari menjadi 800 ton. Sementara pada Maret, terjadi lonjakan yang cukup signifikan. Penjualannya mencapai 1100 ton.

Kendati begitu, aku dia, pihaknya ada sedikit kendala dalam hal mobilitas dan angkutan, dampak dari penanganan covid-19 di Kalbar. “Mobilitas angkutan agak sulit,” kata dia.

Permintaan beras diakuinya masih menunjukkan tren kenaikan, mengingat saat ini pemerintah daerah juga akan memberikan bantuan beras kepada masyarakat yang terdampak covid-19. “Ada permintaan dari Pemprov Kalbar untuk membantu masyarakat miskin. Mudah-mudahan ini bisa membantu kebutuhan masyarakat,” tutur dia.

Meski mengalami kenaikan terhadap permintaan beras, namun dia memastikan stok beras cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kalbar untuk beberapa bulan mendatang. Dia menyebut, stok beras Bulog saat ini mencapai 16 ribu ton, sehingga dia yakin tak akan ada kelangkaan. “Stok beras masih banyak. Saat ini masih ada 16 ribu ton untuk kira-kira 6 bulan ke depan. Jadi jangan khawatir kelangkaan,” pungkas dia.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Kalbar, Florentinus Anum memperkirakan ketersediaan beras di Kalbar pada Januari hingga Mei 2020 mendatang surplus. “Masyarakat tidak perlu khawatir bahwa dari sisi produksi ketersediaan stok kita hingga Idul Fitri 2020 atau Mei nanti surplus mencapai 112.544 ton. Saat wabah covid-19 ini, beras kita aman sehingga jangan panik,” ungkap dia.

Dia merinci, perkiraan beras surplus tersebut bersumber dari stok beras Kalbar hingga 2019 lalu dan ditambah panen dari Januari-Mei 2020. Dia bilang, stok beras di Kalbar sampai dengan 31 Desember 2019 sebanyak 38.092 ton, sementara perkiraan panen padi periode Januari-Mei 2020 akan mampu menghasilkan beras sebanyak 280.512 ton. Produksi beras sebesar 280.512 yang dihasilkan itu, berasal dari panen padi periode Januari-Mei 2020 seluas 164.591 hektare dan produksi gabah sebanyak 470.258 ton gabah kering giling. Sehingga secara komulatif, stok beras sampai dengan Mei 2020 sebanyak 318.604 ton.

Sementara itu, jumlah penduduk di Kalbar berdasarkan rilis Kalbar dalam angka yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar, adalah sebanyak 5.069.127 jiwa dengan konsumsi beras berdasarkan Bahan Pokok BPS Tahun 2017 sebanyak 97,61 Kg/kapita/tahun atau sebanyak 8,13 Kg/kapita/bulan. “Kebutuhan beras di Kalbar pada periode Bulan Januari-Mei 2020 di Kalbar diperkirakan sebanyak 206.060 ton. Sehingga sampai dengan Mei 2020 Kalbar masih diperkirakan surplus beras sebanyak 112.544 ton,” tutup dia. (sti)

error: Content is protected !!