Berburu Diskon Lewat QR Code

emoney

Pembayaran via Quick Response Code atau QR Code kian menjadi tren di masyarakat urban. Tak perlu membawa uang tunai saat berbelanja. Cukup dengan kode QR lewat smartphone, banyak potongan harga yang diperoleh.

Oleh: Aristono Edi Kiswantoro

Banyak perusahaan rintisan teknologi dan perbankan yang menyematkan pembayaran via QR payment di aplikasi smartphone para konsumennya, termasuk di Pontianak. Diskon besar-besaran yang bekerjasama dengan toko-toko mitra penyedia QR payment turut andil terhadap membesarnya tren belanja non-tunai ini.

Misalnya, Dedi. Dia lebih memilih berbelanja dengan transaksi QR lewat salah satu aplikasi startup dompet digital di supermarket bilangan Ayani Megamal Pontianak. Pasalnya dengan pembayaran QR, dia bisa mendapatkan potongan harga hingga 30 persen.

“QR payment lebih praktis dan efisien. Tidak perlu uang kembalian, karena saldo kita terpotong. Tidak perlu juga bawa banyak kartu, karena tinggal sorot kode QR lewat smartphone,” ujarnya kepada For Her, Pontianak Post.

Selain itu, sebut dia, untuk top-up atau pengisian saldo saat ini sangat mudah, lantaran bisa dilakukan via transfer rekening bank atau mengisi ke agen-agen. Bahkan, mini market dan warung-warung sudah banyak menyediakan jasa isi saldo aplikasi dompet digital yang dimilikinya tersebut.

Sebenarnya apa itu QR Payment? Ini adalah sistem pembayaran elektronik dengan memindai QR Code. Bisa digunakan untuk transaksi di gerai langsung maupun e-commerce (perdagangan online). Sesuai dengan namanya, Quick Response Code, maka pembayaran dilakukan secara cepat dan mudah. Tak perlu lagi kartu yang harus digesekkan ke mesin EDC. Karena dalam kode tersebut berisi informasi yang secara cepat direspons oleh aplikasi pemindai di smartphone.

Sebenarnya, teknologi QR code ini awalnya digunakan kalangan industri manufaktur untuk melakukan inventarisir barang-barang produksinya. Namun lambat laun mulai bergeser ke fungsi-fungsi lainnya. Secara umum, untuk bisa melakukan transaksi pembayaran menggunakan QR Code, cukup mengunduh aplikasi yang menyediakan layanan QR Payment di smartphone. Kemudian melakukan registrasi (pendaftaran) seperti mengisisi data diri dan informasi yang dibutuhkan.

Cara kerja pembayaran melalui QR Code sangat mudah. Cukup memindai kode QR dengan aplikasi yang ada di ponsel, maka sejumlah tagihan pun sudah terbayar. Kode QR ini biasa dikenal dengan barcode scanner, yaitu suatu kode yang bisa dibaca oleh sistem disebut NFC (Near Field Communication/komunikasi jarak dekat).

Pembayaran digital via Quick Response (QR) Code semakin jamak dilakukan dalam ekosistem ekonomi digital, sehingga Bank Indonesia merasa perlu untuk mengatur hal tersebut. Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-74 tahun, Bank Indonesia meluncurkan standarQR Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking yang disebut QR Code Indonesian Standard (QRIS).

Implementasi QRIS secara nasional efektif berlaku mulai 1 Januari 2020, guna memberikan masa transisi persiapan bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP). Peluncuran QRIS merupakan salah satu implementasi Visi Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025, yang telah dicanangkan pada Mei 2019 lalu.
Kepala BI Kalbar, Prijono menyampaikan bahwa QRIS disusun oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dengan menggunakan standar internasional EMV Co1. “Ini untuk mendukung interkoneksi instrumen sistem pembayaran yang lebih luas dan mengakomodasi kebutuhan spesifik negara sehingga memudahkan interoperabilitas antar penyelenggara, antar instrumen, termasuk antar negara,” ujarnya

Dia menambahkan, QRIS mengusung semangat UNGGUL (UNiversal, GampanG, Untung dan Langsung), bertujuan untuk mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM, yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, untuk Indonesia Maju. QRIS UNGGUL mengandung makna, yaitu UNiversal, penggunaan QRIS bersifat inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat

Untuk tahap awal, QRIS fokus pada penerapan QR Code Payment model Merchant Presented Mode (MPM). Penjual (merchant) yang akan menampilkan QR Code pembayaran untuk dipindai oleh pembeli (customer) ketika melakukan transaksi pembayaran. Sebelum siap diluncurkan, spesifikasi teknis standar QR Code dan interkoneksinya telah melewati uji coba (piloting) tahap pertama pada bulan September hingga November 2018 dan tahap kedua pada bulan April hingga Mei 2019. **

Read Previous

Terpopuler, Pemkot Pontianak Raih Penghargaan

Read Next

KPPN Ketapang Borong Tiga Penghargaan Sekaligus

Tinggalkan Balasan

Most Popular